EXO-L lapangkan dada kalian ya. Sepertinya, perdamaian antara SM Entertainment dengan EXO-CBX mungkin belum akan terjadi dalam waktu dekat. Karena baru-baru ini, perseteruan di antara kedua belah pihak kembali memanas setelah SM Entertainment diketahui menyita aset milik EXO-CBX.
Totalnya pun tidak main-main. Yakni sekitar KRW 2,6 miliar atau setara dengan IDR 30,1 miliar. Meskipun penyitaan ini sifatnya hanya sementara, ya. Kalau Chen, Baekhyun dan Xiumin telah menyelesaikan perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya, maka aset tersebut akan dikembalikan.
Aset yang disita sendiri berupa piutang deposit hunian milik Chen, unit apartemen milik Baekhyun yang ada di kawasan Acheon-dong, serta apartemen mewah milik Xiumin yang ada di kawasan Hannam-dong, Seoul.
Sementara itu, munculnya isu sita menyita aset ini bermula ketika SM menuntut bayaran dari masing-masing anggota EXO-CBX terkait royalti sebesar 10 persen, yang menjadi hak agensi atas pendapatan dari aktivitas individu mereka. Dan hal ini sudah disepakati pada tahun lalu oleh kedua belah pihak.
Jumlah pembayaran royalti yang diminta oleh SM Entertainment berbeda-beda untuk setiap anggota. Chen diminta membayar sebesar KRW 300 juta atau sekitar IDR 3,47 miliar. Kemudian, untuk Baekhyun sebesar KRW 1,6 miliar atau sekitar IDR 18,5 miliar. Lalu untuk Xiumin sekitar KWR 700 juta atau sekitar IDR 8,1 miliar.
Konflik ini sendiri bukanlah yang pertama terjadi di antara EXO-CBX dan SM Entertainment. Juni 2023 adalah momen pertama konflik di antara keduanya muncul. Saat itu, ketiganya yang sudah menandatangani perpanjangan kontrak dengan SM, tiba-tiba mencoba memutus kontrak eksklusif dengan alasan bahwa agensi tersebut dianggap tidak transparan dalam sektor keuangan.
Plus, durasi kontrak terbaru juga dianggap tidak wajar. Intinya, CBX membuat narasi seakan-akan SM Entertainment telah mencurangi mereka. Padahal menurut SM, tidak begitu. Mereka menegaskan bahwa pembaruan kontrak yang disepakati oleh pihaknya dan EXO termasuk CBX dilakukan secara sah dan tanpa paksaan. Bahkan kontrak tersebut diakui keabsahannya oleh Mahkamah Agung.
Dugaan kenapa CBX kemudian “menjilat ludah sendiri” adalah karena adanya intervensi dari pihak luar. Pihak tersebut diduga adalah MC Mong, seorang rapper yang juga produser musik sekaligus pendiri dari agensi One Hundred. Di bawah agensinya ini ada beberapa agensi lain. Salah satunya adalah INB100 yang merupakan agensi milik Baekhyun untuk CBX.
Sebelum mendirikan INB100, ketiga anggota CBX disebut sempat bertemu dengan MC Mong di tahun 2022. Pertemuan ini menimbulkan kekisruhan, di mana CBX disebut akan meninggalkan SM Entertainment dan bergabung dengan One Hundred.
Tetapi isu tersebut terbantahkan setelah CBX menandatangani kontrak dengan SM Entertainment. Namun baru berjalan beberapa saat, ketiga tiba-tiba mengajukan pembatalan kontrak. Dan setelah itu, ketiganya mendirikan INB100 yang ada di bawah naungan One Hundred.
Sementara itu, CBX sendiri punya alasan kenapa mereka tidak membayarkan royalti dari karier solonya kepada SM. Yakni karena mereka merasa SM telah melanggar janji terkait tarif distribusi musik sebesar 5,5 persen.
Hal inilah yang memicu ketiganya untuk tidak menyetor royalti. Dan karena permasalahan ini, aktivitas EXO yang dimulai pada bulan Oktober 2025 lalu pun ikut terganggu.
(Kirana Putri, foto: soompi.com)
