Mark Ruffalo Mengaku Takut Masuk “Daftar Hitam” Hollywood karena Kritik Merger Paramount dan Warner Bros

Aktor Poor Things itu menilai banyak bintang Hollywood diam karena takut diblokir oleh studio besar di tengah merger media yang semakin kontroversial.

Mark Ruffalo kembali jadi salah satu suara paling vokal di Hollywood dan kali ini, ia terang-terangan bicara soal ketakutan industri terhadap kekuasaan studio besar.

Dalam wawancara terbarunya seperti yang dilansir dari Variety, Ruffalo mengatakan bahwa dirinya merasa sudah ada di dalam daftar aktor yang tidak disukai Paramount, setelah secara terbuka mengkritik merger besar antara Paramount-Skydance dan Warner Bros. Discovery.

Ia bahkan menyebut para eksekutif studio sebagai “vindictive motherfuckers.”

Komentar tersebut muncul di tengah kontroversi besar seputar rencana merger media yang dinilai banyak pihak bisa membuat industri hiburan semakin terkonsentrasi pada segelintir perusahaan raksasa.

Dalam beberapa bulan terakhir, ribuan pekerja industri, termasuk aktor, sutradara dan filmmaker, sudah menandatangani petisi penolakan terhadap merger tersebut.

Menurut Ruffalo, banyak figur Hollywood sebenarnya memiliki kekhawatiran yang sama, tetapi memilih diam karena takut kehilangan pekerjaan atau akses ke studio besar.

Ia mengatakan budaya “blacklist” di industri hiburan masih terasa nyata, terutama ketika seseorang terlalu vokal terhadap kepentingan korporasi besar.

(BACA JUGA: Film ‘13 Going on 30’ Dibuat Ulang, Apakah Ceritanya Masih Relate?)

Dan ketakutan itu memang tidak muncul begitu saja.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hollywood sedang mengalami perubahan besar. Merger media, PHK massal, streaming wars, sampai penggunaan AI yang mulai mengancam banyak profesi kreatif.

Studio-studio besar kini semakin fokus pada efisiensi dan kontrol bisnis, sementara banyak pekerja kreatif merasa ruang mereka semakin sempit.

Bahkan isu monopoli media kini mulai menjadi kekhawatiran serius di industri entertainment. Banyak pihak takut merger raksasa seperti ini akan membuat semakin sedikit studio yang memiliki banyak kontrol atas film, serial, distribusi, hingga keputusan kreatif.

Menariknya, Ruffalo memang sudah lama dikenal sebagai salah satu aktor Hollywood yang paling aktif bicara soal isu politik, lingkungan dan ketimpangan industri.

Tapi komentarnya kali ini terasa lebih personal karena bukan lagi sekadar kritik terhadap sistem, melainkan rasa takut terhadap konsekuensi nyata di baliknya.

(Kirana Putri, foto: variety.com)

Share