Sebelum ada Coachella, tur dunia, bahkan sebelum ada nama “Bieber” yang dikenal hampir semua orang di planet ini, ada seorang anak kecil di Kanada yang merekam dirinya sendiri bernyanyi, dan ibunya yang mengupload video itu ke YouTube.
Bukan untuk jadi terkenal. Hanya supaya keluarga dan teman-teman yang jauh bisa ikut menyaksikan.
Tapi internet punya rencananya sendiri. Video-video itulah yang akhirnya ditemukan oleh Scooter Braun, yang kemudian mempertemukannya dengan Usher dan mengantarkan seorang Justin Bieber ke panggung-panggung yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Dua puluh tahun kemudian, di panggung terbesar Coachella 2026, Justin Bieber kembali membuka laptop dan memutar YouTube.
Entah itu keputusan bisnis, ekspresi artistik, atau sesuatu yang jauh lebih personal dari keduanya, hanya dia yang tahu. Tapi ada yang terasa seperti lingkaran yang menutup dirinya sendiri malam itu.
Seorang pria yang kariernya lahir dari platform itu, kembali duduk bersamanya di depan puluhan ribu orang, menyanyikan lagu-lagu dari masa ketika segalanya masih sederhana.
EFEK #BIEBERCHELLA
Untuk memahami kenapa satu malam ini memicu begitu banyak reaksi, kita perlu mundur sebentar.
Coachella 2026 menandai penampilan headliner pertama Justin Bieber di festival itu sekaligus konser besar pertamanya sejak ‘Justice World Tour’ yang terpaksa ia batalkan di tengah jalan pada 2022 karena masalah kesehatan.
Selama beberapa tahun setelahnya, Bieber nyaris menghilang dari panggung publik. Tapi 2025 adalah cerita yang berbeda. Bieber merilis ‘Swag’ pada Juli 2025 yang juga album ketujuhnya, yang langsung debut di posisi dua Billboard 200.
Dua bulan kemudian, album kejutan ‘Swag II’ menyusul. Keduanya terasa seperti album paling personal yang pernah dia buat. Kedua album ini juga jadi yang pertama setelah ia berpisah dengan manajer lamanya yakni Scooter Braun.
Mengejutkannya, hanya 11 hari setelah ‘Swag II’ rilis, Bieber diumumkan sebagai headliner Coachella.Dan angkanya? Lebih dari USD 10 juta atau sekitar IDR 171 juta untuk dua set penampilannya.
Angka ini secara otomatis menjadikannya sebagai artis dengan bayaran tertinggi dalam hampir tiga dekade sejarah festival tersebut. Dengan semua kabar ini, ekspektasi penonton dan tentu penggemar, secara otomatis setinggi langit gurun Indio.
APA YANG TERJADI DI PANGGUNG?
Set malam itu dibuka dengan energi yang tenang. Selama setengah jam pertama, Bieber membawakan 11 lagu dari album ‘Swag’ dan ‘Swag II’, sebagian besar tampil sendiri di panggung besar tanpa banyak produksi, kepalanya sebagian tersembunyi di balik hoodie peach-nya.
Lagu-lagu seperti “All I Can Take”, “Butterflies”, “Speed Demon” dan “First Place”, mengisi bagian awal set, sebelum Bieber mengubah suasana menjadi semacam malam nonton musik video.
Ia membuka YouTube di laptopnya dan menyanyikan sepenggal-sepenggal dari beberapa lagu lamanya seperti “Baby”, “Favorite Girl”, “That Should Be Me” dan masih banyak lagi, bersama versi mudanya di layar.
Sempat ada momen yang terasa hampir lepas kendali ketika Bieber juga memunculkan video paparazzi dan klip viral lain di layar.
Tapi dia berhasil menyelamatkan bagian akhir set dengan menghadirkan sejumlah tamu. Mulai dari Dijon untuk “Devotion”, Tems untuk “I Think You’re Special”, Wizkid untuk “Essence” dan Mk.gee untuk “Daisies”, lalu ditutup dengan kembang api yang meriah.
Hasilnya? Sebuah penampilan yang terasa terlalu basic untuk hype sebesar ini, tapi juga jauh dari bencana total seperti yang pernah terjadi di panggung yang sama pada Frank Ocean di 2023.
Sekadar informasi, penampilan Frank Ocean di Coachella 2023 masuk ke dalam daftar penampilan terburuk dalam sejarah festival tersebut. Alasannya berlapis.
Mulai dari set yang molor, aksi panggung yang sudah dikemas rapi terpaksa dibatalkan karena Ocean patah tulang, DJ set selama 15 menit di tengah-tengah pertunjukan, ia juga tidak membawakan lagu-lagu hits yang tentu sangat ingin didengar oleh penonton.
Puncaknya, Ocean yang harusnya tampil sebanyak dua kali di dua minggu festival tersebut, hanya menyelesaikan penampilannya di minggu pertama. Sedangkan penampilannya di minggu kedua dibatalkan dan diganti dengan Blink 182.
