Sabtu, 21 Maret 2026 menjadi hari yang sangat bersejarah untuk boy group asal Korea Selatan, BTS. Karena di hari itu, Jin, Suga, RM, Jimin, V, J-Hope dan Jungkook resmi comeback dengan album ‘Arirang’ setelah terakhir kali comeback full member empat tahun lalu.
Momen comeback ini, dirayakan oleh BTS bersama penggemarnya yakni ARMY, lewat sebuah konser bertajuk ‘BTS Comeback Live: Arirang’ di kawasan Gwanghwamun Square.
Berkaitan dengan konser ini, BigHit Entertainment yang merupakan agensi BTS, bekerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan dan pihak kepolisian untuk mengamankan konser ini.
Kerja sama ini dibuat karena pihak agensi, pemerintah dan kepolisian memperkirakan jumlah penonton yang hadir mencapai 260 ribu. Karena itu, sejumlah persiapan termasuk keamanan perlu ditingkatkan demi kenyamanan bersama.
Namun, sehari setelah konser digelar, ternyata jumlah penonton yang hadir tidak sesuai ekspektasi. Awalnya diperkirakan jumlah penonton mencapai 260 ribu, namun agensi mengumumkan ternyata jumlah penonton hanya sekitar 104 ribu.
Tetapi, kalau menurut data pemerintah dan kepolisian, jumlah penonton jauh lebih rendah dari itu. Hanya sekitar 40 ribuan saja. Jumlah penonton yang jauh lebih rendah dari ekspektasi ini, mengakibatkan munculnya efek negatif terhadap bisnis di balik comeback BTS ini.
(BACA JUGA: Jelang Comeback, Harga Lightstick BTS Mendadak Mahal!)
Salah satunya adalah saham HYBE Labels yang disebut terjun bebas untuk pertama kalinya setelah BTS hiatus dalam empat tahun terakhir. Melansir dari Korea JoongAng Daily, berdasarkan Bursa Efek Korea, saham HYBE Labels yang diperdagangkan pada harga KRW 288 ribu, turun sebesar 16,13 persen dari sesi sebelumnya.
Penurunan harga saham ini kemungkinan besar diakibatkan dari jumlah pengunjung yang tidak sesuai harapan, serta kritik atas banyaknya personel publik yang dikerahkan untuk acara tersebut.
Masih melansir dari situs yang sama, jumlah petugas kepolisian yang dikerahkan untuk mengamankan konser ini konon mencapai 6.700 orang, termasuk 72 unit mobil dan 35 tim detektif. Bahkan petugas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Seoul juga dikerahkan untuk mengamankan konser gratis ini.
Jumlah petugas yang dikerahkan ini disebut dua kali lipat lebih banyak dari petugas yang biasanya ditugaskan untuk Festival Kembang Api Yeouido. Sebuah perayaan musim gugur khas kota Seoul yang biasanya menarik jumlah pengunjung sebanyak 1 juta setiap tahunnya.
(Rendy Aditya, foto: teenvogue.com)
