Rilis Lagu “Versailles”, Carly Rae Jepsen Akui Terinspirasi dari Marie Antoinette

Film karya sutradara Sofia Coppola itu membawanya pada ide tentang kemewahan, kesenangan dan keberanian untuk menikmati hidup tanpa terburu-buru.

Setelah lama memberikan teaser di media sosial pribadinya, penyanyi Carly Rae Jepsen akhirnya resmi merilis album terbarunya bertajuk ‘Day and Night’ pada 18 September 2026 lalu.

Menariknya, album ini merupakan double albums dengan total lagu sebanyak 24. Dan dari sekian banyak lagu, ada satu lagu di album tersebut yang punya cerita menarik. Yakni “Versailles”.

Melansir dari The Hollywood Reporter, Jepsen berkata bahwa lagu tersebut terinspirasi dari salah satu film karya sutradara Sofia Coppola, Marie Antoinette.

Kronologinya adalah Jepsen sedang berada di Stockholm untuk menjalani writing trip dan menginap di Grand Hôtel.

Ia kemudian menonton versi Versailles yang ditampilkan Coppola dalam film Marie Antoinette dan tertarik pada bagaimana film tersebut menggambarkan kehidupan sang ratu dengan cara yang sangat berbeda dari kisah sejarahnya yang sebenarnya.

Baginya, film tersebut menghadirkan versi Versailles yang terasa seperti sebuah fantasi. Penuh warna, kemewahan, kesenangan dan kehidupan yang serba berlebihan.

Pengalaman menonton film itu kemudian membuatnya memikirkan konsep indulgence, atau menikmati kesenangan tanpa merasa harus selalu punya alasan untuk melakukannya. Ide tersebut datang pada waktu yang cukup tepat.

Karena setelah writing trip itu, Jepsen sedang menyiapkan liburan panjang selama satu setengah bulan bersama suaminya, produser Cole M.G.N.

Ia mengaku bahwa sebagai seseorang yang terbiasa bekerja tanpa henti, mengambil waktu libur selama itu terasa sangat mewah dan bahkan sedikit tidak masuk akal. “Versailles” kemudian menjadi metafora bagi perasaan tersebut.

(BACA JUGA: Rosé BLACKPINK Ungkap Cerita di Balik Single Barunya, “New Trick”)

Dalam lagu ini, Jepsen membayangkan kehidupan yang penuh kesenangan dan kebebasan, sekaligus mengakui sisi berlebihan dari kemewahan itu. Ia tertarik pada gagasan tentang menikmati hidup sepenuhnya, bahkan jika hanya untuk sementara.

Menariknya, inspirasi dari Marie Antoinette juga terasa relevan dengan cara Jepsen membicarakan album ini secara keseluruhan.

Album ‘Day and Night’ menunjukkan eksplorasi dari dua sisi musik yang berbeda. Mulai dari pop yang dreamy, folk, hingga dance.

Lagu “Versailles” sendiri berada di sisi Day, membawa gagasan tentang menikmati momen dan memberi diri sendiri waktu untuk berhenti sejenak.

Bagi Carly, “Versailles” akhirnya bukan sekadar lagu tentang sebuah istana atau Marie Antoinette.

“Versailles” menjadi simbol tentang sesuatu yang mungkin terasa sulit dilakukan dalam kehidupan modern: memberi diri sendiri izin untuk menikmati waktu, kesenangan dan hidup tanpa terus merasa harus produktif.

(Annisa Larasati, foto: rollingstone.com)

Share