Dari burnout, trauma, hingga personality disorder, drama-drama ini tidak hanya menghibur, tapi juga menyentuh bagian terdalam dari dirimu.
Bicara soal K-Drama, yang pertama kali terbayang di benak banyak orang mungkin adalah adegan hujan yang dramatis, tatapan mata yang penuh arti, atau kisah cinta yang bikin susah tidur.
Dan memang, romansa sudah lama menjadi jantung dari industri drama Korea. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, ada pergeseran yang menarik untuk dicermati. Di balik kisah-kisah percintaan yang tetap mendominasi, semakin banyak K-Drama yang berani mengangkat cerita lain.
Cerita yang lebih sunyi, lebih personal dan justru lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari yang sesungguhnya. Cerita tentang manusia yang kelelahan, yang diam-diam berjuang, yang tampak baik-baik saja di luar, padahal di dalam sedang berantakan.
Tanpa banyak keributan, K-Drama perlahan menjadi salah satu medium paling jujur untuk membicarakan sesuatu yang selama ini sering kita hindari. Yaitu kesehatan mental.
Konteks di balik tren ini tidak bisa dipisahkan dari realita Korea Selatan itu sendiri. Menurut data Statista, Korea Selatan tercatat sebagai negara dengan angka bunuh diri tertinggi di antara negara-negara anggota OECD. Dan bunuh diri, menjadi penyebab kematian utama bagi penduduk berusia 10 hingga 39 tahun di sana.
Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan, 32,7 persen laki-laki dan 22,9 persen perempuan melaporkan pernah mengalami gejala penyakit mental setidaknya satu kali dalam hidup mereka.
Depresi dan kecemasan, bersama tekanan finansial, diidentifikasi sebagai faktor-faktor utama yang berkontribusi pada tingginya angka tersebut dan hampir separuh responden dalam sebuah survei mengaku mengalami stres berat sebagai masalah kesehatan mental yang paling umum mereka rasakan.
Di tengah tekanan sosial yang begitu tinggi mulai dari persaingan akademis, budaya kerja yang keras, hingga stigma terhadap mereka yang “tidak kuat”, tidak mengherankan jika tema-tema ini akhirnya menemukan jalannya ke layar kaca.
K-Drama akhirnya menjadi ruang yang aman untuk membicarakan hal-hal yang di kehidupan nyata masih sering dibungkam dan hasilnya adalah deretan drama yang tidak hanya menghibur, tapi juga memvalidasi dan menyembuhkan.
Dari sekian banyak K-Drama yang mengangkat isu kesehatan mental, berikut enam judul yang menurut MOSTEAM paling layak untuk masuk dalam daftar tontonanmu.
(BACA JUGA: Bakal Tayang di Indonesia, Ini Sinopsis Film ‘Salmokji: Whispering Water’)
MY MISTER (2018)

Rekomendasi drama Korea pertama yang membahas tentang mental health adalah My Mister. Drama ini bercerita tentang Lee Ji-an, seorang perempuan muda yang hidupnya berat sejak kecil. Seperti menanggung utang keluarga, bekerja serabutan dan merawat nenek yang sakit seorang diri.
Karena semua beban ini, ia tumbuh menjadi sosok yang dingin, tertutup dan tidak percaya siapa pun. Di sisi lain, ada seorang pria paruh baya bernama Park Dong-hoon yang tampak baik-baik saja dari luar. Punya pekerjaan, keluarga dan reputasi, tapi ternyata ia menyimpan kesedihan dan kelelahan yang dalam.
Keduanya bertemu secara tidak sengaja dan pelan-pelan membangun koneksi yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Bukan romansa, tapi sesuatu yang lebih dalam dari itu. Sebuah persahabatan jiwa yang saling menopang tanpa banyak bicara.
Drama ini tersedia di Netflix.
IT’S OKAY TO NOT BE OKAY (2020)

Rekomendasi drama Korea kedua yang membahas tentang mental health adalah It’s Okay to Not Be Okay. Drama ini mengikuti Moon Gang-tae, seorang perawat di rumah sakit jiwa yang seluruh hidupnya didedikasikan untuk menjaga sang kakak, Moon Sang-tae, yang menyandang autism spectrum disorder.
Ia tidak pernah punya waktu untuk dirinya sendiri apalagi untuk menyembuhkan luka-luka yang ia punya. Segalanya berubah ketika ia bertemu Ko Moon-young, seorang penulis buku anak-anak terkenal yang dingin, egois dan didiagnosis dengan antisocial personality disorder.
Keduanya tampak seperti dua kutub yang berlawanan, tapi justru dalam perbedaan itulah mereka perlahan menemukan cara untuk saling menyembuhkan.
K-Drama ini bisa kamu tonton di Netflix.
MOVE TO HEAVEN (2021)

Rekomendasi drama Korea ketiga yang membahas tentang mental health adalah Move to Heaven. Drama ini bercerita tentang Gu Ru, seorang pemuda dengan autism spectrum disorder yang mewarisi bisnis ayahnya yakni sebuah jasa pembersihan trauma.
Perusahaan ini bekerja untuk membersihkan dan merapikan barang-barang milik orang yang baru saja meninggal. Gu Ru, menjalani perusahaan ini bersama pamannya yang kasar namun perlahan berubah, Gu Ru masuk ke dalam kehidupan orang-orang yang telah pergi dan menemukan cerita-cerita yang tidak sempat mereka ceritakan.
Setiap episode adalah kisah tersendiri tentang kehilangan, duka dan hal-hal kecil yang ditinggalkan seseorang sebagai jejak hidupnya. Drama ini mengajarkan bahwa setiap nyawa menyimpan cerita yang layak untuk didengar.
Drama ini bisa kamu tonton di Netflix.
MY LIBERATION NOTES (2022)

Rekomendasi drama Korea keempat yang membahas tentang mental health adalah My Liberation Notes. Drama ini bercerita tentang Yeom bersaudara yakni Chang-hee, Mi-jung, dan Ki-jung, yang tinggal di desa kecil dan setiap hari commute jauh ke Seoul untuk bekerja.
Hidup mereka berjalan, tapi tidak terasa hidup. Tidak ada yang salah secara konkret, tapi tidak ada yang terasa benar. Mi-jung, si bungsu, membentuk sebuah klub kecil bernama “Liberation Club”, sebuah ruang untuk jujur tentang perasaan dan keinginan yang selama ini terpendam.
Di sana ia bertemu Gu, pria misterius dengan kecanduan alkohol yang datang ke desa tanpa tujuan. Bersama, mereka mencari apa artinya benar-benar bebas dari ekspektasi, dari kekosongan dan dari diri mereka sendiri.
Drama ini tersedia di platform OTT Netflix.
MENTAL COACH JEGAL (2022)

Rekomendasi drama Korea kelima yang membahas tentang mental health adalah Mental Coach Jegal.
Drama ini bercerita tentang Jegal Gil adalah mantan atlet taekwondo berbakat yang kariernya berakhir tiba-tiba akibat insiden yang membuatnya dilarang dari tim nasional.
Kini ia kembali ke dunia olahraga sebagai pelatih mental. Tugasnya membantu para atlet yang sedang terpuruk, mengalami cedera psikogenik, atau kehilangan motivasi untuk terus berjuang. Salah satu atletnya adalah Cha Ga-eul, skater jarak pendek peraih medali emas yang tiba-tiba tidak bisa tampil seperti dulu.
Drama ini mengupas sisi gelap dunia olahraga profesional. Mulai dari tekanan yang tidak terlihat, stigma terhadap kelemahan mental dan betapa pentingnya memiliki seseorang yang benar-benar mendengarkan.
Drama ini bisa kamu tonton di Viu.
DAILY DOSE OF SUNSHINE (2023)

Rekomendasi drama Korea keenam yang membahas tentang mental health adalah Daily Dose of Sunshine. Drama ini berkisah tentang Jung Da-eun, seorang perawat baik hati yang dipindahkan dari bagian penyakit dalam ke bangsal psikiatri rumah sakit.
Tidak tahu apa yang menanti, ia masuk ke dunia baru yang penuh dengan pasien-pasien yang berjuang dengan berbagai kondisi mental. Seperti depresi, OCD, schizophrenia, anxiety, hingga gangguan makan.
Da-eun tidak selalu tahu cara yang benar untuk membantu, tapi ia selalu mencoba hadir sepenuh hati. Hingga suatu hari, kehilangan seorang pasien yang ia sayangi membuatnya sendiri jatuh ke dalam depresi dan harus dirawat di bangsal yang sama.
Drama ini diadaptasi dari webtoon karya Lee Ra-ha, seorang mantan perawat psikiatri yang menulisnya berdasarkan pengalaman nyatanya sendiri.
Drama ini bisa kamu saksikan di Netflix.
(Annisa Larasati, foto: imdb.com)
