Bukan Makanan Inggris, Ratu Elizabeth II Disebut Suka Makan Sandwich Prancis!

Mantan koki Istana Buckingham bahkan menyebut sandwich Prancis ini sebagai guilty pleasure sang ratu.

Pada 21 April 2026 kemarin, dunia seharusnya merayakan ulang tahun ke-100 Ratu Elizabeth II. Jika beliau masih hidup, ia akan menjadi centenarian, sebutan untuk mereka yang mencapai usia seratus tahun.

Sebuah pencapaian yang langka bahkan untuk kalangan biasa, apalagi bagi seorang pemimpin kerajaan yang menanggung beban tugas seberat beliau.

Selama lebih dari tujuh dekade bertakhta, Ratu Elizabeth II adalah simbol kekuatan, ketenangan dan keeleganan. Ia hadir di tengah perang dingin, krisis kerajaan, hingga pandemi global.

Namun hebatnya, ia selalu muncul dengan sikap yang tegak, ekspresi yang terkendali dan keanggunan yang tidak pernah goyah. Dalam imajinasi banyak orang, seorang ratu seperti beliau pasti punya gaya hidup yang ekslusif. Salah satunya soal makanan.

Tapi tahukah kamu? Kalau ternyata semua persepsi kita salah. Karena kenyataannya, Ratu Elizabeth II bukan seseorang yang suka makan.

Darren McGrady, mantan chef pribadi Ratu Elizabeth II yang melayani keluarga kerajaan selama lebih dari satu dekade, pernah mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan banyak orang. Bahwa sang Ratu bukanlah seorang pecinta kuliner.

Ia makan dalam porsi kecil, lebih memilih bahan-bahan musiman dan cenderung menyukai menu yang sederhana. Meski begitu, Ratu Elizabeth II tetap punya preferensi dalam makanan.

Misalnya, bawang putih dilarang keras di dapur kerajaan karena Ratu tidak ingin napasnya tidak segar saat harus menyapa tamu. Ia juga tidak suka pasta, tidak tertarik dengan makanan berminyak dan selalu menjaga pola makannya dengan disiplin tinggi.

Tapi di balik semua kedisiplinan itu, Ratu Elizabeth II menyimpan beberapa guilty pleasures yang sangat manusiawi. Ia adalah seorang chocoholic yang tidak bisa menolak chocolate biscuit cake.

Ia juga gemar minum gin dan Dubonnet sebelum makan siang. Dan… Ratu Elizabeth II disebut suka makan sandwich. Meskipun sandwich yang dimaksud bukan sandwich biasa. Tetapi khusus sandwich asal Prancis, croque monsieur.

Menurut Darren McGrady, croque monsieur adalah salah satu guilty pleasure Ratu Elizabeth II. Dalam sebuah wawancara radio, ia menyebutnya sebagai “fancy version of a toasted cheese sandwich” alias versi mewah dari sandwich keju panggang.

Dan memang, itulah yang membuat croque monsieur begitu spesial. Bahan-bahannya sederhana, tapi hasilnya jauh melampaui ekspektasi.

Croque monsieur terdiri dari roti yang diisi ham dan keju Gruyère, ditutupi béchamel atau saus mentega dan susu yang creamy, lalu dipanggang hingga keju di atasnya meleleh sempurna dan permukaannya berubah kecokelatan dan sedikit berbuih.

Ada versi yang disebut croque madame, yang pada dasarnya sama, tapi dengan tambahan telur mata sapi di atasnya.

Nah, versi favorit Ratu Elizabeth II adalah croque monsieur dengan tambahan whipped eggs yang secara teknis sudah sangat dekat dengan croque madame. Sebuah pilihan yang kaya, indulgent dan sama sekali tidak mencerminkan citra seorang ratu yang selalu tampil serba terukur.

Croque monsieur bukanlah makanan yang Ratu makan setiap hari. Ia adalah makanan yang dipesan ketika ingin sesuatu yang lebih fancy. Sebuah treat untuk dirinya sendiri di tengah rutinitas yang penuh aturan dan protokol.

Seperti yang disampaikan McGrady, Ratu sangat disiplin dalam urusan makanan dan justru itulah yang membuat croque monsieur menjadi momen kecil yang sangat bermakna baginya.

Seperti juga yang diungkapkan nutritionist Charlotte Faure Green kepada Hello! Magazine, daya tarik croque monsieur bukan hanya soal rasa. Kombinasi roti yang renyah, ham yang gurih, keju yang meleleh dan béchamel yang kaya mampu merangsang dopamin dan serotonin.

Yakni zat kimia yang merangsang rasa senang dan puas. Tidak heran jika makanan ini sudah bertahan sebagai favorit bistro Parisian selama lebih dari satu abad dan berhasil memikat hati seorang ratu sekalipun.

Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke London atau sudah ada di sana, ada tiga tempat yang wajib masuk itinerary kamu untuk mencoba croque monsieur terbaik yang bisa kamu temukan di kota ini.

(BACA JUGA: Kunjungi Kota Ini untuk Menikmati Pastry Tour di Prancis)

THE WOLSELEY – PICCADILLY

(Foto: thetimes.com)

Kalau ada satu tempat di London yang paling pas untuk menikmati croque monsieur sambil membayangkan suasana kerajaan, itu adalah The Wolseley.

Berlokasi di Piccadilly, tidak jauh dari Green Park dan Buckingham Palace, restoran ini beroperasi di sebuah gedung bersejarah yang dibangun pada 1921. Interiornya adalah mimpi seorang pecinta estetika.

Lantai marmer hitam-putih, langit-langit tinggi dengan pilar-pilar grand dan mural Japonais yang menghiasi dinding. Suasananya terasa seperti masuk ke dalam sebuah grand café Eropa di era kejayaan 1920-an.

Croque monsieur The Wolseley sudah lama menjadi favorit para pengunjung setia. Banyak yang menyebutnya sebagai salah satu yang terbaik di London. Disajikan tanpa kulit roti dengan porsi yang elegan, ia adalah makanan yang terasa pas untuk dimakan di tempat seperti ini.

Tidak terlalu besar, tapi setiap gigitannya memuaskan. Menu ini tersedia untuk sarapan, makan siang, afternoon tea, hingga makan malam. Menariknya, The Wolseley buka selama tujuh hari seminggu. Jadi kamu bisa mampir hari apa pun selama jam operasional mereka.

BALTHAZAR – COVENT GARDEN

(Foto: timeout.com)

Jika The Wolseley terasa seperti grand café Eropa, Balthazar adalah jawaban London untuk brasserie Parisian yang sesungguhnya.

Berlokasi di jantung Covent Garden, hanya beberapa langkah dari Royal Opera House, Balthazar hadir dengan konsep French brasserie klasik yang kaya. Mulai dari sajian menu seafood segar, hidangan bistro Prancis pilihan dan suasana yang lively tapi tetap refined.

Croque monsieur-nya masuk sebagai menu brunch weekend yang disajikan setiap Sabtu dan Minggu. Ulasan soal menu ini selalu memuaskan secara konsisten. Banyak yang secara khusus memuji béchamel-nya yang perfectly seasoned. Artinya tidak terlalu berat, tidak terlalu ringan.

Balthazar adalah tempat yang cocok untuk weekend brunch yang santai tapi tetap terasa spesial. Datang lebih awal untuk menghindari antrean atau buat reservasi terlebih dahulu.

CHEZ ANTOINETTE – COVENT GARDEN

(Foto: lespetitesjoiesdelavielondonienne.com)

Selain Balthazar, kamu juga bisa menikmati pengalaman makan croque monsieur yang paling autentik dan intimate di area Covent Garden. Tepatnya di Chez Antoinette.

Restoran kecil yang tersembunyi di bawah Covent Garden Market ini didirikan oleh Aurélia, perempuan asal Lyon, kota yang dijuluki ibu kota kuliner Prancis. Filosofinya sederhana.

Bahan-bahan musiman berkualitas tinggi, makanan yang dibuat dengan tangan dan menu yang berpusat pada produk-produk terbaik Prancis.

Croque monsieur adalah salah satu menu signature mereka dan dibuat setiap hari dari bahan-bahan segar. Croque Monsieur di sini bahkan sudah mendapatkan reputasi sebagai “one of the best croque monsieurs I’ve ever eaten” dari banyak pengunjung di berbagai platform ulasan.

Suasananya jauh dari kemewahan The Wolseley atau keramaian Balthazar. Lebih terasa seperti masuk ke sebuah kafe kecil di sudut Paris yang belum banyak diketahui turis. Dan justru itu yang membuatnya istimewa.

(Annisa Larasati, foto: globalnews.ca)

Share

Related Post