Chipotle Tarik Jalapeño dari Restorannya Usai Wabah Salmonella

Melalui penyelidikan, ditemukan bahwa jalapeño yang dipakai diduga menjadi sumber wabah Salmonella yang membuat 110 orang jatuh sakit.

Jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat, Chipotle Mexican Grill, menarik sementara pasokan jalapeño dari sejumlah restorannya setelah bahan tersebut diduga terkait dengan wabah salmonella di negara bagian Minnesota.

Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan setelah penyelidikan yang dilakukan otoritas kesehatan menemukan bahwa jalapeño dari satu lot distribusi memiliki kemungkinan menjadi sumber penularan.

Chipotle juga telah mengganti pasokan tersebut dengan jalapeño dari pemasok lain sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Menurut Minnesota Department of Health, hingga saat ini terdapat 110 kasus infeksi Salmonella Javiana yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Dari pasien yang telah diwawancarai, sekitar 89 persen mengaku sempat makan di Chipotle antara 14 Juni hingga 14 Juli 2026, dengan sebagian besar kunjungan terjadi pada periode 24 Juni hingga 2 Juli.

Temuan tersebut mendorong penyelidik menelusuri seluruh rantai pasok bahan makanan yang digunakan restoran tersebut.

Chipotle menjelaskan bahwa perusahaan segera mengaktifkan sistem ingredient traceability miliknya untuk melacak asal seluruh bahan makanan yang digunakan.

Hasil penelusuran mengarah pada satu lot jalapeño yang digunakan di sejumlah restoran. Meski hubungan langsungnya masih dalam tahap penyelidikan, perusahaan memutuskan untuk menarik seluruh pasokan tersebut “demi kehati-hatian” dan menggantinya dengan produk dari petani lain.

Sementara itu, Food and Drug Administration (FDA) masih melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan sumber kontaminasi serta menelusuri kemungkinan distribusi bahan yang sama ke restoran lain.

(BACA JUGA: Oxalate di Makanan Sehat, Perlukah Dikhawatirkan?)

Meski sebagian besar pasien melaporkan pernah makan di Chipotle, otoritas kesehatan menegaskan bahwa penyelidikan tidak hanya berfokus pada satu jaringan restoran.

Beberapa restoran bergaya Meksiko lainnya di Minnesota juga sedang ditelusuri karena kemungkinan menerima pasokan jalapeño dari distribusi yang sama.

Oleh karena itu, pejabat kesehatan mengingatkan bahwa kasus baru masih mungkin bermunculan selama proses pelacakan berlangsung.

APA ITU SALMONELLA?

Melansir dari WebMD, Salmonella merupakan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan.

Gejalanya biasanya muncul dalam waktu 6 jam hingga 6 hari setelah seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Keluhan yang paling umum meliputi diare, demam, kram perut, mual dan muntah.

Sebagian besar penderita dapat pulih dalam beberapa hari tanpa pengobatan khusus. Namun, pada anak-anak, lansia, ibu hamil, atau orang dengan sistem imun yang lemah, infeksi Salmonella dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius sehingga memerlukan penanganan medis.

Dalam pernyataannya, Chipotle menegaskan bahwa keselamatan pelanggan dan karyawan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

Perusahaan menyatakan akan terus bekerja sama dengan Minnesota Department of Health dan FDA selama proses investigasi berlangsung.

Hingga kini, otoritas kesehatan masih berupaya memastikan apakah wabah telah sepenuhnya terkendali atau masih berpotensi menimbulkan kasus baru dalam beberapa waktu ke depan.

(Kirana Putri, foto: livemint.com)

Share