“Malam Pertama” memang menjadi bagian dari rutinitas hubungan seksual yang biasanya, muncul ketika dua orang menikah dan resmi menjadi sepasang suami-istri.
Malam pertama, dianggap sebagai ritual yang wajib dilakukan oleh pasangan suami-istri baru untuk melepas keperawanan dan keperjakaan mereka.
Konsep malam pertama ini, tanpa sadar meresap ke dalam pikiran manusia bahwa hubungan seks adalah rutinitas yang harus dilakukan di malam hari. Padahal, fakta secara biologisnya justru keliru.
Waktu terbaik untuk berhubungan seks justru bukan di malam hari. Melainkan pagi hari.
Melansir dari news-medical.net, hormon yang berkaitan dengan libido yakni testosteron, kadarnya cenderung lebih tinggi saat pagi hari. Kadar testosteron ini biasanya berada di puncak pada pagi hari dan akan menurun sepanjang hari.
Sehingga, gairah dan performa seksual lebih kuat saat pagi hari. Selain itu, secara umum ritme circadian atau jam biologis tubuh sangat memengaruhi banyak hormon dan fungsi tubuh. Cortisol, atau hormon stres, cenderung lebih rendah saat pagi. Sehingga bisa membantu tubuh lebih rileks dan siap secara fisiologis untuk berhubungan intim.
MANFAAT BERHUBUNGAN SEKS DI PAGI HARI
Lebih dari sekadar melampiaskan nafsu, berhubungan seks tentu punya banyak manfaat untuk kesehatan dan hubungan dengan pasangan. Apalagi kalau dilakukan saat pagi hari.
- Mampu mengurangi stres dan tekanan darah. Kedua hal ini sangat baik sekali untuk hadir sebelum kita memulai hari.
- Meningkatkan mood positif dan energi. Karena aktivitas seksual akan membuat tubuh melepaskan endorfin dan oksitosin, yang membantu memperbaiki suasana hati serta menghadirkan energi yang baik untuk memulai hari.
- Berhubungan seks saat pagi hari juga bisa membantu meningkatkan imunitas tubuh. Karena, ketika pasangan berhubungan seks maka akan ada banyak kalori yang keluar dari tubuhnya. Jumlah kalori yang keluar ini setara dengan melakukan olahraga selama 40 menit (tergantung berapa lama durasi yang dilakukan saat berhubungan seks).
APAKAH BERHUBUNGAN SEKS SAAT MALAM HARI SALAH?
Jawabannya tentu tidak. Karena dengan kesibukan kita sebagai kaum urban, terkadang waktu di pagi hari sering dihabiskan untuk bersiap-siap pergi ke kantor atau aktivitas lainnya. Sehingga mungkin untuk berhubungan seks hanya waktu di malam hari yang tersedia.
Apalagi malam hari sering dianggap sebagai simbol dari momen yang tenang, privasi, gelap atau tertutup dari pandangan umum. Sehingga bagi sebagian orang akan lebih nyaman melakukan hubungan seksual di malam hari.
Seorang profesor di bidang edukasi, kesehatan dan keperawatan sosial, sekaligus kepala di School of Education and Social Work di Universitas Sussex, Inggris, bernama Peter Aggleton pernah merilis sebuah buku berjudul ‘The Routledge Handbook of Sexuality, Health and Rights’.
Di dalam buku tersebut, Aggleton mengatakan bahwa simbol “malam” sering dipakai sebagai metafora untuk privasi, intimasi, serta pengalaman pribadi yang tidak untuk tontonan umum.
Itulah kenapa makanya di dalam sebuah film atau serial, ketika memperlihatkan adegan seks, sutradara dan penulis cerita sering menggunakan jam malam sebagai latarnya.
Alasannya selain karena hal-hal di atas, tapi juga bisa menimbulkan kesan dramatis. Misalnya pencahayaan menyoroti siluet badan dari aktor dan aktris, lengkap dengan keringat tipis misalnya.
Sutradara butuh ini untuk menonjolkan emosi di dalam adegan tersebut, supaya maksud dan tujuan dari adegan itu sampai ke penonton.
Intinya, kenapa para ahli kesehatan menyebut hubungan seks sebaiknya dilakukan saat pagi hari adalah karena performa tubuh justru ada di posisi terbaik saat pagi. Sedangkan saat malam, biasanya tubuh ada dalam kondisi buruk.
Karena lelah bekerja seharian di luar rumah, lelah macet-macetan di jalan, atau bahkan lelah karena mengurus anak seharian. Sehingga, ketika melakukan aktivitas seksual performanya tidak akan semaksimal jika dibandingkan dengan pagi hari.
(Andiasti Ajani, foto: freepik.com/yanalya)
