Hudson Williams Ungkap Rasanya Kembali ke Set ‘Heated Rivalry Season 2’

Setelah kesuksesan besar musim pertama, kembali menjadi Shane Hollander ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi Hudson Williams.

Kesuksesan serial Heated Rivalry membawa perubahan besar bagi Hudson Williams dan Connor Storrie.

Kini, keduanya telah kembali ke Toronto untuk syuting season kedua serial queer hockey romance tersebut. Namun, kembali menjadi Shane Hollander dan Ilya Rozanov ternyata tidak semudah yang mereka bayangkan.

Baru-baru ini, Williams didapuk menjadi salah satu pembicara di sesi ‘Making Waves With… Hudson Williams’ di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Ia mengatakan bahwa dirinya dan Storrie awalnya cukup percaya diri ketika kembali ke set.

Setelah memainkan karakter tersebut sepanjang season pertama dan berkali-kali membicarakannya selama beberapa bulan terakhir, keduanya merasa sudah mengenal Shane dan Ilya dengan sangat baik.

Namun, Storrie mulai merasakan sesuatu yang berbeda pada hari pertamanya kembali syuting. Ia sempat mempertanyakan apakah dirinya benar-benar kembali menjadi Ilya atau justru seperti sedang menirukan karakter yang pernah ia mainkan.

Williams kemudian mengalami perasaan serupa ketika tiba gilirannya kembali menjadi Shane. Menurutnya, salah satu penyebab perasaan itu muncul adalah karena pengalaman mereka terhadap Heated Rivalry kini tidak lagi sama seperti saat membuat season pertama.

Setelah serial tersebut dirilis, keduanya telah melihat versi akhir dari setiap episode, membaca berbagai reaksi penggemar, hingga menyaksikan bagaimana penonton menganalisis detail-detail kecil dari karakter mereka.

“Ingatan kami sekarang bukan hanya milik kami, tapi sudah jadi milik semua orang,” katanya.

Baginya, ingatan tentang proses memainkan Shane kini bercampur dengan bagaimana karakter tersebut dilihat dan dipahami oleh jutaan penonton.

(BACA JUGA: Mulai Digarap, Apakah ‘Heated Rivalry Season 2’ Bisa Sukses Seperti Musim Pertamanya?)

Untungnya, rasa canggung tersebut perlahan menghilang. Kehadiran kembali kru yang sama serta kreator serial Jacob Tierney membantu Williams dan Storrie menemukan ritme yang mereka miliki ketika membuat season pertama.

Tierney juga berusaha mempertahankan suasana produksi yang intim meski skala popularitas Heated Rivalry kini jauh lebih besar.

Williams sendiri belum bisa mengungkap banyak mengenai cerita season kedua.

Namun, ia memberikan sedikit gambaran bahwa jika season pertama banyak berbicara tentang kerinduan dan hubungan yang harus disembunyikan, babak berikutnya akan membawa Shane dan Ilya menghadapi tekanan dari luar serta persoalan komunikasi dalam hubungan mereka.

Season kedua akan melanjutkan perjalanan Shane dan Ilya setelah hubungan mereka berkembang sepanjang season pertama.

Ceritanya mengambil materi dari ‘The Long Game’, novel lanjutan karya Rachel Reid, meski belum diketahui seberapa banyak cerita dari buku tersebut yang akan diadaptasi.

Bagi Williams, kembali ke Heated Rivalry akhirnya bukan sekadar mengulang karakter yang pernah ia mainkan.

Setelah kesuksesan serial tersebut mengubah Shane dan Ilya menjadi karakter yang begitu dekat dengan penggemar, ia dan Storrie kini harus menemukan kembali versi karakter tersebut di tengah begitu banyak interpretasi yang sudah berkembang di luar set.

(Annisa Larasati, foto: hollywoodreporter.com)

Share