Ternyata di balik gambar-gambar cantik itu, ada cerita yang jauh lebih seru dari yang kamu kira!
Bagi kamu para pengguna laptop atau PC Windows, pernahkah kamu berpikir soal ini?
Ketika kamu mengaktifkan perangkatmu, kamu terkesima dengan tampilan pemandangan alam yang luar biasa indah di lock screen? Entah mengapa, melihat foto tersebut membuat pikiranmu tenang sejenak sebelum akhirnya memulai aktivitas.
Tahukah kamu? Kalau gambar itu, bukan sekadar penghias layar. Melainkan memang sengaja disiapkan oleh Windows dan Microsoft. Sistem ini masuk ke dalam sebuah fitur bernama Windows Spotlight.
Melansir dari berbagai media teknologi internasional, Windows Spotlight adalah sebuah sistem yang secara otomatis mengganti gambar di lock screen kamu setiap beberapa hari sekali, dengan berbagai koleksi foto yang memanjakan mata.
Mulai dari lanskap alam menakjubkan, kota-kota ikonik, sampai potret close-up hewan dan tumbuhan yang bikin betah untuk dipandang mata sebelum kamu lanjut login.
Fitur ini pertama kali diperkenalkan oleh Microsoft pada Windows 10 di tahun 2015, dengan tujuan sederhana. Pada dasarnya, hadir untuk membuat pengalaman menggunakan laptop terasa lebih personal dan tidak monoton.
Alih-alih terus melihat gambar yang sama setiap kali menyalakan perangkat, pengguna akan disambut dengan foto yang terus berganti. Perubahan kecil ini membuat momen “menyapa layar” sebelum mulai bekerja terasa lebih fresh dan sedikit lebih menyenangkan.
Lebih dari itu, menurut PCWorld, fitur ini juga dirancang sebagai media edukasi ringan. Melalui opsi “Learn about this picture”, pengguna bisa menemukan informasi lebih lanjut mengenai gambar yang sedang ditampilkan.
Mulai dari landmark dan budaya hingga berbagai fenomena alam. Dengan begitu, ada kemungkinan seseorang menemukan pengetahuan baru hanya dari rutinitas sederhana menyalakan laptop setiap hari.
Di balik pengalaman visual tersebut, Windows Spotlight juga menjadi salah satu cara Microsoft untuk memperkenalkan produk dan fitur mereka secara halus.
(BACA JUGA: Kisah di Balik Foto “Melet” Albert Einstein yang Jadi Ikon Meme)
Selain gambar, sistem ini dapat menampilkan berbagai saran, tips, serta informasi mengenai cara memaksimalkan produk Microsoft lainnya.
Artinya, fitur yang terlihat seperti sekadar dekorasi layar sebenarnya juga berfungsi sebagai kanal marketing yang dapat meningkatkan awareness terhadap fitur Windows yang mungkin belum pernah digunakan pengguna.
Interaksi pengguna dengan gambar yang muncul juga memberikan informasi tambahan bagi Microsoft.
Ketika seseorang memilih opsi seperti “Like it!” atau “Not a fan”, respons tersebut dapat membantu sistem memahami preferensi visual pengguna dan menyempurnakan kurasi konten berikutnya.
Dalam skala yang lebih besar, pola tersebut juga berpotensi memberikan gambaran mengenai jenis visual yang menarik perhatian pengguna Windows di berbagai wilayah.
Menariknya lagi, fungsi Windows Spotlight juga dapat berkembang di luar kebutuhan pengguna individual.
Pada versi yang ditujukan untuk lingkungan Enterprise dan Education, fitur ini dapat dimanfaatkan oleh organisasi untuk menampilkan pesan atau informasi internal langsung melalui lock screen perangkat.
Dengan demikian, layar yang biasanya hanya menjadi ruang menunggu sebelum laptop digunakan juga dapat berfungsi sebagai media komunikasi organisasi.
Gambar-gambarnya sendiri diambil dari koleksi Bing, mesin pencari milik Microsoft, yang bertugas mengurasi dan mendistribusikan foto-foto tersebut ke jutaan perangkat Windows di seluruh dunia.
Bukan cuma itu. Spotlight juga diam-diam menyelipkan tips dan fun fact soal produk-produk Microsoft. Bisa dibilang, ini jadi cara halus Microsoft untuk mempromosikan fitur mereka sendiri. Tanpa terasa seperti iklan yang mengganggu.
Uniknya lagi, ternyata di balik sistem ini ada beberapa fakta menarik yang mungkin tidak pernah terpikirkan olehmu sebelumnya. Dan melalui artikel ini, MOSTEAM ingin mengajak kamu untuk sama-sama melihat lebih dalam soal fakta menarik di balik Windows Spotlight.
Semoga kamu tercerahkan dengan fakta-fakta menarik ini, ya!
(BACA JUGA: Rekomendasi Kota Seni di Dunia untuk Trip Estetik)
KUIS GEOGRAFI YANG TIDAK DISADARI
Setiap kali kedua mata termanjakan dengan visual yang dilihat, Microsoft sebetulnya diam-diam sedang mengetes rasa penasaran kamu mengenai ilmu geografi. Kira-kira kamu bisa menebak atau tidak? Apa yang terlihat di foto itu atau di mana foto tersebut diambil?
Namun, Microsoft juga tidak se-strict itu. Karena kalau kamu perhatikan, di pojok layar ada tulisan “Like what you see?”. Kalau kamu klik, akan muncul penjelasan detail soal lokasi foto itu diambil.
HAMPIR TIDAK PERNAH ADA FOTO MANUSIA
Coba perhatikan baik-baik. Hampir semua foto di Windows Spotlight nyaris tidak pernah menampilkan sosok manusia secara jelas.
Kemungkinan besar ini disengaja, supaya tampilannya tetap terasa netral dan timeless, tanpa risiko ada orang yang tiba-tiba “viral” karena wajahnya muncul di lock screen jutaan laptop di seluruh dunia tanpa persetujuan.
MICROSOFT TIDAK PUNYA TIM FOTOGRAFER SENDIRI
Banyak yang mengira Microsoft punya semacam tim fotografer khusus yang keliling dunia demi memotret pemandangan-pemandangan indah ini. Faktanya, mereka tidak punya tim fotografer resmi sama sekali.
Mayoritas foto yang muncul di Windows Spotlight didapat dari agensi stock photo besar seperti Getty Images, yang menyediakan foto royalty-free dari para fotografer profesional di seluruh dunia.
BANYAK FOTOGRAFER BERHARAP TERLIBAT
Ini mungkin jadi salah satu fakta yang paling menarik.
Karena tidak punya fotografer sendiri dan mengambil foto-fotonya dari agensi stock photo, ada banyak fotografer profesional yang “curhat” di forum resmi Microsoft, menanyakan bagaimana caranya agar karya mereka bisa masuk Windows Spotlight.
Sayangnya, Microsoft tidak menyiapkan portal submission khusus dan permanen untuk ini. Pada akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan berharap kalau foto yang mereka jepret akan terpilih secara random oleh tim kurasi Bing.
SESEKALI ADA “CASTING CALL” MISTERIUS UNTUK PUBLIK
Meskipun tidak menyiapkan portal submission khusus, Bing beberapa kali pernah membuka kontes foto dengan tema tertentu untuk masyarakat umum. Misalnya, Earth Day atau Summer Travel.
Sayangnya, kontes semacam ini sifatnya musiman dan tidak reguler. Jadi, bisa dibilang kompetisi ini adalah kesempatan langka yang periodenya pun tidak pasti. Alias belum tentu terjadi dalam kurun waktu setahun sekali.
(Rendy Aditya, foto: support.microsoft.com)
