Tuntutan ini dilayangkan oleh mantan ART yang bekerja di rumahnya dari September 2024 hingga Agustus 2025.
Nama Kylie Jenner kembali masuk berita. Tapi kali ini bukan karena koleksi beauty terbarunya atau momen bersama sang kekasih, Timothée Chalamet. Namun, karena kasus dugaan bullying dan diskriminasi yang dialami oleh mantan asisten rumah tangannya (ART) yang bernama Angelica Hernandez Vasquez.
Pada 17 April 2026, Vasquez secara resmi mengajukan gugatan hukum yang isinya cukup mengejutkan. Yakni tuduhan bullying, diskriminasi, lingkungan kerja yang toxic, hingga insiden yang diklaim sebagai “kekerasan fisik.”
Angelica Hernandez Vasquez adalah seorang perempuan asal El Salvador dan penganut Katolik yang bekerja sebagai housekeeper di kediaman Kylie Jenner di Hidden Hills, California, dari September 2024 hingga Agustus 2025.
Ia mengajukan gugatan terhadap tiga pihak sekaligus. Yakni Kylie Jenner Inc., Tri Star Services dan La Maison Family Services.
Gugatan ini mencakup sejumlah tuntutan berat. Mulai dari diskriminasi berdasarkan ras, asal negara dan agama, pelecehan di tempat kerja, kegagalan membayar upah penuh dan lembur, hingga tuntutan ganti rugi atas tekanan emosional yang ia alami selama bekerja.
(BACA JUGA: Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Katy Perry Diperiksa Polisi)
KRONOLOGI TUNTUTAN
Melansir dari people.com, menurut dokumen gugatan, Vasquez mengklaim bahwa perlakuan tidak menyenangkan sudah ia rasakan sejak hari pertama bekerja. Ia disebut langsung disambut dengan sikap permusuhan dan pengucilan oleh kepala housekeeper yang diidentifikasi sebagai “Patsy” dan supervisor lain bernama “Elsi”.
Vasquez mengklaim ia secara rutin diberikan tugas-tugas paling berat dan tidak diinginkan, sementara ia sengaja dikucilkan dari tim housekeeping lainnya. Selain itu, ia mengaku dipermalukan di depan rekan-rekan kerjanya, diejek karena aksennya, dibentak dan jari-jari dipatahkan ke arahnya. Sebuah gestur yang merendahkan.
Ia bahkan mengklaim diminta memperlihatkan isi ponselnya oleh supervisor, serta mendengar komentar seperti “Catholics are horrible people” yang ditujukan kepadanya. Status imigrasinya juga kerap dijadikan bahan ejekan dengan implikasi bahwa ia bisa dideportasi.
Vasquez akhirnya memberanikan diri melaporkan perlakuan yang ia terima setelah Thanksgiving 2024. Namun, alih-alih mendapat perlindungan, laporan tersebut justru memperburuk situasinya.
Ia mengklaim bahwa setelah melapor, beban kerjanya justru bertambah, jam kerjanya dikurangi dan ia mulai menerima peringatan disiplin yang ia sebut sebagai tuduhan palsu.
Penghinaan publik dan perlakuan hostile dari rekan kerjanya disebut terus berlanjut tanpa ada tindakan korektif dari pihak mana pun.
Beberapa bulan setelahnya, Vasquez kembali melaporkan perlakuan yang ia terima pada Maret 2025. Kali ini, menurut gugatannya, seorang supervisor melempar hanger ke arah kakinya sambil memarahinya.
Insiden inilah yang ia gambarkan sebagai momen ketika situasi berubah menjadi “kekerasan.” Namun, menurut dokumen gugatan, tidak ada tindakan apa pun yang diambil oleh siapa pun yang menyaksikan kejadian tersebut.
Setelah mengalami berbagai insiden ini, kondisi mental Vasquez disebut semakin memburuk akibat tekanan yang terus-menerus. Ia mengklaim mengalami anxiety, stres berat dan gejala yang konsisten dengan post-traumatic stress disorder (PTSD) yang pada akhirnya memaksanya mengambil cuti medis pada Juli 2025.
Setelah kembali dari cuti medis, Vasquez mengklaim bahwa kondisi kerja yang hostile masih terus berlanjut dan tidak ada perubahan apa pun. Ia menyatakan bahwa situasi telah menjadi “tidak tertahankan” dan ia merasa tidak punya pilihan lain selain mengundurkan diri pada Agustus 2025.
Hampir delapan bulan setelah mengundurkan diri, Vasquez secara resmi mengajukan gugatan hukum. Ia meminta ganti rugi berupa upah yang tidak dibayarkan, uang lembur, penggantian biaya bisnis, cuti sakit yang tidak dibayar, serta punitive damages atas tekanan emosional yang ia alami.
(BACA JUGA: Tipikal Millennials, Kylie Jenner Mengaku Masih Suka Main ‘The Sims’)
POSISI KYLIE JENNER DALAM GUGATAN INI
Satu hal yang perlu dicatat adalah gugatan ini tidak secara spesifik menyebutkan bahwa Kylie Jenner melakukan tindakan bullying atau diskriminasi secara langsung. Pelaku yang disebutkan dalam dokumen hukum adalah para supervisor dan staf senior yang bekerja di rumahnya.
Namun, Kylie tetap masuk sebagai tergugat karena gugatan menyatakan bahwa ia bersama dua perusahaan yang terlibat membiarkan perilaku tersebut terjadi tanpa mengambil tindakan apa pun, sekaligus gagal memenuhi kewajiban pembayaran upah sesuai hukum ketenagakerjaan California.
Sumber yang dekat dengan rumah tangga Kylie menyampaikan kepada TMZ bahwa penggugat adalah karyawan junior yang memiliki catatan masalah kehadiran dan sejumlah kekhawatiran kerja lainnya.
Kylie sendiri hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan publik apa pun terkait gugatan ini dan pihak perwakilannya belum memberikan respons kepada berbagai media yang telah menghubungi mereka.
Gugatan Angelica Hernandez Vasquez masih dalam proses hukum dan semua tuduhan di atas masih berstatus klaim sepihak yang belum terbukti di pengadilan. Kylie Jenner belum mendapat kesempatan untuk memberikan pembelaan secara resmi.
(Annisa Larasati, foto: people.com)
