Sebagai penggemar K-Pop, kalian pasti tahu dong kalau setiap anggota grup K-Pop punya fungsi atau tugas masing-masing. Mulai dari lead vocal, lead rapper, lead dancer, sampai center atau visual dan leader.
Fungsi dan tugas ini dimiliki oleh hampir semua grup K-Pop. Kecuali grup-grup berikut ini. Karena sejak debut, grup ini tidak ada leader-nya. Bahkan ada beberapa grup lain yang awalnya punya leader, tetapi karena satu dan lain hal sekarang tidak punya.
Kira-kira apa saja grup yang dimaksud? Langsung cek nama-namanya di bawah ini! Apakah ada grup favorit kamu?
BLACKPINK

(Foto: soompi.com)
Grup K-Pop pertama yang tidak memiliki leader sejak debut adalah BLACKPINK. YG Entertainment, selaku agensi yang menaungi BLACKPINK, sejak awal memang membangun konsep di mana empat anggota BLACKPINK, yakni Jisoo, Jennie, Rosé dan Lisa, memiliki kekuatan yang rata.
Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Semuanya sama. Jika grup ini ada leader, maka secara otomatis tercipta hierarki di dalam grup. Sedangkan YG tidak mau hal itu terjadi.
Melalui BLACKPINK, YG ingin leader muncul secara natural saja. Jisoo sering jadi unofficial leader karena ia adalah anggota tertua. Tetapi anggota yang lain juga sering mengambil posisi ini. Misalnya, Jennie sering menjadi spokesperson di grup.
Begitu juga dengan Rosé dan Lisa yang terkadang jadi take the lead ketika diwawancarai oleh media. Jadi, posisi leader di BLACKPINK datang tergantung pada situasinya.
Selain itu, karena tujuan bisnis yang dibebankan pada BLACKPINK, YG Entertainment tidak mau memberikan beban tambahan kepada para anggota karena mengemban tugas sebagai leader. Sehingga lebih sehat secara mental karena beban yang ada terbagi ke empat anggota, bukan berpusat pada satu anggota saja.
RIIZE

(Foto: people.com)
Grup K-Pop kedua yang juga tidak punya leader sejak debut adalah RIIZE. Grup asuhan SM Entertainment ini debut pada tahun 2023 dengan tujuh anggota. Mereka adalah Shotaro, Sungchan, Eunseok, Wonbin, Sohee, Seunghan dan Anton. Namun, setahun kemudian, Seunghan memutuskan keluar dari grup karena permasalahan yang melibatkan dirinya.
Sejak awal debut, SM Entertainment mengumumkan bahwa grup ini tidak punya leader. Alasannya adalah karena konsep RIIZE itu adalah “Growth Team”. Artinya, SM ingin setiap anggota RIIZE itu tumbuh bersama, bukan grup yang sudah matang sejak debut.
Kalau ada leader di grup, kesan yang muncul adalah satu orang dewasa, sisanya ikut. Itulah kenapa makanya, RIIZE adalah grup yang cara kerjanya kolaboratif. Semua orang punya hak suara yang sama.
Selain itu, setiap anggota RIIZE punya pengalaman yang kurang lebih sama. Karena masa trainee mereka mirip-mirip. Karena hal inilah, makanya SM berpikir lebih baik RIIZE tidak ada leader, sehingga setiap anggota punya kesempatan yang sama dalam bertumbuh.
Namun, sama seperti Jisoo di BLACKPINK, RIIZE juga punya unofficial leader. Yakni Shotaro. Alasannya adalah karena ia anggota tertua di grup, sehingga para anggota RIIZE sering kali mendengarkan Shotaro.
KARD

(Foto: koreaherald.com)
Grup K-Pop berikutnya yang juga tidak punya leader sejak debut adalah KARD. KARD adalah grup yang unik karena co-ed. Artinya, grup ini beranggotakan perempuan dan laki-laki. Perbedaan jenis kelamin inilah yang membuat agensi mereka, yakni DSP, tidak memberikan posisi leader kepada salah satu anggota.
Karena kalau posisi leader diberikan kepada anggota laki-laki, maka akan timbul perasaan dominan. Sedangkan kalau perempuan, akan dianggap tidak biasa di industri. Jadi lebih baik tidak ada leader.
Di sisi lain, konsep KARD sendiri memang collective team. Mereka sering diposisikan sebagai dance crew dan creative team. Plus, sama seperti BLACKPINK, kepemimpinan di grup sudah terjadi secara natural.
Di mana BM sering menjadi spokesperson di kancah internasional karena ia fasih berbahasa Inggris. Sementara kalau aktivitas di Korea Selatan, spokesperson-nya adalah Somin.
Namun, kalau bicara teknis performance, J.Seph dan Jiwoo adalah anggota yang take the lead. Dan ternyata sistem ini membuat hubungan keempatnya jadi lebih sehat alias minim konflik.
2PM

(Foto: kpop.fandom.com)
Grup K-Pop keempat yang tidak punya leader adalah 2PM. Grup yang debut di generasi dua ini awalnya beranggotakan tujuh orang. Mereka adalah Jay Park, Jun. K, Nickhun, Taecyeon, Junho, Wooyoung dan Chansung.
Tadinya, grup ini punya leader, yakni Jay Park. Namun, pada tahun 2009 Jay Park memutuskan keluar dari grup karena permasalahan yang melibatkan dirinya. Sejak itu, 2PM melanjutkan aktivitas dengan enam anggota.
JYP Entertainment, selaku agensi yang menaungi 2PM, memutuskan untuk tidak mengganti posisi leader di dalam grup pasca Jay Park keluar. Namun secara tidak resmi, Jun. K sebagai anggota tertua sering mengambil posisi sebagai leader.
IKON

(Foto: ikonics.fandom.com)
Grup K-Pop kelima yang tidak punya leader adalah iKON. Sama seperti 2PM, awalnya iKON punya leader, yakni B.I. Tetapi di tahun 2019, B.I memutuskan keluar dari grup dan agensi yang menaunginya, yakni YG Entertainment, karena terseret kasus narkoba.
Sejak itu, YG Entertainment tidak mengganti posisi leader di iKON. Sehingga, setiap anggota, yakni Jinhwan, Bobby, Yunhyeong, Donghyuk, Junhoe dan Chanwoo, secara kolektif mengambil posisi leader jika dibutuhkan. Tetapi, secara tidak resmi, iKON mempercayakan posisi leader kepada Jinhwan sebagai anggota tertua di grup.
F.T. ISLAND

(Foto: koreajoongangdaily.joins.com)
Grup K-Pop terakhir yang juga tidak punya leader adalah band F.T. Island. Sama seperti 2PM dan iKON, awalnya F.T. Island juga punya leader. Yakni Choi Jong Hoon. Namun, pada tahun 2019, ia harus keluar dari grup karena terlibat dalam skandal besar di Korea Selatan.
Sejak itu, posisi leader tidak resmi di F.T. Island secara otomatis digantikan oleh Lee Hong Gi yang juga vokalis dari grup.
(Kirana Putri, foto: k-ennews.com)
