Retinol dan Jerawat, Teman atau Musuh? Ini Penjelasan Dermatologinya!

Topik ini, sering menjadi perdebatan di dunia maya. Karena ada beberapa influencer kecantikan yang bilang kalau kulit lagi berjerawat jangan pakai skincare yang mengandung retinol.

Tapi ada juga beauty influencers yang menyebut kalau retinol bagus untuk kulit berjerawat. Jadi mana yang benar? 

Melansir dari situs American Academy of Dermatology Association, kedua persepsi ini adalah BENAR! Artinya, retinol bisa menjadi teman untuk jerawat tapi juga bisa menjadi musuh.

Kedua hal ini bergantung pada bagaimana produk mengandung retinol dipakai. Secara medis, retinoid termasuk retinol, sering direkomendasikan sebagai bagian dari terapi jerawat terutama untuk jerawat ringan sampai sedang.

Dalam studi dermatologi, retinoid topikal secara signifikan mengurangi lesi jerawat inflamasi dan non inflamasi, serta membantu memulihkan pori-pori kulit yang tersumbat.

RETINOL UNTUK JERAWAT

Guna melihat perbedaannya, kita akan bahas satu per satu. Pertama, kita akan bahas soal bagaimana retinol ternyata bagus untuk jerawat.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, retinol mampu membantu membersihkan pori-pori kulit. Pori-pori kulit yang kotor, bisa menyebabkan jerawat muncul. Retinol, membantu meningkatkan proses pergantian sel kulit.

Sehingga mampu mencegah sel kulit mati menumpuk dan menyumbat pori-pori. Terutama yang menjadi penyebab utama komedo dan jerawat.

Selain itu, retinol juga memiliki sifat antiinflamasi. Sehingga mampu mengurangi kemerahan serta iritasi akibat jerawat. Lebih dari itu, retinol juga bisa mempercepat regenerasi kulit. Sehingga, membantu memudarkan hiperpigmentasi pasca jerawat.

RETINOL BAHAYA UNTUK JERAWAT

Sekarang kita bahas kenapa retinol cenderung berbahaya untuk jerawat. Pertama adalah karena retinol bikin jerawat purging. Ketika awal pemakaian, retinol bisa membuat kulit purging alias akan muncul banyak jerawat lain.

Munculnya jerawat ini disebabkan oleh proses regenerasi kulit yang dipercepat. Biasanya, ketika jerawat muncul lebih banyak orang jadi panik dan berpikir kalau kulitnya tidak cocok dengan produk retinol.

Padahal bukan berarti gagal. Tapi kulit sedang membuang semua hal yang selama ini tersembunyi di dalam kulit sebelum akhirnya membaik seiring dengan berjalannya waktu.

Selain itu, ketika pakai skincare berbahan retinol, beberapa orang akan mengalami iritasi yang bentuknya adalah kemerahan atau kulit kering. Biasanya, hal ini bisa terjadi karena dipakai terlalu sering di awal, dipadukan dengan produk eksfoliasi yang berbahan AHA/BHA, serta tidak dibarengi dengan pelembap atau barrier care.

Itulah kenapa makanya, ketika kamu mau mencoba pakai produk retinol untuk pertama kali, dalam 2 minggu awal hanya boleh pakai 1-2 kali saja. Jika ternyata cocok, di minggu berikutnya baru ditambah 2-3 kali seminggu.

Dan, pemakaian produk retinol tidak boleh di pagi atau siang hari. Hanya boleh di malam hari. Kenapa? Karena produk retinol sangat bertentangan dengan sinar Matahari. 

Ketika seseorang memakai produk retinol, kulitnya akan jadi lebih sensitif. Kalau terkena sinar Matahari, maka efeknya akan muncul kemerahan di kulit bahkan bisa terbakar.

Share