Ceramide, niacinamide, peptide, hingga hyaluronic acid kini bukan hanya ada di serum, tetapi juga di foundation, cushion, bahkan lip tint.
Kalau kamu membeli foundation sekitar lima atau enam tahun lalu, kemungkinan besar yang ditawarkan hanyalah tiga hal: coverage, finish dan daya tahan.
Apakah hasil akhirnya matte atau dewy? Full coverage atau ringan? Tahan delapan jam atau 24 jam? Namun, coba lihat produk makeup yang dirilis belakangan ini.
Sekarang foundation tidak lagi hanya menjanjikan kulit yang lebih mulus. Banyak produk juga mengklaim mengandung niacinamide, ceramide, peptide, hyaluronic acid, bahkan bahan-bahan yang selama ini identik dengan skincare.
Selama bertahun-tahun, industri kecantikan memisahkan kedua kategori ini dengan jelas.
Skincare bertugas menjaga kesehatan kulit, sementara makeup digunakan untuk mengubah atau menyempurnakan penampilan.
Namun, menurut firma riset pasar Mintel, batas tersebut kini semakin kabur. Konsumen modern tidak lagi ingin membeli terlalu banyak produk dengan fungsi yang berbeda. Sebaliknya, mereka mencari produk yang mampu melakukan beberapa pekerjaan sekaligus.
Inilah yang mendorong lahirnya kategori hybrid beauty alias produk yang menggabungkan manfaat skincare dan makeup dalam satu formulasi.
KENAPA BRAND MAKEUP MULAI MENAMBAHKAN KANDUNGAN SKINCARE?
Ada beberapa alasan di balik perubahan ini.
Pertama adalah perubahan preferensi konsumen. Menurut laporan NielsenIQ, pembeli produk kecantikan kini semakin memperhatikan daftar kandungan (ingredients) sebelum membeli.
Mereka tidak hanya bertanya apakah foundation tersebut tahan lama, tetapi juga apakah produk itu membantu menjaga kelembapan kulit, tidak menyumbat pori-pori, atau mendukung skin barrier.
Akibatnya, banyak brand mulai memperkaya formula makeup mereka dengan bahan yang sudah lebih dulu populer di dunia skincare.
Kalau kamu membaca bagian belakang kemasan foundation terbaru, ada beberapa nama yang hampir selalu muncul:
- Niacinamide menjadi salah satu yang paling populer karena dikenal membantu memperkuat skin barrier dan meratakan tampilan warna kulit.
- Hyaluronic acid ditambahkan untuk membantu menjaga kelembapan sehingga makeup tidak mudah terlihat pecah atau cakey.
- Sementara ceramide digunakan untuk membantu mempertahankan lapisan pelindung kulit agar tetap terasa nyaman sepanjang hari.
Beberapa brand juga mulai menggunakan peptide, antioksidan, hingga ekstrak tumbuhan yang sebelumnya lebih sering ditemukan pada serum wajah.
Menurut dermatolog dari Cleveland Clinic, bahan-bahan tersebut memang memiliki manfaat yang telah didukung oleh penelitian ketika digunakan dalam formulasi yang tepat.
(BACA JUGA: Bukan Cuma Tekstur, Ini yang Bikin Sunscreen Korea Disukai)
APAKAH PRODUK MAKEUP HYBRID INI BISA MENGGANTIKAN SKINCARE?
Jawaban singkatnya: tidak.
Meski mengandung bahan aktif yang sama, fungsi utama makeup tetaplah kosmetik.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), manfaat suatu bahan aktif sangat dipengaruhi oleh konsentrasi, stabilitas formulanya dan lamanya produk berada di kulit.
Produk seperti foundation atau cushion biasanya digunakan untuk memberikan hasil kosmetik terlebih dahulu, sehingga kandungan skincare di dalamnya tidak selalu bekerja seoptimal serum atau moisturizer yang memang diformulasikan sebagai produk perawatan.
Dengan kata lain, foundation yang mengandung niacinamide tetap bukan pengganti serum niacinamide.
KENAPA BANYAK ORANG SUKA?
Karena pengalaman memakainya terasa berbeda. Formula makeup modern kini cenderung lebih ringan, lebih nyaman dan tidak membuat kulit terasa “tertutup.”
Menurut The Business of Fashion, perubahan ini berkaitan dengan munculnya tren skin-first beauty, yaitu pendekatan yang menempatkan kesehatan kulit sebagai prioritas utama.
Makeup tidak lagi bertujuan menyamarkan seluruh tekstur wajah, tetapi justru bekerja bersama kondisi alami kulit.
Hasilnya adalah produk yang tidak hanya memberikan warna atau coverage, tetapi juga membantu kulit tetap terasa nyaman sepanjang hari.
Perubahan formula makeup juga berjalan beriringan dengan perubahan standar kecantikan.
Jika satu dekade lalu tren didominasi complexion yang sangat matte dan full coverage, kini semakin banyak orang justru ingin kulit mereka tetap terlihat seperti kulit asli, lengkap dengan tekstur, freckles, bahkan pori-pori yang masih terlihat.
Dalam konteks ini, makeup tidak lagi diposisikan sebagai “topeng”, melainkan sebagai lapisan tipis yang menyempurnakan apa yang sudah dimiliki kulit.
Namun, melihat arah industri saat ini, kemungkinan besar batas antara makeup dan skincare akan semakin tipis.
Bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan kita akan melihat lebih banyak complexion product yang menggabungkan manfaat kosmetik, perawatan kulit, hingga perlindungan dari sinar matahari dalam satu produk.
Namun di balik semua inovasi tersebut, satu hal tetap penting untuk diingat. Makeup dengan kandungan skincare adalah nilai tambah, bukan pengganti rutinitas skincare.
Karena pada akhirnya, foundation terbaik tetap akan terlihat lebih baik ketika diaplikasikan di atas kulit yang memang sehat.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/magnific)
