Aktris Shailene Woodley sempat merekam tiga adegan bersama Andrew Garfield sebelum diberi tahu setahun kemudian bahwa Mary Jane tidak akan muncul di film The Amazing Spider-Man 2.
Lebih dari satu dekade setelah The Amazing Spider-Man 2 tayang di bioskop, ternyata masih ada cerita-cerita menarik yang terjadi di balik film tersebut.
Salah satunya adalah soal kehadiran aktris Shailene Woodley yang ternyata, didapuk untuk memerankan tokoh ikonik Mary Jane Watson.
Dalam sesi SAG-AFTRA Foundation Conversations, Woodley mengungkapkan bahwa dirinya memang sempat menjalani proses syuting sebagai Mary Jane untuk film yang dibintangi Andrew Garfield sebagai Peter Parker tersebut.
Ia bahkan mengaku telah merekam sekitar tiga adegan bersama Garfield. Namun, sekitar setahun setelah proses syuting tersebut, ia mendapat kabar bahwa seluruh bagiannya tidak akan masuk ke versi final film.
Bagi Woodley, keputusan tersebut terasa cukup mengejutkan karena menjadi Mary Jane sebenarnya merupakan salah satu peran impiannya. Itulah kenapa, ketika terpilih untuk memerankan Mary Jane, ia merasa sangat antusias.
Woodley sendiri mengaku merupakan penggemar Spider-Man sejak kecil dan menyebut Mary Jane sebagai karakter favoritnya.
Karena itu, kesempatan untuk memerankan karakter ikonik tersebut terasa seperti sesuatu yang sangat spesial dalam kariernya.
Woodley juga mengungkapkan bahwa proses mendapatkan peran tersebut berbeda dari pengalaman audisinya selama ini. Ia mendapatkan kesempatan bertemu dengan sutradara Marc Webb, yang kemudian berujung pada penawaran untuk memerankan Mary Jane.
Ia kemudian menjalani proses syuting dan bahkan sempat terlihat di lokasi produksi dengan rambut merah yang menjadi ciri khas Mary Jane.
(BACA JUGA: ‘Spider-Man: Brand New Day’ Diprediksi Jadi Film Terlaris Tahun Ini)
TIGA ADEGAN BERSAMA ANDREW GARFIELD
Melansir dari The Hollywood Reporter, Woodley mengatakan bahwa dirinya dan Andrew Garfield sempat merekam sekitar tiga adegan bersama.
Namun, ia baru mengetahui sekitar satu tahun kemudian bahwa adegan-adegan tersebut tidak akan digunakan.
Menurut Woodley, pihak produksi menjelaskan bahwa The Amazing Spider-Man 2 sudah memperkenalkan cukup banyak karakter baru.
Karena itu, mereka ingin mempertahankan fokus cerita pada hubungan antara Peter Parker dan Gwen Stacy, yang diperankan oleh Emma Stone.
Woodley kemudian diberi pemahaman bahwa Mary Jane akan diperkenalkan lebih jauh setelah hubungan Peter dan Gwen berakhir.
Dan bagian itu memang masuk akal jika melihat arah cerita yang direncanakan saat itu.
Dalam versi cerita The Amazing Spider-Man, hubungan Peter dan Gwen menjadi salah satu pusat utama franchise.
Pada akhir The Amazing Spider-Man 2, Gwen meninggal setelah Peter gagal menyelamatkannya dari kejatuhan.
Menurut Woodley, dirinya diberi tahu bahwa rencana awalnya adalah menunggu sampai Gwen meninggal sebelum memperkenalkan Mary Jane secara lebih signifikan.
“Tunggu Gwen meninggal dulu, baru setelah itu kita perkenalkan sosok Mary Jane,” kenang Woodley mengenai penjelasan yang ia terima saat itu.
Ia mengatakan keputusan tersebut sebenarnya masuk akal baginya dari sisi cerita. Tetapi masalah kemudian muncul ketika The Amazing Spider-Man 3 tidak pernah terwujud.
Sony sebelumnya memang telah merencanakan kelanjutan franchise The Amazing Spider-Man. Bahkan, The Amazing Spider-Man 3 dan film keempat sempat mendapatkan tanggal rilis.
Namun, setelah The Amazing Spider-Man 2 menerima respons yang tidak sesuai harapan dan performa box office yang dianggap mengecewakan dibandingkan dengan ekspektasi studio, Sony akhirnya mengubah arah franchise tersebut.
Akibatnya, rencana untuk memperkenalkan Mary Jane versi Woodley tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk diwujudkan karena proyeknya dibatalkan.
Woodley sendiri menanggapi situasi tersebut dengan cukup santai. Dalam wawancara terbarunya, ia bahkan bercanda bahwa mungkin alasan sebenarnya bukanlah keputusan kreatif seperti yang disampaikan kepadanya.
Bisa saja, katanya dengan nada bercanda, pihak studio merasa aktingnya buruk dan memutuskan bahwa mereka tidak bisa menggunakan adegan tersebut.
Menariknya, meski The Amazing Spider-Man 2 memiliki sejumlah deleted scenes dalam rilisan rumahan, materi Mary Jane yang diperankan Woodley tidak pernah menjadi bagian dari footage yang akhirnya dirilis kepada publik.
Dengan begitu, penonton tidak pernah benar-benar mengetahui seperti apa versi Mary Jane yang telah ia siapkan.
Foto-foto Woodley dengan rambut merah dari lokasi syuting pun akhirnya menjadi semacam peninggalan dari karakter yang nyaris ada di franchise tersebut.
(BACA JUGA: Tom Holland Mengaku Marvel Sudah Siapkan Penerus Spider-Man)
ARAH BARU SPIDER-MAN
Tidak lama setelah era Andrew Garfield berakhir, Sony membawa Spider-Man ke arah yang berbeda melalui kerja sama dengan Marvel Studios.
Tom Holland kemudian mengambil alih peran Peter Parker dan debut sebagai Spider-Man dalam Captain America: Civil War pada 2016.
Dalam versi tersebut, Mary Jane akhirnya muncul dalam bentuk yang berbeda melalui karakter Michelle Jones, yang diperankan oleh Zendaya dan kemudian dikenal sebagai MJ.
Sementara itu, Andrew Garfield sendiri akhirnya kembali mengenakan kostum Spider-Man dalam Spider-Man: No Way Home pada 2021 bersama Tobey Maguire dan Tom Holland.
Namun, satu bagian dari semesta Garfield tetap menjadi what-if: bagaimana jadinya jika Shailene Woodley benar-benar menjadi Mary Jane?
Bagi Woodley, Mary Jane mungkin hanya menjadi satu bagian kecil dari perjalanan kariernya. Namun, kisah tersebut menjadi salah satu contoh menarik tentang bagaimana sebuah film bisa berubah jauh setelah kamera berhenti merekam.
Tiga adegan sudah dibuat.
Karakter sudah dipilih.
Rencana untuk film berikutnya sudah disiapkan.
Namun, kemudian franchise berubah arah dan cerita yang seharusnya menjadi kelanjutan dari Mary Jane tidak pernah dibuat.
Lebih dari sepuluh tahun kemudian, penonton akhirnya mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang terjadi di balik layar.
Sayangnya, kita mungkin tidak akan pernah tahu seperti apa sebenarnya Mary Jane Watson versi Shailene Woodley jika The Amazing Spider-Man 3 benar-benar pernah terwujud.
(Annisa Larasati, foto: hollywoodreporter.com)
