Bingung pilih exfoliant? Ini perbedaan AHA, BHA dan PHA, plus rekomendasi berdasarkan masalah kulit yang paling umum.
Dalam dunia skincare, istilah AHA, BHA, dan PHA sering muncul sebagai bahan utama dalam produk exfoliating. Ketiganya dikenal sebagai chemical exfoliant yang membantu mengangkat sel kulit mati dan mempercepat regenerasi kulit.
Berbeda dengan eksfoliasi fisik yang menggunakan scrub, metode ini bekerja dengan cara melarutkan ikatan sel kulit mati sehingga kulit tampak lebih halus dan cerah. Melansir dari American Academy of Dermatology, eksfoliasi yang tepat dapat membantu memperbaiki tekstur kulit, mencerahkan wajah, hingga mengurangi tampilan pori-pori.
Secara umum, ketiga jenis asam ini memiliki fungsi serupa, tetapi cara kerjanya berbeda. AHA (Alpha Hydroxy Acid) larut dalam air dan bekerja di permukaan kulit, sehingga efektif untuk mengatasi kulit kusam dan warna kulit tidak merata.
Sementara itu, BHA (Beta Hydroxy Acid) bersifat larut dalam minyak, sehingga mampu menembus pori-pori dan membersihkan kotoran serta sebum yang menjadi penyebab jerawat.
Menurut Harvard Health Publishing, BHA seperti salicylic acid sering digunakan untuk kulit berminyak dan berjerawat karena kemampuannya menargetkan pori secara langsung.
Di sisi lain, PHA (Polyhydroxy Acid) memiliki ukuran molekul lebih besar, sehingga bekerja lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif, sekaligus memberikan efek hidrasi tambahan.
Informasi ini juga didukung oleh publikasi di National Center for Biotechnology Information yang menyebutkan bahwa PHA memiliki potensi iritasi yang lebih rendah dibandingkan dengan AHA.
Kalau masih bingung harus mulai dari mana, berikut panduan sederhana berdasarkan masalah kulit yang paling umum.
(BACA JUGA: Ketahui Tahap Skin Cycling untuk Pemula, di sini!)
PERBEDAAN AHA, BHA DAN PHA UNTUK PEMULA
AHA: Kulit Kusam dan Warna Tidak Merata
AHA seperti glycolic acid atau lactic acid membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan. Cocok untuk kamu yang ingin kulit terlihat lebih cerah dan halus.
BHA: Kulit Berminyak dan Berjerawat
BHA mampu masuk ke dalam pori-pori dan membersihkan minyak berlebih. Sehingga bisa membantu mengurangi komedo dan jerawat.
PHA: Kulit Sensitif dan Mudah Iritasi
Dengan molekul yang lebih besar, PHA bekerja lebih perlahan dan lembut, sehingga risiko iritasi lebih rendah.
AHA/PHA Kadar Rendah: Kulit Kering Tapi Ingin Eksfoliasi
AHA tertentu seperti lactic acid juga memiliki efek melembapkan, sementara PHA memberikan hidrasi tambahan.
PHA/AHA Ringan: Pemula yang Baru Mulai Exfoliation
Untuk menghindari iritasi, mulai dari yang paling gentle dan gunakan secara bertahap.
Perlu diingat, penggunaan exfoliating acid sebaiknya tidak berlebihan. Menurut Food and Drug Administration, produk yang mengandung AHA atau BHA dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari, sehingga penggunaan sunscreen sangat dianjurkan.
Dengan pemilihan yang tepat, AHA, BHA, dan PHA bisa jadi langkah sederhana untuk membantu kulit terlihat lebih sehat dan terawat.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/freepik)
