MOSTROOPS, apakah ada di antara kamu yang merasakan hal ini? Memutuskan untuk mengganti produk sampo dengan yang lebih “sehat”, atas dasar ingin menjaga kesehatan kulit kepala dan rambut. Tetapi justru membuat kulit kepala mudah gatal dan berketombe?
Kemudian kamu mulai berpikir. Ini betul sehat apa tidak sih? Kok efeknya malah bikin kulit kepala dan rambut jadi lebih buruk dari sebelumnya? Ternyata, hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Tetapi ada penjelasannya secara medis, lho!
SULFATE ADALAH BAHAN PEMBERSIH YANG KUAT
Melansir dari healthline.com, bahan seperti Sodium Lauryl Sulfate dan Sodium Laureth Sulfate adalah surfaktan yang berfungsi mengangkat minyak serta kotoran dari rambut dan kulit kepala.
Menurut penjelasan dermatologi, sulfat memberikan deep cleansing effect pada rambut dan juga menghasilkan busa yang kita kenal pada sampo. Karena itu, ketika sampo tidak memakai sulfat, daya bersihnya bisa lebih ringan.
Pada sebagian orang, minyak atau residu produk bisa menumpuk di kulit kepala. Inilah yang kemudian memberikan efek gatal dan munculnya ketombe di kepala.
KETOMBE BERKAITAN DENGAN JAMUR ALAMI DI KULIT KEPALA
Sebagian besar ketombe sebenarnya terkait dengan pertumbuhan berlebih jamur Malassezia. Jamur ini secara alami hidup di kulit manusia, tetapi bisa berkembang ketika kondisi kulit kepala mendukung.
Misalnya karena produksi minyak berlebih atau perubahan mikrobioma kulit kepala. Ketika jamur ini berkembang terlalu banyak, gejalanya bisa berupa gatal, flakes putih, hingga iritasi kulit kepala.
SAMPO ANTI-KETOMBE BIASANYA PUNYA BAHAN ANTIFUNGAL KHUSUS
Banyak sampo “clean” atau vegan tidak mengandung bahan aktif yang secara khusus melawan jamur penyebab ketombe.
Padahal dermatolog sering merekomendasikan bahan seperti zinc pyrithione, ketoconazole, serta selenium sulfide yang terbukti efektif mengurangi pertumbuhan Malassezia dan mengatasi ketombe.
Beberapa penelitian juga menunjukkan sampo dengan selenium sulfide atau ketoconazole dapat secara signifikan mengurangi ketombe dan rasa gatal pada kulit kepala.
KULIT KEPALA PUNYA “MICROBIOME” SEPERTI KULIT WAJAH
Penelitian dermatologi terbaru juga menunjukkan bahwa kesehatan kulit kepala sangat berkaitan dengan keseimbangan mikroorganisme di kulit kepala (scalp microbiome).
Ketika keseimbangan ini terganggu, misalnya karena minyak berlebih atau iritasi maka bisa muncul ketombe, gatal dan peradangan ringan.
KESIMPULAN
Jadi, kalau kamu adalah orang yang mengalami gangguan di kulit kepala pasca mengganti produk sampo ke yang versi clean, maka kemungkinan besar:
- Sampo yang kamu pakai terlalu mild untuk kulit kepala berminyak
- Ada buildup minyak atau produk rambut
- Jamur Malassezia jadi lebih aktif
Itu sebabnya beberapa dermatolog menyarankan rotasi sampo, misalnya:
- Sampo mild sehari-hari
- Sampo anti-ketombe 1–2 kali seminggu.
Dalam dunia dermatologi, “natural” atau “clean beauty” tidak otomatis berarti lebih cocok untuk semua orang. Banyak formula ini dibuat untuk kulit kepala sensitif atau kering, bukan untuk semua tipe scalp.
(Kirana Putri, foto: freepik.com/jcomp)
