Meskipun sudah 24 jam, tetapi kemeriahan Academy Awards 2026 masih terus jadi perbincangan. Mulai dari Michael B. Jordan yang berhasil membawa pulang piala Best Actor in a Leading Role, berkat perannya dalam film Sinners.
Selain Jordan, ada satu sosok lagi yang juga banyak diperbincangan di kalangan pecinta film. Ia adalah Ludwig Göransson.
Göransson adalah seorang musisi atau komposer asal Swedia yang saat ini, masih berusia 41 tahun. Namun, di usianya yang masih muda ini, ia sudah memenangkan Piala Oscar sebanyak tiga kali!
Göransson pertama kali memenangkan Piala Oscar pada tahun 2019 lewat lagu-lagu yang ia buat untuk film Black Panther. Kemudian di tahun 2024, ia kembali membawa pulang Piala Oscar berkat karya yang ia buat untuk film Oppenheimer.
Dua tahun kemudian tepatnya kemarin, Göransson kembali merebut Piala Oscar berkat lagu-lagu yang ia buat untuk film Sinners.
(BACA JUGA: Daftar Sineas yang Dilarang Terlibat di ‘Academy Awards’ Karena Kasus Pelecehan Seksual)
Pencapaian yang didapat oleh Göransson ini, berhasil menambah daftar komposer pemenang Best Original Score yang berhasil memenangkannya di usia sebelum 40 tahun. Dan bukan cuma satu, tapi tiga piala sekaligus!
Rekor tertinggi sampai saat ini masih dipegang oleh Prince, yang memenangkan Best Original Score pada tahun 1985 lewat film Purple Rain. Saat itu, usia Prince masih 26 tahun.
Göransson sendiri mulai dikenal publik saat bekerja sama dengan Childish Gambino. Dari situ, kualitas musiknya diakui dan dipercaya oleh sutradara Ryan Coogler untuk membuat scoring film Black Panther hingga memenangkan Piala Oscar untuk pertama kalinya.
Setelah itu, sutradara Christopher Nolan meliriknya dan mengajaknya bekerja sama untuk mengisi scoring di film Oppenheimer. Kemunculan nama Göransson di dalam film Nolan, sangat mencuri perhatian publik.
Karena ia, secara otomatis menggeser Hans Zimmer yang selama ini dikenal sebagai soulmate dari Nolan. Persis seperti Steven Spielberg dan John Williams. Artinya, karya yang dibuat oleh Göransson sangat istimewa. Karena kalau tidak, mana mungkin Nolan meliriknya?
(Kirana Putri, foto: elmundo.es)
