Léa Seydoux Temukan Nilai Akting Lewat Tahun yang Produktif

Dalam satu tahun terakhir, Léa Seydoux membintangi empat film dengan karakter dan genre yang sangat berbeda, termasuk drama psikologis Gentle Monster.

Tahun 2026 menjadi salah satu periode paling sibuk dalam karier Léa Seydoux. Dalam rentang sekitar satu tahun, aktris berdarah Prancis tersebut membintangi empat film dengan cerita yang sangat berbeda.

Mulai dari thriller pertukaran tubuh, komedi invasi alien, hingga drama psikologis. Salah satunya adalah Gentle Monster, film arahan sutradara Austria Marie Kreutzer yang pertama kali diputar di Cannes dan kemudian hadir di Telluride Film Festival.

Dalam film tersebut, Seydoux memerankan Lucy, seorang pianis dan ibu yang kehidupannya berubah setelah suaminya terseret dalam penyelidikan kriminal.

Bagi Seydoux, karakter Lucy terasa sangat berbeda dari peran-peran yang ia mainkan dalam film lainnya. Ia tertarik pada sosok perempuan yang menyimpan sesuatu di dalam dirinya dan tidak selalu mengungkapkan apa yang sedang dirasakan melalui kata-kata.

Menariknya, kemampuan tersebut menjadi semakin penting karena Lucy harus menghadapi situasi yang tidak mudah dipahami.

Alih-alih memberikan semua jawaban secara langsung, Gentle Monster banyak mengikuti perubahan emosi Lucy ketika ia mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi di dalam keluarganya.

Seydoux sendiri mengatakan bahwa ia menyukai karakter yang memiliki rahasia. Baginya, ada sesuatu yang menarik ketika seorang karakter tidak mampu mengungkapkan semuanya secara verbal dan harus menyampaikan emosinya melalui ekspresi serta respons terhadap situasi di sekitarnya.

Pengalaman memainkan Lucy juga menjadi bagian dari perjalanan akting yang cukup intens bagi Seydoux.

Sebelum Gentle Monster, ia lebih dulu menyelesaikan The Unknown, sebuah thriller psikologis, kemudian langsung berpindah ke Alpha Gang, komedi tentang invasi alien. Setelah Gentle Monster, ia kembali bermain dalam The Masque of the Red Death bersama Mikey Madison.

Pergantian karakter dan genre yang cepat tersebut ternyata justru membuat Seydoux merasa semakin memahami profesinya. Ia mengaku sebelumnya tidak selalu merasa bahwa dirinya benar-benar seorang aktor.

(BACA JUGA: Produksi ‘Barbie 2’ Tersendat, Diduga Karena Hal Ini)

Setelah menjalani empat produksi dalam satu tahun, ia mulai merasa bahwa akting memang merupakan sesuatu yang ingin ia jalani.

Bagi Seydoux, akting juga memiliki hubungan dengan pengalaman masa kecilnya. Ia pernah merasa seperti sosok yang tidak terlihat dan sulit diperhatikan.

Karena itu, berada di depan kamera kemudian menjadi salah satu cara baginya untuk merasa bahwa dirinya benar-benar “ada”.

Karier Seydoux sendiri telah berlangsung lebih dari satu dekade, dengan peran dalam film seperti Blue Is the Warmest Colour, Spectre, No Time to Die, The Grand Budapest Hotel, The French Dispatch dan Dune: Part Two.

Namun, kesibukannya sepanjang tahun ini memperlihatkan keinginannya untuk terus berpindah dari satu karakter ke karakter lainnya.

Gentle Monster menjadi salah satu contoh paling kuat dari eksplorasi tersebut. Film ini tidak hanya mengandalkan premis yang gelap, tetapi juga menjadikan perubahan emosi seorang perempuan sebagai pusat cerita.

Dan melalui Lucy, Seydoux kembali menunjukkan bahwa daya tarik seorang aktor tidak selalu datang dari karakter yang mudah disukai, tetapi juga dari kemampuan membuat penonton memahami seseorang yang sedang berada dalam situasi yang sulit.

(Annisa Larasati, foto: hollywoodreporter.com)

Share