Di Indonesia, kita lebih mengenal momen ini sebagai Imlek atau Tahun Baru Cina. Alasannya adalah karena di Indonesia, masyarakat yang merayakan tahun baru ini adalah masyarakat keturunan Cina.
Padahal, nama asli dari momen tahun baru ini adalah Lunar New Year. Lunar New Year sendiri adalah perayaan tahun baru yang mengikuti kalender bulan. Bukan kalender Masehi seperti tahun baru pada tanggal 31 Desember dan 1 Januari.
Namun, karena kalender ini berasal dari budaya Cina kuno, banyak negara di Asia, terutama yang menganut perhitungan kalender bulan, mengadaptasinya ke budaya masing-masing. Artinya, bukan cuma Cina yang merayakan budaya ini. Tetapi juga beberapa negara lain.
KOREA SELATAN

(Foto: flickr.com/photos/koreanet)
Negara pertama yang merayakan Lunar New Year selain Cina adalah Korea Selatan. Di Korea Selatan, tahun baru ini disebut dengan nama Seollal. Tradisinya mirip dengan Lebaran.
Di mana semua anggota keluarga akan pakai pakaian tradisional Korea Selatan yakni hanbok, kemudian anggota keluarga yang lebih muda akan melakukan sebae atau sungkeman kepada orangtua dan orang tua.
Setelah itu, mereka akan makan makanan khas Seollal, yakni sup kue beras atau tteokguk. Masyarakat Korea Selatan percaya bahwa tteokguk adalah makanan yang mampu memperpanjang umur.
Kemudian untuk menambah kehangatan di tengah-tengah keluarga, biasanya mereka akan memainkan permainan tradisional. Seperti yutnori, jegichagi, juho dan neolttwigi. Selain itu, mereka juga biasa pergi ziarah ke makam para leluhur.
VIETNAM

(Foto: duongsrestaurant.com)
Negara kedua yang merayakan Lunar New Year selain Cina adalah Vietnam. Di Vietnam, tahun baru ini disebut dengan Tết. Tradisinya adalah masyarakat Vietnam akan menghias rumah mereka dengan hoa mai alias bunga kuning dan kumquat.
Mereka juga akan membersihkan altar leluhur, masak kue ketan berbentuk kotak alias bánh chưng, bagi-bagi lucky money alias angpao, serta tradisi mudik ke kampung halaman.
Saat Tết, banyak toko tutup selama berhari-hari. Karena semua orang fokus seratus persen pada keluarga. Makanya kalau lagi masa Lunar New Year, jangan pernah berkunjung ke Vietnam, ya. Karena kamu akan kesulitan untuk mencari makan atau melakukan kegiatan lainnya.
Selain Cina, Korea Selatan dan Vietnam, sebetulnya masih ada satu negara lagi yang merayakan Lunar New Year. Yakni Jepang. Namun, sejak tahun 1873, Pemerintah Jepang memutuskan untuk mengadopsi kalender Gregorian sebagai momen tahun baru mereka.
Keputusan ini terjadi di era Meiji Restoration saat Jepang ingin mengejar Barat dalam hal teknologi, ekonomi dan sistem pemerintahan. Selain itu, Jepang juga ingin membangun identitas nasional baru.
Secara historis, banyak budaya Jepang berasal dari Cina. Mulai dari sistem tulisan, kalender, filsafat dan masih banyak lagi. Sedangkan di era Jepang modern, mereka ingin berdiri sebagai negara mandiri. Bukan bayangan Cina. Karena itulah sejak itu mereka tidak lagi merayakan Lunar New Year.
(Kirana Putri, foto: people.com)
