Kumpulan Fakta Menarik Soal Valentino Garavani

Valentino Garavani

VALENTINO GARAVANI HAMPIR BANGKRUT

Fakta menarik berikutnya soal Valentino Garavani adalah ternyata, ia bersama jenama Valentino hampir bangkrut di awal tahun 1960-an. Saat itu, Garavani yang fokus pada karya berbasis couture (baca: kutur), tidak berhasil menarik minat banyak orang yang masih asing dengan konsep tersebut.

Karena itu, biaya yang besar untuk sebuah gaun couture yang ia ciptakan tidak tertutup karena belum ada klien tetap. Sampai akhirnya, ia mengajak kerjasama seorang ahli bisnis bernama Giancarlo Giametti.

Lewat kerjasama ini, keduanya memutuskan untuk menggelar sebuah pertunjukkan busana di Palazzo Pitti, Florence, Italia. Dan ternyata strategi ini berhasil. Jenama Valentino yang semula hanya atelier, langsung berubah dan terus berkembang sampai mendunia hingga hari ini.

VALENTINO GARAVANI SUPER DUPER PERFEKSIONIS

Fakta menarik keempat soal Valentino Garavani adalah ternyata, ia adalah sosok yang sangat perfeksionis. Bahkan sampai detail-detail yang sebetulnya tidak terlihat. Seperti bagian dalam gaun misalnya.

Dan karena keperfeksionisannya ini, Garavani tidak jarang membatalkan satu gaun hanya karena lipatannya tidak terlihat sempurna. Atau mengulang fitting berkali-kali sampai ia puas dan merasa pas, padahal dari sisi klien sudah menyukainya.

Bagi Garavani, kemewahan sejati adalah kualitas yang tidak perlu dipamerkan. Sehingga semua hal yang ia lakukan bukan cuma untuk menjaga kredibilitasnya sebagai desainer, tetapi juga Valentino sebagai global brand.

DESAIN VALENTINO GARAVANI BERBASIS PERSONAL

Fakta menarik kelima tentang Valentino Garavani adalah setiap mendesain pakaian untuk klien-kliennya, Garavani tidak menggunakan pakem yang sama. Karena, setiap gaun atau pakaian dibuat berdasarkan karakter dan emosi dari klien-kliennya.

Artinya, Garavani tidak pernah fokus pada bentuk tubuh kliennya. Tetapi lebih ke kisah personal yang mereka punya. Itulah kenapa makanya, setiap klien dari Valentino punya rasa aman dan kepercayaan yang lebih, karena mereka tahu bahwa Garavani bisa menerjemahkan keinginan dan kepribadian mereka dengan baik ke dalam pakaian.

VALENTINO GARVANI TIDAK SUKA JADI SOROTAN

Fakta menarik keenam soal Valentino Garavani adalah ia sangat tidak suka berada di bawah lampu sorot. Dibanding desainer lain yang mungkin, sering muncul di mana-mana, Garavani justru sebaliknya. 

Alasan kenapa ia terkesan bersembunyi adalah karena lebih suka jika karyanya yang dibicarakan. Plus, dengan bersembunyi di balik karya, ia juga merasa aman karena terhindari dari sensasi. Ia bahkan percaya, bahwa ego sebuah rumah mode harus lebih besar daripada ego desainernya. Dan itulah yang ia lakukan di sepanjang hidupnya.

Valentino Garavani

(Foto: opb.org)

(Kirana Putri, foto: people.com)

Share