Meromantisasi Hujan Tidak Berlaku Bagi Pengidap Alergi

MOSTROOPS, apakah di antara kamu ada yang alergi terhadap hujan? Ciri-cirinya adalah ketika kamu kehujanan, termasuk hujan yang tipis sekali, tubuhmu akan mengeluarkan reaksi alergi seperti bersin-bersin tanpa henti.

Secara teori, hujan sebetulnya bukan alergen atau hal yang memicu alergi. Tetapi, efek yang ditimbulkan oleh hujan yang menjadi penyebab alergi.

Melansir dari situs American College of Allergy, Asthma, and Immunology, ketika hujan turun maka suhu tubuh secara otomatis ikut turun. Udara dingin yang muncul ketika masuk ke dalam hidung bisa menyebabkan iritasi di saluran hidung dan memicu bersin berulang.

Selain itu, ketika hujan turun akan mengangkat alergen ke udara. Seperti jamur, debu halus, pollen juga akan pecah jadi partikel kecil. Ketika terhirup, ini bisa memperparah alergi.

Bagi orang yang mengidap alergi, ketika hal-hal penyebab alergi masuk ke dalam tubuh maka sistem imun akan overreact. Tubuh akan menganggap hal yang mungkin biasa bagi orang lain, justru sebuah ancaman bagi orang yang mengidap alergi.

(BACA JUGA: Kenapa Gluten Berbahaya Bagi Orang yang Alergi?)

Karena itu sistem imun akan melepas histamin. Efeknya bersin-bersin tanpa henti, hidung meler, hingga mata berair. Semakin sensitif tubuh seseorang maka reaksi tubuh juga akan semakin ekstrem.

Bukan cuma bersin sampai puluhan kali sehari, tetapi kepala juga sakit, dada juga terasa sesak. 

APAKAH BISA SEMBUH?

Jawabannya bisa. Tapi bukan sembuh total dari alerginya, melainkan dari efeknya. Mulai dari minum obat alergi atau flu, pakai pakaian yang hangat, pakai masker agar tidak terkena alergen yang masih bertebaran di udara, konsumsi makanan dan minuman yang hangat, hingga konsultasi ke dokter jika kondisi sudah sangat parah.

(Kirana Putri, foto: freepik.com/tawatchai07)

Share