Pada Kamis pagi, tepat lima menit sebelum pertunjukkan, desainer Rick Owens memperkenalkan seorang seniman asal Berlin bernama Bernardo Martins kepada jurnalis GQ Magazine.
Martins atau nama samaran online-nya adalah Figa.Link, menggunakan AI untuk menciptakan potret orang-orang yang hidup dengan gaya unik. Di mana mereka punya pipi cekung, tindik di wajah yang ekstrem, serta gaya rambut mullet.
Namun, gaya rambut mullet ini bukan mullet a la e-boy. Mullet yang ditunjukkan jauh lebih asing dan tidak presisi, di mana bagian poni tumpul dan ekor rambut berwarna pelangi. Beberapa di antaranya bahkan ada yang agresif, sementara lainnya lebih runcing, bergelombang dan liar. Pokoknya sangat menakutkan!
Tapi inilah seni di mata Rick Owens. Ia menyebut gaya rambut ini sebagai Skullet.
“Savage, brutal!” kata sang desainer.

(Foto: gq-magazine.co.uk)
Di belakang panggung, para penata rambut berhasil mengubah karya seni digital Martins menjadi kenyataan. Mereka menggunakan wig yang digunting acak dan diwarnai, mengikuti karya seni digital milik Martins.
Beberapa model berjalan dengan poni berwarna merah muda, cambang tipis, sementara yang lain ada yang rambutnya diputihkan, lengkap dengan bulu mata palsu yang sangat panjang.
Beberapa model lainnya bahkan ada yang botak, lalu di kepalanya dicap logo Rick Owens, dipadukan dengan rambut model ekor tikus warna-warni. Para model ini berjalan memakai koleksi terbaru Rick Owens yang membuat mereka terlihat seperti alien.

(Foto: gq-magazine.co.uk)
Mungkin kalau digambarkan seperti ras techno-punk raksasa yang datang untuk menyelamatkan manusia dari mode yang membosankan.
Dan keunikan ini tidak hanya terjadi di show Rick Owens. Jonathan Andersen juga turut menghadirkan gaya rambut mullet untuk show Dior. Andersen, bekerja sama dengan penata rambut nan inovatif yakni Guido Palau untuk menciptakan gaya rambut mullet a la anime yang menakjubkan lengkap dengan warna kuning terang.
“Saya tidak mau sesuatu yang normal,” kata Andersen menanggapi gaya rambut tersebut.
Rick Owens sendiri mengaku menemukan Martins di media sosial. Ia kemudian mengirimkan sebuah video pada Martins yang isinya adalah kalimat ajakan untuk berkolaborasi. Namun, Martins sepertinya tidak melihat video pesan tersebut.

(Foto: gq-magazine.co.uk)
Sampai akhirnya dua hari sebelum show digelar, Martins merespon pesan tersebut. Intinya Martins tertarik. Owens dan tim langsung menerbangkan Martins keesokan harinya straight from Berlin to Paris.
Martins mengaku sangat senang ketika mendengar Rick Owens mengajaknya untuk berkolaborasi. Karena ia, sudah sejak lama menjadi pengagum dan penggemar Owens. Dan ia juga sudah sering melihat bahwa Owens telah membawa banyak sekali orang berbakat untuk berkolaborasi dengannya.
Dan menurut Martins, hal inilah yang membuat Rick Owens menjadi salah satu desainer yang sangat istimewa di mata Martins.
“Rick telah banyak mengangkat seniman muda untuk berkolaborasi dengannya. Rasanya istimewa sekali melihat sebuah karya seni dibawa menjadi proyek nyata,” tutupnya.
(Kirana Putri, foto: numero.com)
