Siapa yang saat ini masih menikmati momen libur akhir tahun? Destinasi mana yang kamu pilih untuk menghabiskan momen liburan ini? Bali? Yogyakarta? Atau mungkin ke luar negeri seperti Singapura? Thailand? Jepang? Australia?
Nyatanya memang libur akhir tahun sering dimanfaatkan oleh banyak orang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau orang terkasih, sebagai momen balas dendam atas waktu yang terbuang karena kesibukan selama 11 bulan.
Ngomong-ngomong soal momen liburan, tahukah kamu? Kalau momen setelah liburan, seringkali mengganggu kesehatan mental para pelakunya, lho! Nama gangguannya adalah post-holiday blues.
Melansir dari webmd.com, post-holiday blues adalah kondisi emosional yang biasanya terjadi setelah momen liburan usai. Ciri-cirinya adalah pelaku cenderung murung, lelah, kehilangan semangat, malas, cemas, susah tidur, hingga merasa hampa.
Kondisi emosional ini muncul karena perubahan situasi atau suasana secara mendadak, dari gegap gempita liburan ke rutinitas padat pasca liburan. Meskipun, gangguan ini sifatnya hanya sementara, tetapi tentu sangat mengganggu.
BAGAIMANA CARA MENGHILANGKAN GANGGUAN INI?
Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan perasaan ini:
Pertama. Terima kenyataan kalau momen liburan kamu telah usai. Sudah saatnya kamu kembali ke realita dan melanjutkan aktivitas harian yang sebelumnya terhenti sejenak.
Kedua. Mulai aktivitas yang ringan. Jika kamu adalah pekerja kantoran, coba lakukan rutinitas dasar dulu. Hindari brainstorming misalnya, supaya tubuhmu tidak kaget. Dan jangan lupa untuk susun semua aktivitas yang harus kamu lakukan satu per satu, supaya lebih terarah.
Ketiga. Jaga pola tidur dan makan. Saat liburan, orang biasanya merasa lebih bebas. Bukan cuma dari pekerjaan, tapi juga aktivitas dasar. Seperti makan dan tidur. Maka dari itu, setelah liburan pastikan untuk menjaga pola makan dan tidur agar teratur. Hal ini bisa membantu kamu untuk perlahan-lahan keluar dari post-holiday blues.
(Andiasti Ajani, foto: unsplash.com/Anete Lūsiņa)
