Guillermo del Toro Bela ‘Digger’ di Tengah Respons yang Terbelah

Film Alejandro G. Iñárritu dan Tom Cruise mendapat sambutan beragam, tetapi del Toro melihatnya sebagai pengalaman sinematik yang berani dan kompleks.

Guillermo del Toro ikut angkat suara untuk membela Digger, film terbaru Alejandro G. Iñárritu yang dibintangi Tom Cruise.

Di tengah respons kritikus yang terbelah dan pembukaan box office yang lebih lemah dari ekspektasi, sutradara Frankenstein tersebut justru memuji film itu sebagai karya yang berani dan layak dinikmati di layar lebar.

Melansir dari Variety, Del Toro menyampaikan pendapatnya melalui X setelah melihat sebuah unggahan IGN yang membahas Digger.

Ia menyebut salah satu headline terkait ulasan film tersebut sebagai “entirely petty” dan mengatakan bahwa dirinya menyukai film itu. Menurutnya, Digger memiliki skala, ambisi dan jangkauan yang kuat sebagai pengalaman sinematik.

Ia juga menggambarkan Digger sebagai film yang “daring, bold and cinematically complex”, sekaligus menegaskan bahwa film tersebut merupakan pengalaman yang memang dirancang untuk layar lebar.

Bagi del Toro, kualitas tersebut menjadi alasan mengapa film ini tetap layak mendapatkan perhatian meski respons terhadapnya tidak seragam.

Respons del Toro muncul setelah Digger mendapat sejumlah ulasan negatif dari kritikus. Film ini memang menghasilkan perdebatan karena pendekatan Iñárritu terhadap satir lingkungan dan karakter utamanya yang sengaja dibuat berlebihan.

Namun, ada pula kritikus yang mengapresiasi skala visual, ambisi, serta keberanian film tersebut. Dari sisi penonton, responsnya juga tidak sepenuhnya sejalan dengan kritik profesional.

Digger memperoleh nilai C+ dari CinemaScore, sementara skor penonton di Rotten Tomatoes berada di angka 71 persen ketika laporan tersebut diterbitkan. Perbedaan respons ini menunjukkan bahwa film tersebut memang memunculkan reaksi yang cukup beragam.

(BACA JUGA: Dokumenter Reuni Oasis ‘Don’t Look Back in Anger’ Bikin Kritikus Menangis)

Di box office, situasinya lebih sulit. Digger menghasilkan sekitar USD 3,4 juta pada opening day dari 3.321 lokasi, termasuk pemutaran IMAX.

Film tersebut kemudian diproyeksikan akan membuka dengan sekitar USD 7,5 juta pada akhir pekan pertamanya di Amerika Utara, yang akan menjadi salah satu pembukaan terendah Tom Cruise dalam beberapa dekade terakhir.

Namun, performa box office tersebut tidak serta-merta menjadi ukuran tunggal bagi del Toro untuk menilai film.

Dalam unggahannya, ia justru mengingatkan bahwa sejumlah film yang kini dianggap klasik juga pernah mendapatkan respons buruk ketika pertama kali dirilis.

Ia kemudian membagikan contoh film-film yang pernah mendapat kritik negatif tetapi akhirnya memperoleh status yang lebih tinggi dalam sejarah perfilman.

Del Toro bukan satu-satunya sineas yang menunjukkan dukungan terhadap Digger. Alfonso Cuarón juga ikut mengunggah daftar film yang pernah mendapat respons buruk dari kritikus pada masa perilisannya.

Termasuk Blade Runner, 2001: A Space Odyssey, Metropolis dan The Rules of the Game. Ia tidak menyebut Digger secara langsung, tetapi unggahan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai film Iñárritu.

Di balik perdebatan tersebut, Digger memang bukan proyek film yang kecil.

Film ini disutradarai oleh Iñárritu dan dibintangi oleh Cruise sebagai Digger Rockwell, seorang tokoh berkuasa yang berusaha membuktikan dirinya sebagai penyelamat umat manusia setelah bencana yang berkaitan dengan tindakannya sendiri mulai mengancam dunia.

Film tersebut juga dibintangi oleh Riz Ahmed, John Goodman, Sandra Hüller, Michael Stuhlbarg dan Jesse Plemons.

Film ini juga dibuat sepenuhnya menggunakan VistaVision dan dirilis di bioskop serta IMAX, memperkuat pendekatan yang dimaksud del Toro ketika menyebutnya sebagai sebuah theatrical experience.

(Rendy Aditya, foto: hollywoodreporter.com)

Share