Selama bulan suci Ramadan, menyetok bahan baku di rumah adalah kunci agar bisa santap sahur dan berbuka dengan nyaman. Sayangnya, tidak semua bahan baku tahan lama. Salah satunya adalah sayur-sayuran.
Padahal, mengonsumsi serat seperti sayuran selama bulan Ramadan sangat penting untuk tubuh. Karena itu, berikut ini MOSTEAM ingin membagikan cara menyimpan sayur biar tahan lama.
Cara ini bukanlah tips tanpa dasar. Melainkan sudah sesuai dengan food science, yang diungkap di beberapa situs. Seperti United States Department of Agriculture, University of California Davis Postharvest Technology Center, Penn State Extension, hingga Mayo Clinic.
Namun, sebelum kita membahas tentang cara menyimpan sayur biar tahan lama, sebaiknya kita ketahui dulu apa saja penyebab sayur cepat rusak?
Sayuran itu adalah makhluk hidup yang unik. Setelah dipanen, tetap ada aktivitas biologis di dalamnya yang berjalan. Karena itu, setiap sayur yang kita beli terus bernapas menggunakan oksigen, melepaskan etilen atau gas yang mempercepat kematangan, hingga kehilangan air atau dehidrasi.
Karena itu, dibandingkan dengan bahan baku lainnya, sayur lebih cepat membusuk. Terutama kalau disimpannya di suhu, kelembapan, atau sirkulasi udara yang tidak tepat.
CARA MENYIMPAN SAYUR BIAR TAHAN LAMA
Prinsip utama penyimpanan sayur itu memang berbeda-beda berdasarkan jenisnya. Tetapi pada umumnya, cara menyimpan sayur biar tahan lama adalah:
- Suhu harus tetap konsisten
- Kelembapan tinggi diperlukan
- Hindari sinar Matahari langsung
- Pisahkan dari buah yang mengeluarkan etilen
- Jangan disimpan dengan air berlebih
Namun untuk detailnya adalah sebagai berikut:
- Simpan di kemari es dengan suhu 4–7 derajat Celsius. Ketika disimpan di dalam udara super dingin, mampu memperlambat respirasi dan pertumbuhan mikroba. Namun, sistem ini tidak berlaku pada jenis sayur yang sensitif terhadap suhu dingin. Seperti kentang misalnya.
- Selain itu, kamu juga bisa menyimpan sayur di dalam laci khusus atau crisper drawer.
- Pasang wadah yang dilengkapi dengan pengatur kelembapan dan jangan sering-sering dibuka. Hanya buka jika ingin dimasak.
CARA MENYIMPAN SAYUR BIAR TAHAN LAMA BERDASARKAN JENISNYA
Sebagai tambahan, berikut ini ada cara menyimpan beberapa jenis sayur biar tahan lama berdasarkan jenisnya.
Sayur Daun (Bayam, Sawi, Selada)
Sayur daun adalah jenis sayuran yang cepat layu karena kehilangan air. Cara menyimpannya adalah dengan membungkusnya dengan kertas tisu lembap, memasukkan ke dalam ziplock, lalu menyimpan di crisper.
Selain itu, sebelum disimpan, jangan dicuci. Karena tidak tahan air, ketika bertemu air, sayuran ini akan cepat busuk. Cucilah sayur ketika hendak dikonsumsi.
Mentimun dan Zucchini
Beda lagi dengan sayuran ini. Mentimun dan zucchini suka kelembapan, tapi sensitif jika suhu terlalu dingin. Karena itu, ketika disimpan di kulkas, pastikan untuk meletakkannya di chiller. Kemudian pastikan wadah tidak terlalu rapat. Sedikit rongga untuk sirkulasi udara membantu mentimun dan zucchini jadi lebih tahan lama.
Umbi-umbian
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pada sayuran jenis umbi seperti kentang, ubi, atau singkong, suhu lebih hangat dan stabil, membantu mencegah rasa manis yang berlebih. Ketika rasa manis di dalam umbi bertambah, maka akan mempercepat proses pembusukan.
Jadi, cara terbaik untuk menyimpannya adalah menyimpannya di tempat yang gelap, kering, dan dilengkapi dengan sirkulasi udara yang baik. Jangan simpan di kulkas atau di dalam plastik yang rapat.
Wortel dan Lobak
Beda lagi dengan wortel dan lobak. Jenis sayuran ini suka kelembapan yang tinggi. Sehingga, cara menyimpannya yang tepat adalah menyimpannya di dalam wadah yang dilapisi dengan tisu masak. Setelah itu, simpan di dalam kulkas.
Sebagai tips, kalau masih ada daunnya, pastikan untuk potong dulu ya. Karena daun menarik air dari akar, sehingga bisa mempercepat proses pembusukan.
Jagung Manis
Beda lagi dengan jagung manis. Simpan di dalam plastik berlubang dan wajib dimasak dalam 1-2 hari.
Paprika dan Cabai
Paprika dan cabai adalah jenis sayur yang relatif tahan lama. Simpan saja di dalam wadah lalu masukkan ke kulkas. Tidak perlu dibungkus rapat. Paprika dan cabai bisa tahan hingga seminggu, bahkan lebih.
(Annisa Larasati, foto: freepik.com/freepik)
