Minggu lalu, sebuah video yang memperlihatkan anggota grup K-Pop TXT yakni Soobin, melakukan perjalanan liburan ke Filipina viral di kalangan penggemar.
Sayangnya, keviralan ini bukan karena sesuatu yang baik. Melainkan karena hal yang tidak baik. Jadi di video tersebut, terlihat Soobin sedang melakukan perjalanan liburan ke Cebu, Filipina bersama dengan temannya.
Saat sampai di bandara, ia dan temannya memutuskan untuk naik taksi guna pergi ke sebuah lokasi wisata. Soobin sebelumnya sudah memeriksa bahwa ongkos taksi untuk pergi ke lokasi tujuannya kurang lebih PHP 300 atau sekitar IDR 85 ribu.
Namun sang supir taksi enggan menyalakan argo dan menembak harga PHP 500 atau sekitar IDR 141 ribu. Awalnya Soobin dan temannya menolak. Tapi setelah adu mulut beberapa saat, mereka akhirnya setuju. Naiklah mereka berdua ke dalam taksi.
Sayangnya, selama di perjalanan sang supir taksi mangkir dari kesepakatan yang telah mereka buat. Dengan seenaknya ia tiba-tiba menaikkan harga menjadi PHP 1,000 atau sekitar IDR 283 ribu. Alasannya adalah karena biaya bahan bakar sedang tinggi.
Alasan yang diberikan oleh sang supir taksi sebetulnya bisa diterima. Karena memang saat ini beberapa negara di Asia Tenggara sedang kesulitan bahan bakar karena efek peperangan yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat. Tidak terkecuali Filipina.
Tetapi, dengan alasan apa pun tidak sepatutnya ia bertindak seperti itu kepada siapa pun. Apalagi warna negara asing yang ingin berlibur ke sana. Karena tindakannya ini bisa meninggalkan kesan yang negatif tentang Filipina.
(BACA JUGA: Keluar dari NCT dan SM Entertainment, Beberapa Hal Ini Diduga Jadi Alasan Mark Lee)
Tepat setelah video tersebut diunggah di YouTube resmi TXT, beragam reaksi langsung muncul dari masyarakat. Tidak hanya penggemar baik dalam maupun luar negeri, tetapi juga sampai masuk ke pemberitaan internasional.
Melansir dari situs scmp.com, karena efeknya sebegini besar, Badan Pengaturan dan Perizinan Transportasi Darat Filipina yang ada di bawah Departemen Transportasi, langsung memerintahkan supir taksi untuk menyerahkan plat nomor taksinya dan diskors selama 30 hari.
“Supir taksi tersebut menggunakan tarif yang berlebihan dan sengaja tidak menggunakan argo selama perjalanan. Ini adalah aksi pelanggaran serius yang mencoreng kehormatan negara di mata masyarakat internasional,” kata perwakilan dari badan tersebut.
Lebih lanjut ia mengatakan, sang supir nantinya akan diinvestigasi lebih dalam. Kalau hasilnya ternyata lebih parah dari apa yang dibayangkan, maka ia bisa terancam tuntutan pidana dan penyitaan kendaraan.
Selain itu, Kepala Kepolisian Nasional Filipina yakni Jenderal Jose Melencio Nartatez Jnr, memerintahkan penindakan nasional terhadap pengemudi taksi yang dituduh menaikkan tarif secara berlebihan kepada penumpang.
Pihak berwenang mengaku telah melakukan mobilisasi untuk memantau pusat-pusat transportasi, khususnya bandara. Supaya kejadian semacam ini tidak terjadi lagi.
(Annisa Larasati, foto: nme.com)
