Lewat buku baru berjudul ‘Connie’, cerita ini akan fokus pada satu karakter yang selama ini jarang mendapat sorotan.
Dunia The Godfather belum benar-benar selesai.
Lebih dari lima dekade setelah novel asli karya Mario Puzo mengubah sejarah pop culture, keluarga Corleone kini akan kembali lewat novel baru berjudul ‘Connie’ dan kali ini, ceritanya datang dari sudut pandang yang berbeda.
Buku tersebut akan berfokus pada Connie Corleone, putri satu-satunya Don Vito Corleone yang selama ini sering dianggap sebagai karakter “pinggiran” di tengah dominasi tokoh laki-laki seperti Michael, Sonny, atau Fredo. Dalam trilogi filmnya, Connie diperankan oleh Talia Shire.
Novel ini akan ditulis oleh Adriana Trigiani dan dijadwalkan rilis pada 2027 sekaligus bekerja sama dengan estate Mario Puzo. Menariknya, ini menjadi pertama kalinya semesta ‘The Godfather’ ditulis oleh perempuan.
Dan jujur saja, itu terasa cukup relevan untuk era sekarang.
Meskipun The Godfather selalu dianggap sebagai salah satu karya paling berpengaruh dalam sejarah film dan sastra Amerika, dunia Corleone sebenarnya sangat maskulin. Ceritanya dipenuhi perebutan kuasa, loyalitas keluarga dan kekerasan yang hampir selalu dilihat dari perspektif laki-laki.
Sementara Connie selama ini lebih sering hadir sebagai karakter yang “terjadi” di sekitar konflik, bukan yang benar-benar mengendalikan cerita. Lewat ‘Connie’, perspektif itu tampaknya ingin diubah.
Dalam pernyataannya, Adriana Trigiani menyebut novel ini akan membahas bagaimana seorang perempuan mencoba bertahan di dalam sistem keluarga dan dunia yang sejak awal sudah menentukan perannya.
(BACA JUGA: Dibintangi dan Ditulis oleh Halsey, Film Horor ‘Replacer’ Bercerita Tentang Apa?)

Dan sebenarnya, itu membuat dunia The Godfather terasa lebih menarik.
Karena di balik semua citra mafia, jas mahal dan dialog legendarisnya, inti cerita Corleone selalu tentang keluarga, terutama soal siapa yang punya kuasa untuk berbicara dan siapa yang selama ini hanya diminta diam.
Menariknya lagi, proyek ini muncul di tengah tren Hollywood yang semakin sering menghidupkan kembali franchise klasik lewat perspektif baru. Tapi berbeda dari reboot besar penuh nostalgia, ‘Connie’ justru terasa lebih personal dan introspektif.
Bukan tentang memperbesar dunia The Godfather. Tapi tentang melihat ulang siapa yang selama ini tidak benar-benar diberi ruang di dalamnya.
Dan mungkin itu alasan kenapa, setelah puluhan tahun, keluarga Corleone masih terasa relevan. Karena setiap generasi tampaknya selalu menemukan cara baru untuk membaca ulang cerita tentang kekuasaan, keluarga dan warisan yang tidak pernah benar-benar selesai.
(Rendy Aditya, foto: imdb.com)
