Dibuat dengan bujet kecil dan pemain yang nyaris tak dikenal, film underdog Cina ‘Dear You’ siap tayang di Eropa.
Di tengah dominasi franchise besar, film superhero dan produksi beranggaran tinggi, sebuah drama keluarga sederhana dari Cina justru berhasil mencuri perhatian industri film global.
Berjudul Dear You, film tersebut berkembang dari rilisan regional berskala kecil menjadi salah satu kejutan terbesar box office Cina tahun ini.
Disutradarai Lan Hongchun, Dear You mengisahkan seorang cucu yang terlilit utang dan pergi ke Thailand untuk mencari kakeknya yang selama ini dipercaya hidup sebagai orang kaya.
Namun pencarian tersebut justru membawanya pada rahasia keluarga yang telah lama terkubur, termasuk kisah pengorbanan, cinta dan surat-surat yang menghubungkan generasi keluarga yang terpisah oleh migrasi.
Film ini menggunakan surat remitan atau qiaopi sebagai benang merah cerita, sebuah bagian penting dari sejarah komunitas perantau Tionghoa di Asia Tenggara.
Yang membuat pencapaiannya semakin menarik adalah skala produksinya yang relatif kecil. Film berbahasa Teochew ini dibintangi sebagian besar aktor yang belum dikenal luas dan tidak didukung kampanye pemasaran besar.
Saat pertama kali tayang pada akhir April, performanya terbilang biasa saja. Namun berkat rekomendasi dari mulut ke mulut, jumlah penontonnya terus meningkat hingga akhirnya menduduki puncak box office harian Cina selama berminggu-minggu.
Hingga awal Juni, Dear You telah mengumpulkan pendapatan lebih dari RMB 1,5 miliar atau sekitar USD 220 juta atau sekitar IDR 3,9 triliun.
Angka tersebut menjadikannya salah satu film terlaris di Cina tahun 2026 dan bahkan berhasil melampaui sejumlah judul besar, termasuk beberapa film franchise dan produksi Hollywood yang dirilis pada periode yang sama.
Kesuksesan tersebut juga membuka jalan bagi ekspansi internasional. Distributor di Inggris dan Irlandia telah mengamankan hak edar film tersebut untuk perilisan bioskop pada akhir Juni, sementara perilisan di Prancis juga tengah dipersiapkan.
Langkah ini memperluas jangkauan film yang sebelumnya dianggap sangat lokal karena menggunakan dialek Teochew dan berakar kuat pada budaya Chaoshan di Guangdong, Cina.
Menurut sejumlah pengamat industri, keberhasilan Dear You menunjukkan bahwa cerita yang sangat spesifik secara budaya justru bisa memiliki daya tarik universal ketika disampaikan dengan emosi yang kuat.
Tema keluarga, kerinduan, pengorbanan dan hubungan antargenerasi menjadi faktor yang membuat film ini mudah diterima oleh berbagai kalangan penonton.
(BACA JUGA: Dokumenter Diddy yang Diproduksi 50 Cent Berpeluang Masuk ‘Emmy Awards’)
Fenomena Dear You juga menjadi kabar baik bagi sineas independen. Di saat industri film global semakin didominasi oleh IP besar dan sekuel, film ini membuktikan bahwa karya beranggaran kecil dengan cerita yang tulus masih mampu menemukan penontonnya.
Bahkan, dalam banyak kasus, justru mampu menciptakan dampak budaya yang jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Dengan perjalanan yang masih terus berlanjut di pasar internasional, Dear You berpeluang menjadi salah satu kisah sukses paling menarik dari industri perfilman Asia tahun ini.
Dari film lokal berbahasa daerah hingga fenomena box office nasional, perjalanannya menjadi pengingat bahwa cerita yang menyentuh hati sering kali mampu melampaui batas bahasa dan budaya.
(Annisa Larasati, foto: hollywoodreporter.com)
