Selama puluhan tahun, jika bicara soal kota terindah di Asia Tenggara, Bali sudah pasti masuk sebagai salah satunya. Karena memang mau seindah apa pun, kota-kota lain tidak ada yang bisa mengalahkan keindahan Bali.
Tapi sayangnya, tahun ini gelar tersebut pupus. Menurut situs CN Traveler, Bali tidak lagi masuk sebagai salah satu kota terindah di Asia Tenggara. Karena dari sepuluh besar kota yang masuk ke dalam daftar, hanya ada empat kota dari Asia Tenggara.
Mereka adalah Chiang Mai, Hanoi, Luang Prabang dan Singapura. Melansir dari cntraveler.com, sebagian besar daftar adalah editorial selection. Bukan ranking berbasis data numerik seperti indeks ekonomi atau livability.
Jadi semuanya berdasarkan pengalaman dari tim editor atau kontributor di berbagai negara. Tujuannya bukan untuk menentukan yang paling indah secara absolut. Tetapi destinasi mana yang paling mengasyikkan untuk dikunjungi sekarang.
Ketika media pariwisata menilai kota paling indah, biasanya yang dilihat adalah lanskap kota, pegunungan, sungai, danau, old town, arsitektur, kuil atau heritage buildings, skyline unik, urban atmosphere, walkability, street life, sampai budaya kafe.
Selain itu kota dengan identitas visual yang kuat juga menjadi faktor berikutnya. Media pariwisata sangat menyukai kota yang punya visual identity yang langsung dikenali.
Contohnya, Chiang Mai punya kuil emas dan gunung, Hanoi punya Danau Hoan Kiem dan jalanan kolonial, Luang Prabang punya kuil emas dan Sungai Mekong, Singapura punya Marina Bay Skyline.
Kota yang mudah dikenali secara visual, biasanya lebih sellable dalam storytelling travel.
Tidak hanya itu. Tren travel global juga turut memengaruhi penilaian ini. Misalnya, Chiang Mai sedang populer sebagai digital nomad hub. Hanoi sedang populer karena booming food tourism. Luang Prabang populer sebagai destinasi slow travel. Sedangkan Singapura populer sebagai destinasi wisata urban design.
Jadi, meskipun tidak ada kota di Indonesia yang masuk, bukan berarti jelek. Tapi mungkin karena beberapa penilaian yang dilakukan, membuat kota-kota di Indonesia belum memenuhi syarat saja.
(Annisa Larasati, foto: freepik.com/tawatchai07)
