Buku, film dan serial romance semakin digemari. Di saat yang sama, dating di dunia nyata justru terasa makin rumit dan menguras energi.
Ada ironi dalam cara kita menikmati kisah cinta hari ini. Genre romance semakin populer lewat novel viral, serial streaming dan film romantis. Namun, semakin banyak orang justru merasa bahwa dating di dunia nyata semakin melelahkan.
Fenomena ini dibahas oleh InStyle dalam artikel “Romance Is Thriving Because Dating Is Dead”. Popularitas romance meningkat ketika banyak orang mulai merasa kesulitan menemukan hubungan yang sehat, jelas dan konsisten.
Dating app, ghosting, hubungan tanpa kepastian, hingga terlalu banyak pilihan membuat proses mencari pasangan terasa seperti pekerjaan tambahan.
Belum lagi tekanan untuk selalu tampil menarik, membalas pesan dengan tepat dan memahami apakah seseorang benar-benar tertarik atau tidak.
Di tengah situasi tersebut, kisah romance fiksi menawarkan sesuatu yang terasa lebih sederhana. Yakni karakter yang saling menginginkan, komunikasi yang jelas dan hubungan yang punya arah.
(BACA JUGA: What Our Parents Did For Dating Back Then?)
Tokoh-tokoh dalam novel dan serial romance juga sering digambarkan sebagai pasangan ideal yang perhatian, peka, mampu berkomunikasi, serta memahami kebutuhan emosional pasangannya.
Tidak heran jika pembaca kemudian mulai membandingkan pengalaman dating mereka dengan hubungan yang mereka temukan dalam cerita.
Namun, daya tarik romance bukan hanya soal fantasi. Kisah-kisah tersebut juga membantu kita memahami hubungan seperti apa yang sebenarnya kita inginkan.
Romance memberikan ruang untuk membayangkan cinta yang terasa aman, penuh perhatian dan memiliki akhir yang memuaskan. Sesuatu yang belum tentu mudah ditemukan dalam kehidupan nyata.
Mungkin itu sebabnya romance semakin diminati. Bukan karena kita sudah menyerah pada cinta, tetapi karena kita sedang mencari gambaran tentang hubungan yang terasa lebih layak diperjuangkan.
(Kirana Putri, foto: magnific.com/magnific)
