Mengenal Hygge, Cara Hidup Orang Skandinavia yang Tidak Butuh Validasi

Lebih dari sekadar tren cozy, hygge adalah cara hidup Skandinavia tentang rasa cukup tanpa harus selalu terlihat di mata orang lain.

Di era di mana hampir semua hal terasa perlu dibagikan, konsep hidup seperti hygge justru terasa bertolak belakang.

Menikmati kopi hangat tanpa difoto. Menghabiskan waktu di rumah tanpa merasa harus produktif. Atau sekadar duduk diam tanpa distraksi.

Bagi banyak orang Skandinavia, itu bukan kemewahan. Itu bagian dari hidup sehari-hari.

APA ITU HYGGE?

Melansir dari National Geographic, hygge (dibaca: hoo-gah) adalah konsep hidup dari salah satu negara Skandinavia, yakni Denmark, yang sering diterjemahkan sebagai rasa nyaman, hangat dan sederhana.

Tapi hygge bukan sekadar aktivitas seperti menyalakan lilin atau memakai sweater tebal. Ia lebih dekat dengan perasaan. Momen ketika seseorang merasa cukup, tanpa tekanan untuk menjadi sesuatu yang lain.

Dan mungkin di situlah letak perbedaannya dengan banyak gaya hidup modern.

MENIKMATI HIDUP TANPA HARUS MEMBUKTIKAN

Dalam banyak budaya saat ini, pengalaman sering kali terasa belum lengkap tanpa dibagikan.

Makan di tempat bagus harus di-posting. Liburan harus didokumentasikan. Bahkan momen santai pun sering berubah jadi konten.

Hygge menawarkan pendekatan yang berbeda. Bukan berarti menolak dunia luar, tapi lebih ke tidak menjadikan validasi sebagai tujuan utama. Momen tetap berharga, bahkan ketika tidak dilihat oleh siapa pun.

KENYAMANAN YANG TIDAK PERLU TERLIHAT MAHAL

Secara visual, hygge sering diasosiasikan dengan interior yang hangat: cahaya redup, tekstur lembut dan suasana yang tenang.

Namun, di balik itu, ada prinsip yang lebih dalam. Kenyamanan tidak harus mahal. Tidak harus sempurna. Dan tidak harus terlihat “menarik” bagi orang lain. Yang penting adalah bagaimana rasanya bagi diri sendiri.

(BACA JUGA: Mengenal Soft Living, Gaya Hidup Idaman di Atas Slow Living)

@nathaliefengler danish summer, last year 🇩🇰 (yt: nathaliefengler) &lt33 #danishsummer #hornbæk #danishboy #summerindenmark #youtube ♬ original sound – nathaliefengler

MELAMBAT DI DUNIA YANG TERLALU CEPAT

Negara-negara Skandinavia dikenal memiliki work-life balance yang relatif sehat. Waktu istirahat dianggap penting dan produktivitas tidak selalu diukur dari seberapa sibuk seseorang terlihat.

Dalam konteks itu, hygge menjadi semacam ruang untuk berhenti sejenak. Bukan untuk melakukan sesuatu yang besar, tapi justru untuk tidak melakukan apa-apa dan merasa baik-baik saja dengan itu.

KENAPA HYGGE TERASA RELEVAN SEKARANG?

Di tengah dunia yang semakin cepat dan terhubung, banyak orang mulai merasa lelah dengan kebutuhan untuk selalu “terlihat”. Dan di titik itu, konsep seperti hygge terasa lebih dari sekadar tren.

Ia menjadi pengingat bahwa hidup tidak selalu harus dibuktikan. Bahwa momen kecil tetap punya nilai, bahkan tanpa audiens. Dan bahwa rasa cukup, apa pun bentuknya mungkin adalah hal yang paling jarang kita rasakan.

Pada akhirnya, hygge bukan tentang hidup yang sempurna. Tapi tentang hidup yang terasa cukup tanpa harus terlalu banyak validasi dari luar.

(Annisa Larasati, foto: medium.com)

Share