Mulai dari tiket konser BLACKPINK, quality time dengan anak-anak, urusan nafkah, sampai unsur eksploitasi anak saat siaran langsung berjualan.
Selama beberapa bulan terakhir, mantan pasangan suami-istri, Ruben Onsu dan Sarwendah, sedang menjadi buah bibir karena konflik. Keduanya resmi bercerai pada 24 September 2024.
Namun, hubungan yang sempat terlihat baik-baik saja usai perceraian ini justru memanas dan terus melebar ke berbagai isu baru. Mulai dari nafkah anak hingga hak asuh. Berikut adalah kronologi lengkapnya.
KRONOLOGI AWAL
Akar dari semua konflik yang terjadi ini ternyata bermula dari hal yang terkesan sepele. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan bahwa ketegangan pertama muncul pada Oktober 2025, ketika Sarwendah menghubungi Ruben terkait keinginannya untuk menonton konser BLACKPINK bersama anak-anak.
Ruben pun membelikan tiga tiket untuk kedua putrinya beserta satu pendamping. Mengingat jadwal konser ternyata bentrok dengan agenda umrahnya, Ruben tidak bisa mendampingi kedua putrinya.
Kemudian ia menyerahkan sepenuhnya opsi pendamping kepada Sarwendah:
“Terserah siapa yang mau mendampingi anak-anak. Kalau kamu bisa, kamu yang temani. Kalau tidak bisa, boleh dialihkan ke babysitter, Onyo, atau siapa saja.”
Sampai di sini urusan selesai. Tetapi, persoalan kemudian muncul ketika Sarwendah meminta tambahan satu tiket lagi di baris yang sama dengan tiket yang sudah dibeli sebelumnya.
Namun, permintaan itu tidak dapat dipenuhi oleh Ruben karena kursi di baris tersebut sudah lebih dulu terjual habis. Mirisnya, karena Ruben diduga tidak dapat memenuhi keinginan Sarwendah, mereka pun urung menonton, yang membuat tiket konser hangus.
Saat itu, Sarwendah mengatakan bahwa anak-anak mereka tiba-tiba punya jadwal lain di hari pertama konser BLACKPINK. Sehingga tidak bisa menonton. Akhirnya, ia kembali meminta Ruben untuk membelikan tiket konser BLACKPINK di hari kedua, dengan jumlah empat tiket di baris yang sama.
Dan Ruben pun berhasil memenuhinya.
Tidak lama setelah insiden tersebut, tiba-tiba Ruben menerima sebuah pesan dari Sarwendah yang menyatakan bahwa rumah yang ia dan anak-anak mereka tinggali di kawasan Pondok Indah akan dilelang oleh bank akibat kredit macet.
Menurut Minola, sejak saat itu hal ini terus digunakan Sarwendah untuk menekan Ruben secara psikologis, meski pihak Ruben membantah bahwa rumah tersebut akan disita oleh bank karena kredit macet.
Selain itu, ada pula insiden Ruben yang tidak sengaja membalas pesan dengan tanda seru (!), yang turut disebut memperkeruh komunikasi keduanya kala itu.
Meski begitu, komunikasi di antara Ruben dan Sarwendah sempat kembali kondusif pasca itu. Hingga di bulan November 2025, babak baru konflik kembali muncul ketika Sarwendah mengeluhkan soal nafkah anak. Untungnya, konflik tersebut berakhir damai.
Tetapi ketegangan kembali muncul menjelang akhir 2025, saat Ruben memutuskan untuk menghentikan penyaluran nafkah sebesar IDR 200–225 juta per bulan untuk anak-anak.
Alasannya adalah karena Ruben merasa haknya untuk mendapatkan waktu bertemu dan mengasuh kedua anaknya tidak dipenuhi sesuai kesepakatan perceraian. Sehingga langkah menghentikan nafkah ini disebut sebagai bentuk protes atas ketimpangan tersebut.
(BACA JUGA: Susul Shiloh, 2 Anak Brad Pitt Lainnya Juga Resmi Mengganti Nama Belakangnya)
MEREMBET KEMANA-MANA
Konflik yang awalnya bersifat pribadi ini kian melebar ke ranah publik pada akhir Mei 2026, ketika Sarwendah mengaku kembali didatangi debt collector terkait cicilan kendaraan yang diklaim sebagai aset Ruben, sekaligus mengungkap bahwa biaya pendidikan anak-anak juga tidak lagi ditanggung Ruben sejak akhir 2025 itu.
Tidak lama setelah itu, pihak Ruben mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 22 Juni 2026 untuk mengadukan keresahannya soal anak-anak yang ikut siaran langsung berjualan bersama Sarwendah hingga larut malam, pembatasan akses pertemuan, hingga dugaan tekanan psikis yang diduga dialami anak-anaknya di lingkungan tempat tinggal mereka.
Di hari yang sama usai mendatangi KPAI, Ruben dan Sarwendah sempat bertemu secara tidak sengaja di Bandara Soekarno-Hatta, saat Ruben hendak berangkat umrah. Sayangnya, momen pertemuan dengan kedua anaknya itu berlangsung sangat singkat.
Konflik pun berlanjut ke jalur hukum resmi setelah Ruben mengajukan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 30 Juni 2026, dengan sidang pertama digelar pada 22 Juli 2026.
Kasus ini semakin meluas usai kuasa hukum kedua belah pihak silih berganti memberikan pernyataan ke publik, saling membantah dan mengklarifikasi berbagai isu yang mencuat.
Mulai dari tudingan penelantaran nafkah, dugaan tekanan psikis pada anak, hingga sengketa aset yang diklaim sebagai bagian dari akar masalah.
Hingga kini, proses hukum terkait hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih terus berjalan. Sementara publik terus menyoroti setiap perkembangan baru dari kasus yang awalnya bermula dari persoalan sepele ini.
(Annisa Larasati, foto: dokumentasi detik.com)
