Aplikasi-aplikasi ini bisa jadi solusi praktis buat kamu yang ingin punya teman baru tetapi sulit karena padatnya aktivitas harian.
Tidak bisa dipungkiri, semakin dewasa, semakin terasa betapa sulitnya membangun circle pertemanan baru. Padahal, kehadiran seorang teman tetap menjadi hal yang sangat penting untuk saling berbagi cerita, menukar pandangan, atau sekadar melepas penat di akhir pekan.
Namun, di tengah padatnya aktivitas pekerjaan, tuntutan karier dan beban hidup harian yang menguras emosi, menyisakan energi untuk sengaja keluar rumah demi berkenalan secara manual rasanya mustahil.
Beruntung, teknologi menghadirkan solusi serba praktis lewat keberadaan friendship apps. Lewat aplikasi-aplikasi ini, kamu bisa memperluas jaringan pertemanan berbasis hobi, kepribadian, hingga kebutuhan belajar tanpa harus menguras energi sosial secara berlebihan.
Berikut adalah rekomendasi aplikasi pembuat teman baru yang wajib kamu coba:
BUMBLE BFF
Bumble BFF lahir dari kesuksesan platform kencan Bumble yang digagas oleh Whitney Wolfe Herd. Bumble menghadirkan fitur khusus bernama Bumble BFF (Best Friends Forever) untuk memisahkan pencarian pasangan hidup dari pencarian teman murni tanpa tendensi romantis.
Cara kerjanya, kamu cukup mengubah mode akun Bumble dari kencan menjadi BFF. Sistem akan menampilkan profil orang-orang di sekitar kamu yang juga sedang mencari teman.
Kamu bisa menggeser ke kanan jika merasa cocok dengan profil atau hobi yang tertera. Khusus pengguna perempuan, aturan perpesanan pertama tetap berlaku untuk memulai obrolan dalam kurun waktu 24 jam.
BOO
Aplikasi ini didirikan dengan filosofi bahwa koneksi mendalam lahir dari pemahaman karakter. Boo diciptakan untuk membantu orang-orang menemukan teman dan pasangan yang benar-benar cocok secara psikologis tanpa berpura-pura menjadi orang lain.
Aplikasi ini memanfaatkan tes kepribadian berbasis MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dan 16 tipe kepribadian. Saat mendaftar, kamu akan mengisi kuesioner kepribadian.
Algoritma Boo kemudian akan merekomendasikan profil orang-orang yang memiliki tingkat kompatibilitas karakter tinggi dengan kamu.
MEETUP
Meetup diluncurkan pada tahun 2002 oleh Scott Heiferman dan timnya pascatragedi 9/11 di New York. Meetup lahir dari semangat untuk menyatukan komunitas-komunitas lokal dan membawa orang-orang kembali berinteraksi secara nyata melalui minat yang sama.
Berbeda dari aplikasi berformat swipe, Meetup bekerja berbasis grup atau komunitas hobi seperti klub buku, running club, fotografi, hingga coding.
Kamu tinggal mencari grup kegiatan di sekitar kotamu, bergabung dalam agenda acara (event), lalu datang untuk berkenalan secara kolektif dengan sesama anggota.
HELLO TALK
Aplikasi ini didirikan oleh Zackery Ngai pada tahun 2012. HelloTalk dirancang sebagai platform pertukaran bahasa (language exchange) global yang bertujuan meruntuhkan batasan bahasa dan budaya antarnegara.
Cara kerjanya, kamu harus mendaftarkan bahasa ibu yang kamu kuasai dan bahasa asing yang ingin kamu pelajari.
Aplikasi ini akan memasangkan kamu dengan penutur asli (native speaker) dari negara lain yang ingin mempelajari bahasa ibumu. Kamu bisa saling berkirim pesan teks, rekaman suara, hingga panggilan video sambil saling mengoreksi tata bahasa satu sama lain.
(BACA JUGA: Tell or Not Tell? Dilema Psikologis Saat Tahu Sahabatmu Dikhianati Pasangannya)
SLOWLY
Slowly lahir karena terinspirasi oleh kerinduan akan tradisi sahabat pena (penpal) di era pradigital. Slowly diciptakan oleh Kevin Wong pada tahun 2017 untuk menghadirkan kembali interaksi yang lebih bermakna di tengah cepatnya arus media sosial.
Menariknya, aplikasi ini tidak menghadirkan fitur foto profil wajah secara langsung. Melainkan avatar.
Kamu menulis surat digital dan mengirimkannya ke pengguna lain di seluruh dunia berdasarkan kesamaan minat. Uniknya, waktu pengiriman surat disesuaikan dengan jarak geografis antarnegara.
Seperti memakan waktu beberapa jam hingga hitungan hari. Sehingga, sangat melatih kesabaran dalam menunggu balasan.
PILIHAN BARU UNTUK ENERGI YANG TERBATAS
Menambah teman di usia dewasa memang butuh strategi baru. Lewat bantuan friendship apps, kamu bisa memfilter koneksi sesuai batasan dan kenyamananmu sendiri tanpa perlu merasa canggung atau kehabisan energi.
Semua aplikasi ini, tersedia di App Store dan Play Store.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/magnific)
