Melempar ingatan ke tahun 2020 lalu, Disney dengan bangga mengumumkan bahwa pihaknya akan menggarap film Robin Hood dalam bentuk live action dan CGI. Saat itu, Disney menunjuk sutradara Carlos López Estrada yang sebelumnya sukses dengan film Raya and the Last Dragon untuk menggarap film ini.
Namun, enam tahun berselang, Estrada mengungkapkan bahwa ternyata proyek tersebut telah dibatalkan. Hal ini ia ungkap saat diwawancarai oleh Reddit pada Jumat lalu.
“Sayangnya, proyek tersebut batal. Kenapa saya bilang sayang? Karena saat ditunjuk untuk menjadi sutradara dari film tersebut beberapa tahun lalu, saya sebenarnya berpikir ada sesuatu yang sangat istimewa dari film itu,” katanya.
Lebih lanjut Estrada mengatakan, bahwa proses penggarapan film tersebut sebetulnya sudah berjalan. Meskipun memang masih ada di tahap awal.
“Beberapa musik yang benar-benar luar biasa telah kami rancang untuk film ini.”
Film animasi Robin Hood sendiri dirilis oleh Disney pada tahun 1973. Film ini berkisah tentang the classic Robin Hood, Little John dan penduduk Nottingham yang berjuang melawan pajak berlebihan Pangeran John.
Namun, karena ini adalah film anak-anak, setiap tokoh yang ada di film ini digambarkan sebagai hewan-hewan yang lucu. Seperti Robin Hood digambarkan sebagai seekor rubah, Little John sebagai beruang, Friar Tuck sebagai luwak, Pangeran John sebagai singa, sherif Nottingham sebagai serigala, hingga Maid Marian sebagai rubah betina.
Itulah kenapa makanya, film live action yang dibatalkan ini adalah hybrid karena harus digabungkan dengan teknik CGI.
(Annisa Larasati, foto: imdb.com)
