Kutikula bukan sekadar bagian kecil yang perlu dirapikan saat manicure. Lapisan kulit ini membantu melindungi area pertumbuhan kuku, sehingga perawatannya perlu dilakukan dengan lembut dan konsisten.
Saat membicarakan perawatan kuku, perhatian biasanya tertuju pada warna kuteks, bentuk kuku, atau desain nail art. Padahal, ada satu bagian kecil yang sering luput dari perhatian, yakni kutikula.
Kutikula adalah lapisan kulit tipis yang berada di pangkal kuku. Bagian ini berfungsi sebagai salah satu pelindung antara kuku dan kulit di sekitarnya, termasuk area tempat kuku tumbuh.
Karena itu, kutikula tidak seharusnya diperlakukan seperti kulit mati yang harus selalu dipotong atau dihilangkan seluruhnya.
Menurut panduan perawatan kuku dari Harper’s Bazaar, menjaga kutikula tetap lembap dan tidak mengalami luka merupakan bagian penting dari rutinitas manicure yang sehat.
Kutikula yang kering dapat terlihat kasar, mengelupas, atau membentuk hangnails, yaitu potongan kecil kulit yang terangkat di sisi kuku. Kondisi ini bisa terasa mengganggu dan membuat tangan terlihat kurang rapi.
Namun, menarik atau menggigit kulit yang mengelupas justru dapat menyebabkan luka kecil. Jika area tersebut terbuka, bakteri dan kotoran bisa lebih mudah masuk dan memicu iritasi atau infeksi.
Karena itu, langkah paling sederhana untuk merawat kutikula adalah menjaga kelembapannya secara rutin. Kamu bisa menggunakan:
- Cuticle oil
- Hand cream dengan kandungan pelembap
- Balm khusus kuku dan kutikula
- Petroleum jelly untuk membantu mengunci kelembapan
Cuticle oil dapat diaplikasikan pada pangkal kuku dan kulit di sekitarnya, kemudian dipijat perlahan. Rutinitas ini bisa dilakukan setelah mencuci tangan, sebelum tidur, atau kapan pun kutikula mulai terasa kering.
Salah satu kesalahan yang umum dilakukan saat manicure adalah memotong kutikula secara berlebihan. Padahal, kutikula memiliki fungsi sebagai pelindung alami kuku.
Jika kutikula dipotong terlalu dalam, kulit di sekitar kuku dapat mengalami luka, iritasi, atau bahkan infeksi. Risiko tersebut bisa semakin besar jika alat manicure tidak dibersihkan dengan baik.
Alih-alih memotong seluruh kutikula, kamu bisa melembutkannya terlebih dahulu menggunakan cuticle oil atau produk khusus kutikula. Setelah itu, dorong perlahan bagian kulit yang menempel di permukaan kuku menggunakan cuticle pusher yang bersih.
Gerakannya tidak perlu ditekan terlalu kuat. Jika kutikula terasa sakit, berdarah, atau terlihat meradang, sebaiknya hentikan proses tersebut.
(BACA JUGA: Cara Memilih Moisturizer untuk Kulit Kombinasi)
PERBEDAAN KUTIKULA DAN KULIT MATI

Tidak semua kulit yang terlihat di sekitar kuku merupakan kutikula. Ada kalanya bagian yang mengelupas sebenarnya adalah kulit mati atau hangnail.
Kutikula berada di pangkal kuku dan menempel pada area pertumbuhan kuku. Sementara itu, hangnail biasanya muncul di sisi kuku dan dapat terangkat seperti serpihan kecil.
Jika terdapat hangnail, jangan menariknya menggunakan tangan atau gigi. Potong bagian yang terangkat secara hati-hati menggunakan nail nipper yang bersih, lalu aplikasikan pelembap atau cuticle oil.
BERI JEDA DARI MANICURE YANG TERLALU AGRESIF

Manicure memang dapat membuat kuku terlihat lebih rapi, tetapi proses yang terlalu agresif bisa mengganggu kondisi kuku dan kulit di sekitarnya.
Beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mengikis permukaan kuku terlalu dalam
- Memotong kutikula sampai berdarah
- Menggunakan alat manicure yang tidak steril
- Mengelupas kuteks gel secara paksa
- Terlalu sering merendam tangan dalam air
- Menggunakan produk penghapus kuteks yang membuat kulit semakin kering
Paparan air dan bahan kimia secara berulang dapat membuat kuku serta kutikula lebih mudah kering. Saat melakukan pekerjaan rumah, penggunaan sarung tangan dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan deterjen dan produk pembersih.
Jika kamu rutin menggunakan kuteks gel atau melakukan manicure di salon, pastikan teknisi menggunakan alat yang bersih dan tidak mengikis kuku maupun kutikula secara berlebihan.
TIPS MELAKUKAN PERAWATAN KUTIKULA DI RUMAH

Perawatan kutikula tidak harus rumit atau membutuhkan banyak produk. Kamu bisa menjadikannya bagian dari rutinitas perawatan tangan dengan langkah sederhana berikut:
Bersihkan Tangan dan Kuku
Cuci tangan menggunakan sabun lembut, lalu keringkan dengan baik. Pastikan tidak ada sisa produk atau kotoran di sekitar kuku.
Lunakkan Kutikula
Aplikasikan cuticle oil atau produk pelembut kutikula. Diamkan beberapa saat agar kulit menjadi lebih lentur.
Dorong Perlahan
Jika diperlukan, gunakan cuticle pusher yang bersih untuk mendorong kutikula secara perlahan. Hindari gerakan kasar atau tekanan berlebihan.
Rapikan Kulit yang Terangkat
Jika ada hangnail, potong bagian yang terangkat menggunakan alat khusus yang bersih. Jangan menariknya.
Kunci Kelembapan
Akhiri dengan cuticle oil atau hand cream. Pijat lembut area pangkal kuku dan sisi-sisinya.
Ulangi Secara Konsisten
Perawatan kutikula akan lebih efektif jika dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika hendak manicure.
Jika kutikula terlihat merah, bengkak, terasa panas, nyeri, atau mengeluarkan cairan, jangan terus melakukan perawatan sendiri. Gejala tersebut dapat menjadi tanda iritasi atau infeksi dan sebaiknya diperiksa oleh tenaga medis.
Begitu juga jika kulit di sekitar kuku terus-menerus pecah, berdarah, atau tidak kunjung membaik meskipun sudah diberi pelembap.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/magnific)
