Beberapa hari ini hujan terus turun membasahi beberapa wilayah di Indonesia. Akibatnya, beberapa dari kamu mungkin mengalami gangguan kesehatan seperti flu atau batuk.
Tidak berpuasa saja, menjaga kesehatan di musim hujan punya tantangan tersendiri. Apalagi saat berpuasa. Karena itu, berikut ini MOSTEAM ingin membagikan beberapa tips yang bisa kamu perhatikan agar imunitas tubuh tetap terjaga selama berpuasa di musim hujan.
Namun, sebelum kita membahas apa saja tipsnya, sebaiknya kita bahas dulu kenapa saat berpuasa tubuh jadi lebih rentan terhadap gangguan kesehatan, khususnya di musim hujan.
PENYEBAB IMUN TUBUH RENTAN SAAT BERPUASA DI MUSIM HUJAN
Selama puasa, tubuh mengalami perubahan pada pola makan, hidrasi dan jam tidur. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi sistem imun.
Menurut Cleveland Clinic, sistem kekebalan tubuh sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti nutrisi, hidrasi, kualitas tidur dan aktivitas fisik.
Di musim hujan, risiko infeksi seperti flu juga meningkat karena virus pernapasan lebih mudah menyebar ketika orang lebih sering berada di ruang tertutup dan kondisi tubuh menurun.
TIPS MENJAGA IMUN TUBUH SAAT BERPUASA DI MUSIM HUJAN
Pastikan Asupan Nutrisi Seimbang Saat Sahur dan Berbuka
Sahur dan berbuka sebaiknya mengandung kombinasi protein, karbohidrat kompleks, sayur dan buah, serta lemak sehat.
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, pola makan seimbang membantu tubuh menghasilkan sel imun yang lebih kuat.
Makanan yang mendukung imun antara lain:
- Buah kaya vitamin C
- Sayuran hijau
- Kacang-kacangan
- Ikan berlemak.
Tetap Terhidrasi dengan Baik
Dehidrasi dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem imun. Menurut Mayo Clinic, cairan membantu tubuh untuk menjaga fungsi organ dan mendukung sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi.
Selama Ramadan, pola minum yang sering disarankan adalah metode 2-4-2:
- 2 gelas saat berbuka
- 4 gelas di malam hari
- 2 gelas saat sahur.
Jangan Abaikan Waktu Tidur
Perubahan jadwal makan dan ibadah malam sering membuat waktu tidur berkurang selama Ramadan. Padahal menurut Sleep Foundation, kurang tidur dapat menurunkan respons imun dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi seperti flu.
Idealnya, orang dewasa tetap mendapatkan 7–9 jam tidur per hari, meskipun bisa dibagi antara malam dan tidur siang singkat (jika memungkinkan).
Tetap Bergerak dengan Olahraga Ringan
Aktivitas fisik ringan membantu menjaga sistem imun tetap aktif. Menurut World Health Organization, olahraga moderat dapat meningkatkan sirkulasi sel imun dalam tubuh.
Selama Ramadan, waktu yang disarankan untuk berolahraga adalah setelah berbuka atau menjelang berbuka dengan intensitas ringan.
Konsumsi Makanan Hangat dan Kaya Antioksidan
Di musim hujan, makanan hangat dapat membantu tubuh tetap nyaman sekaligus memberi nutrisi penting. Beberapa pilihan yang baik misalnya sup ayam, jahe, madu dan teh herbal.
Beberapa bahan tersebut diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang mendukung sistem imun.
Jaga Kebersihan dan Hindari Penularan Virus
Karena flu dan infeksi pernapasan lebih mudah menyebar saat musim hujan, maka penting untuk rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Menurut World Health Organization, kebersihan tangan merupakan salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyebaran virus.
Intinya, imun tubuh terganggu saat puasa bukan karena momen puasanya. Tetapi karena pola hidup yang berubah. Maka dari itu, ikuti tips di atas agar imun tubuhmu tetap terjaga selama berpuasa, khususnya di musim penghujan seperti sekarang ini.
(Annisa Larasati, foto: freepik.com/drazen zigic)
