MOSTROOPS, pernah dengar istilah butterfly syndrome?
Melansir dari National Institute of Health, butterfly syndrome adalah sebuah gangguan kesehatan dengan nama lain dari Epidermolysis Bullosa. Yakni, sebuah gangguan yang membuat kulit sangat rapuh seperti sayap kupu-kupu. Karena itulah, gangguan ini disebut juga dengan nama butterfly syndrome.
Butterfly syndrome merupakan penyakit genetik langka yang membuat kulit mudah melepuh, robek, atau luka, meskipun penyebabnya hanya karena gesekan ringan. Secara medis, hal ini bisa terjadi karena ada masalah pada protein yang seharusnya merekatkan lapisan kulit.
Karena mutasi gen, lapisan kulit tidak terikat dengan kuat. Sehingga tekanan ringan saja bisa menyebabkan luka.
(BACA JUGA: Mengenal Hemiplegia, Gangguan Kesehatan yang Bikin Tubuh Lumpuh)
CIRI-CIRI BUTTERFLY SYNDROME
Ada beberapa hal yang menjadi ciri dari butterfly syndrome. Namun yang paling umum adalah kulit amat sangat mudah terluka dan melepuh. Luka sendiri bisa muncul di lapisan luar maupun dalam seperti mulut atau kerongkongan.
Pada kasus berat para penderita butterfly syndrome mengalami kesulitan saat makan atau bicara karena rasanya menyakitkan. Aktivitas sederhana seperti berjalan, memegang benda, bahkan juga bisa menyakitkan.
Selain itu ketika tubuh terluka, risiko untuk infeksinya juga tinggi. Bahkan luka-luka ini bisa meninggalkan luka kronis. Karena itu tubuh para penderita butterfly syndrome biasanya dibalut dengan perban hampir setiap hari agar tidak terluka.
APAKAH BUTTERFLY SYNDROME BISA DISEMBUHKAN?
Karena masuk ke dalam kategori penyakit genetik yang langka, maka butterfly syndrome belum bisa disembuhkan secara total. Namun, beberapa tahun terakhir dalam dunia medis sedang dikembangkan sebuah ilmu tentang terapi genetik.
Jika ilmu ini berhasil dikembangkan dan terbukti ampuh, maka para penderita butterfly syndrome bisa mendapat kesempatan untuk sembuh. Tetapi karena masih dalam tahap pengembangan, maka saat ini yang bisa dilakukan oleh penderita butterfly syndrome hanya menghindari hal-hal yang menyebabkan luka serta cara merawatnya.
Seperti membalut tubuh dengan perban, memperbaiki nutrisi, hingga obat baik minum maupun luar untuk merawat luka.
(Annisa Larasati, foto: today.com)
