Vocal Fry, Apa Efeknya untuk Kesehatan?

MOSTROOPS, kalian pernah mendengar istilah vocal fry? Melansir dari situs hopkinsmedicine.org, vocal fry atau kalau dalam bahasa Indonesia disebut dengan vokal serak, adalah register nada terendah seseorang yang ditandai dengan suara dalam, serak dan berdesis.

Ketika seseorang bicara, pita suara secara alami akan menutup untuk menciptakan getaran saat udara melewatinya. Seperti piano dan gitar, getaran ini menghasilkan suara.

Nah, ketika kamu menggunakan teknik vocal fry, secara otomatis kamu sedang merileksasikan pita suara tetapi tidak meningkatkan jumlah udara yang didorong melewati pita suara. Hasilnya, getaran jadi lebih lambat dan akhirnya muncul suara serak yang lebih rendah.

Penjelasan lebih mudahnya lagi adalah ketika kamu bicara dengan pelan dan suara rendah, lalu di akhir atau selama kamu bicara, ada getaran yang muncul di suaramu. Contohnya seperti Kim Kardashians, Katy Perry, Zoe Deschanel, atau belakangan ini kamu mungkin familiar dengan suara Jamie Campbell Bower.

Nah itulah yang disebut dengan vocal fry. Beberapa aktor di drama shorts juga sering menggunakan suara ini ketika menyampaikan dialog, untuk memperkuat suasana intimate yang ending-nya, akan menimbulkan butterfly effect di tubuh para penonton.

Tapi… meskipun terdengar seksi, vocal fry ada efek untuk kesehatan atau tidak?

Masih melansir dari situs John Hopkins, seorang ahli otolaringologi bernama Lee Akst, M.D. mengatakan bahwa vocal fry untungnya tidak berbahaya secara kesehatan fisik. Tetapi, hal ini jika dilakukan secara sengaja terus menerus maka akan jadi kebiasaan yang mungkin, menempel seumur hidup.

“Pada dasarnya anatomi vokal tidak rusak akibat berbicara dengan suara serak. Namun kerusakan bisa terjadi jika anatomi vokal digunakan secara brutal alias tanpa istirahat alias overused,” katanya.

Namun, seorang ahli patologi bahasa dan bicara bernama Kristine Pietsch, M.A. mengatakan bahwa vocal fry sebetulnya adalah cara mudah untuk menilai, bahwa orang tersebut ada dalam kondisi rileks. Itulah kenapa makanya, teknik vokal ini sering digunakan oleh para penyiar radio yang memang bertugas untuk menghibur sekaligus merileksasi pendengarnya.

Tetapi untuk faktor tertentu, orang yang bicara dengan teknik vocal fry tanpa konteks, bisa membuat orang lain yang mendengarnya terganggu. Apalagi kalau ranahnya sudah profesional.

“Bagi orang-orang di bidang profesional, mendengar seseorang bicara dengan teknik vocal fry bisa menimbulkan kesalahpahaman. Apakah orang itu tidak tertarik dengan pembicaraan yang sedang berlangsung misalnya. Maka penggunaan vocal fry sebaiknya memang perlu dikondisikan. Jangan sampai nada bicara ini terus menerus digunakan hingga menjadi kebiasaan karena bisa menciptakan persepsi tertentu dari orang lain.”

(Andiasti Ajani, foto: freepik.com/prostooleh)

Share