Koleksi Spring 2027 Proenza Schouler mempertemukan perspektif baru Rachel Scott dengan warisan rumah mode, termasuk reinterpretasi tas PS1 yang lebih lembut dan relevan untuk kehidupan urban.
Proenza Schouler memasuki babak baru bersama Rachel Scott.
Dalam koleksi Spring 2027 yang diperkenalkan di salah satu bekas lokasi Barneys di New York, sang desainer menghadirkan busana yang mengeksplorasi bagaimana perempuan modern bergerak, bekerja dan menjalani kesehariannya di tengah kota.
Salah satu sorotan utamanya adalah kembalinya tas ikonik PS1 melalui versi terbaru bernama PS1 Walker. Tas ini menjadi penghubung antara sejarah Proenza Schouler dan arah baru yang sedang dibangun Scott.
SEJARAH TAS PS1
Tas PS1 pertama kali diperkenalkan pada 2008 oleh pendiri Proenza Schouler, Jack McCollough dan Lazaro Hernandez. Namanya merujuk pada sistem sekolah publik New York, bentuk messenger bag, sekaligus inisial Proenza Schouler.
Dengan struktur menyerupai briefcase, PS1 memiliki karakter seperti tas sekolah yang lebih dewasa. Detail flip lock dan buckle di bagian depan menjadi elemen khasnya.
Saat logomania mendominasi dunia mode pada era 2000-an, PS1 justru hadir sebagai antitesis dari It bag yang terlalu mencolok.
Tas ini dikenal karena tidak menampilkan branding besar, tetapi tetap memiliki identitas kuat. Tidak mengherankan jika PS1 kemudian dikenakan oleh sejumlah figur fashion seperti Mary-Kate Olsen dan Chloë Sevigny.
Dalam versi terbarunya, PS1 Walker mempertahankan bentuk, detail dan esensi tas original, tetapi hadir dengan siluet yang lebih santai. Pegangan atas digantikan oleh shoulder strap yang lembut, sementara garis-garis tegas diubah menjadi lekukan yang lebih rounded.
Nama “Walker” sendiri merujuk pada alamat studio pertama Proenza Schouler di Walker Street, New York.
PS1 Walker dikembangkan bersama Reed Krakoff, desainer aksesori yang telah tiga kali meraih penghargaan CFDA Accessory Designer of the Year.
Rachel Scott mengatakan bahwa Krakoff memahami elemen apa saja yang perlu dipertahankan dari desain original. Sebuah pendekatan yang menurutnya lebih penting daripada menciptakan ulang semuanya dari awal.
Tas ini tersedia dalam ukuran mini, medium dan large, dengan pilihan warna serta material seperti butter yellow leather, brown patent, camel suede dan beberapa finishing lainnya.
Di luar aksesori, koleksi Spring 2027 Proenza Schouler juga memperlihatkan kebebasan Scott dalam menerjemahkan sosok perempuan yang menjadi inspirasinya.
(BACA JUGA: Dipakai Selebriti, Tas Cokelat Jadi Tren Musim Panas 2026)
Ia mempertanyakan kembali istilah “intellectual woman” yang selama ini digunakan oleh brand untuk menggambarkan konsumennya.
Bagi Scott, perempuan dengan karakter intelektual tidak harus tampil dalam satu formula. Ia bisa mengenakan celana dalam dengan organza coat, tetapi juga bisa memilih setelan tailoring yang sangat rapi.
Gagasan tersebut diterjemahkan melalui perpaduan busana formal dan kasual. Gaun dengan draping asimetris dipasangkan dengan flat sandals, sementara tailoring hadir dalam material velvet dengan warna-warna intens.
Scott juga bermain dengan kombinasi warna yang tidak biasa, seperti chrome yellow dan fluorescent coral. Warna-warna tersebut kemudian dipadukan dengan material cotton velvet yang menyerap cahaya sehingga menghasilkan tampilan lebih dalam dan dimensional.
Koleksi ini juga memiliki sisi yang lebih eksperimental melalui motif zebra dalam silk intarsia bertekstur plissé, serta deretan sequins merah pada gaun dan rok yang menciptakan suara ketika model berjalan.
Menurut Scott, kebebasan dalam berpakaian menjadi bagian dari keinginannya untuk merasa lebih bebas dalam proses kreatif. Karena itu, ia memilih untuk melanggar sejumlah aturan yang sebelumnya mungkin dianggap melekat pada identitas Proenza Schouler.
Kehadiran PS1 Walker pun terasa seperti bagian penting dari proses tersebut. Tas ini tidak sepenuhnya meninggalkan masa lalu, tetapi juga tidak terjebak di dalamnya.
Ia membawa elemen ikonik Proenza Schouler ke bentuk yang lebih lembut, fungsional dan sesuai dengan ritme perempuan kota masa kini.
Dengan begitu, Rachel Scott tidak hanya memperkenalkan koleksi baru, tetapi juga mulai memperjelas arah masa depan Proenza Schouler.
Yakni menghormati warisan, memberi ruang bagi perubahan dan tetap menjaga keseimbangan antara desain yang kuat dan potensi komersial.
(Kirana Putri, foto: harpersbazaar.com)
