Ada satu fase dalam perjalanan gaya berpakaian seseorang ketika fast fashion mulai terasa kurang memuaskan. Bukan karena tiba-tiba ingin tampil serba mewah, tetapi karena mulai muncul keinginan untuk memiliki sesuatu yang terasa lebih “niat”.
Misalnya sebuah tas dengan desain yang lebih matang, sepatu yang kualitasnya terasa berbeda, atau aksesori yang bisa dipakai bertahun-tahun tanpa terasa usang. Di titik inilah banyak orang mulai mengenal apa yang sering disebut sebagai entry-level fashion brands.
Brand-brand ini sering menjadi pintu pertama untuk masuk ke dunia fashion yang lebih premium, tanpa harus langsung melompat ke rumah mode besar dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Dengan desain yang lebih refined dan kualitas yang biasanya lebih baik dibanding fast fashion, kategori ini sering dianggap sebagai langkah awal untuk membangun wardrobe yang lebih matang.
Jika ingin mulai menjelajahi dunia fashion yang sedikit lebih elevated, beberapa brand berikut sering menjadi pilihan pertama bagi banyak orang.
APA ITU ENTRY FASHION BRAND?
Dalam industri fashion, istilah entry-level luxury atau accessible luxury merujuk pada brand yang menawarkan desain dan kualitas premium tetapi dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan rumah mode high luxury.
Brand di kategori ini biasanya berada di tengah antara fast fashion dan high luxury fashion houses seperti Chanel, Louis Vuitton, Dior dan lain sebagainya.
Tujuannya adalah memberi kesempatan pada konsumen untuk masuk ke dunia fashion yang lebih premium tanpa harus langsung membeli produk yang sangat mahal.
Entry-level luxury biasanya menawarkan kualitas bahan yang bagus, desainnya juga lebih refined, serta identitas brand yang kuat.
KENAPA BANYAK ORANG MULAI DARI ENTRY-LEVEL FASHION BRAND?
Ada beberapa alasan kenapa kategori ini populer, terutama di kalangan generasi muda.
Jembatan Antara Fast Fashion dan Luxury
Entry-level brands berfungsi sebagai bridge antara brand mass-market dan rumah mode kelas atas.
Artinya, seseorang bisa mulai membangun style yang lebih polished tanpa langsung mengeluarkan biaya besar.
Lebih Realistis Secara Finansial
Produk entry-level biasanya dijual dengan harga yang lebih terjangkau namun tetap membawa prestige brand. Hal ini membuat konsumen bisa menikmati experience luxury dalam skala lebih kecil. Misalnya, lewat aksesori atau tas.
Cara Membangun Wardrobe yang Lebih Matang
Banyak fashion editor menyarankan kalau mau memulai pakai entry-level brand, bisa dimulai dari item klasik seperti tas, sepatu, sunglasses, atau small leather goods. Karena item-item ini sering menjadi signature piece dari sebuah brand.
REKOMENDASI ENTRY-LEVEL FASHION BRAND
Kalau kamu mau mencoba pakai entry-level fashion brand tapi masih bingung, kira-kira brand apa yang bagus? Berikut adalah beberapa brand yang MOSTEAM rekomendasikan:
- Coach
- Michael Kors
- Tory Burch
- Kate Spade
- Longchamp
- Marc Jacobs
Brand-brand ini sering disebut sebagai entry point ke dunia luxury fashion karena masih menawarkan kualitas dan identitas desain yang kuat dengan harga yang relatif lebih accessible.
(Kirana Putri, foto: freepik.com/svetlanasokolova)
