MOSTROOPS, siapa di antara kalian yang suka banget makan cheesecake? Kalau ada, merapat sini! Karena kali ini, kita akan membahas lebih dalam soal cheesecake.
Dari sekian banyak jenis cheesecake, mana yang paling kamu suka? Basque burnt cheesecake? New York cheesecake? Japan cheesecake?
Sepotong cheesecake di New York terasa berbeda dengan yang ada di Tokyo, San Sebastián, atau Roma. Bukan hanya soal rasa, tapi juga soal cara tiap budaya memaknai dessert.
Mulai dari yang super creamy hingga yang ringan seperti awan, cheesecake adalah peta kecil tentang selera dunia. Tapi tahukah kamu? Kalau ternyata, setiap jenis cheesecake yang ada dibuat dengan bahan yang berbeda, lho!
Berikut adalah detailnya:
NEW YORK CHEESECAKE

(Foto: freepik.com/azerbaijan_stockers)
New York cheesecake memiliki rasa yang lebih creamy dan dense. Karena bahan utama untuk cheesecake ini adalah cream cheese, heavy cream atau sour cream, telur, gula dan Graham cracker crust.
Karena bahan-bahan ini, rasanya jadi super creamy, padat, berat dan rich. Ibaratnya, makan satu slice saja sudah bikin perut kenyang. Apalagi, porsi satu slice-nya biasanya besar.
Alasannya adalah karena warga New York super sibuk. Mereka mungkin tidak sempat makan berat karena aktivitasnya yang padat. Karena itu satu slice cheesecake, bisa jadi makanan pengganti untuk mereka.
JAPANESE CHEESECAKE

(Foto: janetfletcher.com)
Cheesecake asal Jepang punya tekstur yang berbeda. Yakni lebih light dan fluffy. Rasanya seperti cloud cake. Japanese cheesecake dibuat dengan sedikit cream cheese, susu, banyak putih telur dan sedikit tepung.
Karena itu, karakternya jadi super ringan, fluffy, jiggly dan tidak manis. Hal ini ternyata sangat terkait dengan budaya lokal. Di mana masyarakat Jepang, suka makan dessert yang ringan, subtle dan tidak bikin enek. Karena itulah, cheesecake khas Jepang tidak berlemak demi tekstur dan rasa yang diinginkan.
BASQUE BURNT CHEESECAKE

(Foto: freepik.com/azerbaijan_stockers)
Beda lagi dengan cheesecake asal Spanyol yang dikenal dengan nama Basque burnt cheesecake. Meskipun tampilannya seperti gosong, rasanya tidak ada gosongnya sama sekali.
Basque burnt cheesecake, dibuat dengan bahan utama cream cheese, heavy cream, telur, gula dan tanpa crust. Karakter utamanya adalah bagian atasnya gosong, tetapi di dalamnya sangat creamy dan rustic. Tidak estetik sama sekali.
Alasan di balik lahirnya kue keju ini adalah karena warga Basque senang makan dessert yang rasanya bold dan enak, meskipun tampilannya tidak menarik. Karena itulah kue ini dipanggang pada suhu yang sangat panas dan disajikan tanpa hiasan.
ITALIAN CHEESECAKE

(Foto: feelingfoodish.com)
Italian cheesecake juga memiliki tekstur yang berbeda dengan cheesecake lain karena bahan bakunya sedikit berbeda. Italian cheesecake rasanya lebih light, terasa old school dan ada campuran budaya Mediterranean juga.
Bahan utama dari kue ini bukan cream cheese. Tetapi ricotta cheese. Itulah kenapa makanya, cheesecake ini juga sering disebut sebagai ricotta cheesecake. Bahan ini kemudian dicampur dengan telur, gula, lemon atau citrus zest dan terkadang dibuat menggunakan tepung almon.
Karena itu, tekstur dari cheesecake ini lebih kering, lebih ringan, fresh dan sedikit asam berkat lemon atau citrus zest itu tadi.
Masyarakat Italia suka makan dessert yang segar, namun bahan bakunya simple. Ricotta sendiri adalah jenis keju tradisional yang menjadi bahan konsumsi harian. Sehingga harganya murah. Hal inilah yang membuat Italian cheesecake dianggap sebagai dessert rumahan. Bukan dessert mahal.
(Annisa Putri, foto: freepik.com/wirestock)
