Paul McCartney Tolak Tawaran Netflix Roast, Netizen: “Memang Tidak Perlu”

Netflix sempat ingin menjadikan Paul McCartney sebagai bintang utama roast berikutnya, tapi sang legenda menolak ide tersebut.

Bayangkan mencoba roasting Paul McCartney.

Apparently, Netflix juga sempat memikirkan hal yang sama.

Menurut laporan Variety, platform streaming tersebut pernah menawarkan Paul McCartney untuk menjadi pusat acara roast live mereka setelah kesuksesan The Roast of Tom Brady. Namun, sang legenda menolak tawaran tersebut.

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Jeff Ross, komedian sekaligus executive producer franchise roast Netflix, yang menyebut ide roast McCartney sebagai fantasy roast.

Ia mengatakan bahwa McCartney adalah figur yang terlalu dicintai publik dan justru itu yang membuat konsepnya terasa menarik.

Tapi jujur saja, reaksi di internet justru banyak yang mendukung keputusan McCartney. Karena berbeda dari figur roast Netflix sebelumnya seperti Tom Brady atau Kevin Hart, McCartney punya status yang terasa hampir untouchable dalam kultur pop.

Ia bukan cuma musisi sukses, tapi juga figur yang sudah terlalu melekat dengan sejarah musik modern. Dan mungkin itu yang membuat banyak orang merasa konsep roast untuk McCartney terdengar sedikit aneh sejak awal.

Apalagi roast culture sendiri bekerja paling efektif ketika publik menikmati melihat figur tertentu “dijatuhkan”. Sementara McCartney justru punya image yang relatif hangat, aman dan nyaris universally loved.

(BACA JUGA: BIGBANG: Already BIG and BANGER, No Validation Needed!)

Netflix sendiri memang sedang agresif membangun roast franchise setelah kesuksesan besar roast Tom Brady pada 2024. Menurut Variety, beberapa nama besar lain seperti Will Smith juga sempat dipertimbangkan untuk proyek serupa.

Menariknya, cerita ini juga memperlihatkan bagaimana Netflix kini semakin mencoba mengubah roast menjadi event entertainment besar, bukan sekadar comedy special biasa. Jeff Ross bahkan menyebut format tersebut ingin dibuat seperti “Super Bowl of roasting.”

Tapi di kasus Paul McCartney, mungkin justru ada batas tertentu yang terasa sulit ditembus.

Karena tidak semua ikon pop culture cocok dijadikan bahan roasting terutama ketika publik lebih memilih merayakan mereka daripada menertawakan mereka.

(Foto: netflix.com)

(Rendy Aditya, foto: rollingstone.com)

Share