Seiring bertambahnya usia, kadar kolagen perlu ditingkatkan lewat beberapa kebiasaan dan kandungan skincare untuk mendukung produksinya.
Jika ada satu kata yang paling sering muncul dalam percakapan seputar anti-aging, jawabannya mungkin adalah kolagen. Protein yang satu ini berperan penting dalam menjaga struktur kulit, membuatnya tetap kenyal, elastis, dan terlihat sehat.
Namun sayangnya, produksi kolagen alami tubuh mulai menurun seiring bertambahnya usia. Bahkan beberapa ahli menyebut proses tersebut sudah dimulai sejak usia pertengahan hingga akhir 20-an.
Ketika kadar kolagen mulai berkurang, kulit perlahan kehilangan elastisitasnya. Garis halus, kerutan, kulit yang tampak lebih kendur, hingga tekstur yang tidak lagi sehalus dulu menjadi beberapa tanda yang umum muncul.
Kabar baiknya, meski tidak bisa menghentikan proses penuaan, ada berbagai cara yang dapat membantu menjaga dan mendukung produksi kolagen agar kulit tetap berada dalam kondisi terbaiknya.
JANGAN PERNAH SKIP SUNSCREEN
Jika harus memilih satu langkah skincare yang paling penting untuk menjaga kolagen, para dermatolog hampir selalu memberikan jawaban yang sama. Yakni memakai sunscreen.
Paparan sinar UV merupakan salah satu penyebab utama rusaknya kolagen di dalam kulit. Sinar matahari dapat mempercepat pemecahan serat kolagen sehingga kulit lebih cepat menunjukkan tanda-tanda penuaan.
Karena itu, penggunaan sunscreen setiap hari dianggap sebagai salah satu cara paling efektif untuk mempertahankan kolagen yang sudah dimiliki kulit.
PASTIKAN TUBUH MENDAPAT VITAMIN C YANG CUKUP
Kolagen tidak bisa terbentuk dengan optimal tanpa vitamin C. Nutrisi ini berperan penting dalam proses sintesis kolagen dan membantu tubuh membangun serat kolagen yang kuat serta stabil.
Karena tubuh tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri, kebutuhan tersebut harus dipenuhi melalui makanan atau suplemen. Buah citrus, stroberi, kiwi, paprika dan brokoli merupakan beberapa sumber vitamin C yang baik untuk dikonsumsi secara rutin.
Selain itu, vitamin C juga menjadi salah satu kandungan skincare yang paling sering direkomendasikan untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
(BACA JUGA: Perbedaan AHA, BHA dan PHA untuk Pemula)
KENALI KEKUATAN RETINOID
Retinoid dan retinol telah lama menjadi standar emas dalam dunia anti-aging. Alasannya sederhana, karena berbagai penelitian menunjukkan bahwa turunan vitamin A ini dapat membantu merangsang produksi kolagen sekaligus mempercepat pergantian sel kulit.
Penggunaan retinoid secara konsisten dapat membantu memperbaiki tekstur kulit, mengurangi tampilan garis halus, dan menjaga elastisitas kulit dalam jangka panjang.
Namun, karena bahan ini cukup aktif, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing dan biasanya dilakukan secara bertahap.
PERBANYAK PROTEIN DAN ANTIOKSIDAN
Kolagen pada dasarnya tersusun dari asam amino. Karena itu, tubuh membutuhkan asupan protein yang cukup untuk mendukung proses produksinya.
Selain protein, makanan kaya antioksidan juga berperan penting dalam melindungi kolagen dari kerusakan akibat radikal bebas.
Berbagai penelitian menyebut buah beri, sayuran hijau, teh hijau, hingga buah citrus sebagai beberapa pilihan yang dapat membantu mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan.
PERHATIKAN KANDUNGAN PEPTIDES DALAM SKINCARE
Dalam beberapa tahun terakhir, peptides menjadi salah satu bahan yang semakin populer dalam produk perawatan kulit.
Menurut para ahli, peptides bekerja sebagai “sinyal” yang membantu mendorong kulit untuk menjalankan proses perbaikan dan pembentukan kolagen.
Karena itu, kandungan ini sering ditemukan dalam serum maupun pelembap yang ditujukan untuk menjaga kekencangan kulit.
Meski hasilnya tidak instan, penggunaan produk dengan peptides secara konsisten dapat menjadi pelengkap yang baik dalam rutinitas skincare jangka panjang.
PERTIMBANGKAN SUPLEMEN KOLAGEN
Popularitas suplemen kolagen terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa kolagen hidrolisat atau collagen peptides dapat membantu meningkatkan hidrasi, elastisitas dan mengurangi tampilan kerutan setelah digunakan secara rutin dalam periode tertentu.
Namun, para ahli juga mengingatkan bahwa kolagen bukanlah solusi ajaib. Ketika dikonsumsi, kolagen akan dipecah menjadi asam amino terlebih dahulu sebelum digunakan oleh tubuh.
Karena itu, manfaatnya biasanya lebih optimal jika didukung pola makan yang baik, perlindungan terhadap sinar matahari dan rutinitas skincare yang tepat.
(BACA JUGA: Bagi Pemula, Pakai Retinol Berapa Kali Seminggu?)
JANGAN LUPAKAN FAKTOR GAYA HIDUP
Sering kali orang fokus mencari serum atau suplemen terbaru, padahal kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh yang tidak kalah besar terhadap kesehatan kolagen.
Kurang tidur, stres kronis, merokok, serta paparan polusi dapat mempercepat kerusakan kolagen dalam kulit.
Sebaliknya, tidur yang cukup, pola makan seimbang, hidrasi yang baik dan perlindungan terhadap sinar matahari membantu menciptakan lingkungan yang lebih ideal bagi kulit untuk mempertahankan kekuatan alaminya.
Pada akhirnya, menjaga kolagen bukan tentang menemukan satu produk ajaib yang bisa menghapus semua tanda penuaan. Sebaliknya, ini adalah hasil dari berbagai kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Mulai dari memakai sunscreen setiap hari, memenuhi kebutuhan nutrisi, hingga memilih kandungan skincare yang tepat, semuanya berkontribusi dalam membantu kulit tetap sehat, kenyal dan bercahaya seiring bertambahnya usia.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/freepik)
