Skin Tone Hair, Tren Warna Rambut untuk Musim Semi

Kalau beberapa tahun lalu warna rambut identik dengan sesuatu yang kontras, seperti highlight terang, blonde ekstrem, atau bahkan warna-warna eksperimental, sekarang arahnya justru berbalik.

Tren terbaru menunjukkan pergeseran yang lebih halus. Di mana warna tidak mencuri perhatian, tapi justru membuat wajah terlihat lebih terang. Dari sinilah konsep skin tone hair muncul. Di mana warna rambut dipilih bukan sekadar ikut tren, tapi menyesuaikan dengan warna dasar kulit kita sendiri.

APA ITU SKIN TONE HAIR?

Sesuai dengan namanya, tren warna rambut yang senada dengan warna kulit adalah tentang mencocokkan warna rambut kamu dengan warna kulit kamu. Perpaduan ini menciptakan efek yang mulus sekaligus meningkatkan penampilan kulit yang secara alami mencerahkan wajah.

KETAHUI WARNA DASAR KULIT KAMU

Sebelum mencoba skin tone hair, kamu tentu harus tahu dulu. Sebetulnya dasar warna kulit kamu itu apa? Kebanyakan orang mengkategorikan warna kulit dengan warna-warna yang umum. Misalnya kuning, putih, cokelat, sawo matang dan hitam.

Tapi lebih dari itu, sebetulnya kulit kita punya warna yang lebih spesifik atau disebut juga sebagai rona. Setelah mengetahui warna dasar dari kulit kamu apa, barulah kamu mencari warna rambut seperti apa yang sesuai dengan skin tone kamu.

Menurut penata rambut ternama Jacob Schwartz, rona dasar atau warna kulit dasar adalah fondasi dari semuanya. Kalau kamu mengabaikannya, maka warna rambut apapun tidak akan pernah tepat ketika dipadukan dengan kulit.

“Saya selalu memerhatikan kehangatan atau kesejukan pada klien saya. Dan mengetahui rona dasar bisa melengkapi hal tersebut,” katanya seperti yang dilansir dari Vogue.

(BACA JUGA: 5 Cara Memilih Parfum yang Tahan Lama)

Selain Schwartz, ada pula SherriAnn Cole yang juga penata rambut para selebriti, mengatakan bahwa ia selalu menyarankan kliennya untuk memilih rona yang berada dalam satu keluarga dengan warna kulit mereka, untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

“Misalnya warna rambut warm caramel cocok untuk warna kulit keemasan atau krem. Kemudian kalau champagne blond, cocok untuk kulit yang lebih terang. Sedangkan kalau dark brown, cocok untuk warna kulit yang lebih gelap.

Contohnya untuk salah satu klien saya yakni Margot Robbie. Saya menyarankan pakai warna rambut pirang keemasan, karena tidak terlalu kontras dengan warna kulitnya. Sehingga hasilnya sangat maksimal,” tuturnya.

Setelah membahas tentang warna rambut, selanjutnya muncul sebuah pertanyaan. Apakah kalau kita mewarnai rambut harus mewarnai alis juga?

Cole maupun Schwartz sepakat bahwa ia tidak pernah menyarankan kliennya untuk turut mengecat alis dengan warna yang sama dengan rambutnya. Tetapi, mereka memiliki pendekatan yang sama tentang apa yang harus dilakukan sebagai gantinya.

Yakni dengan mewarnai alis sedikit lebih gelap. Satu atau dua warna di bawah warna rambut. 

“Ini bukan tentang mencocokkan, tetapi lebih tentang keseimbangan. Jika semuanya identik, Anda akan kehilangan dimensi. Dan penampilan secara keseluruhan justru akan terlihat datar alias biasa-biasa saja,” kata Schwartz.

(Annisa Larasati, foto: vogue.com)

Share