Kontroversi ucapan antisemit di masa lalu membuat rencana penghormatan sang desainer akhirnya dihentikan sepenuhnya.
Metropolitan Museum of Art secara resmi membatalkan rencana pameran yang sedianya akan menghormati desainer kontroversial asal Inggris, John Galliano, dalam rangkaian Met Gala 2027.
Keputusan yang diumumkan Senin, 31 Agustus 2026, ini muncul usai gelombang protes yang terus membesar terhadap keputusan museum dan Anna Wintour, direktur editorial global Vogue, untuk mengangkat sosok Galliano sebagai tema utama gala tahun depan.
Galliano sebelumnya dipecat dari posisinya sebagai direktur kreatif Dior pada 2011, usai video dirinya melontarkan hinaan rasis dan antisemit di sebuah kafe di Paris beredar luas di publik.
Dalam video tersebut, ia sempat berkata “I love Hitler” sekaligus menyampaikan makian bernuansa kebencian terhadap etnis dan agama tertentu.
Ia kemudian dinyatakan bersalah di pengadilan Prancis atas tuduhan “penghinaan publik” berdasarkan asal usul, agama, ras dan etnis.
Menariknya, jadwal Met Gala 2027 sendiri jatuh bertepatan dengan Yom HaShoah, hari peringatan Holocaust, yang membuat kontroversi ini terasa semakin sensitif.
Usai insiden 2011, Galliano sempat menjalani rehabilitasi panjang, termasuk masuk program rehab dan menyampaikan permintaan maaf.
Kariernya perlahan bangkit kembali lewat perannya sebagai direktur kreatif di Maison Margiela sejak 2014, di mana koleksi couture 2024 garapannya bahkan mendapat pujian luas.
Tahun ini, ia juga baru menandatangani kemitraan kreatif dengan Zara, semakin menegaskan comeback-nya di industri mode.
(BACA JUGA: John Galliano Akan Jadi Sorotan Utama Pameran Met 2027)
Pengumuman pameran bertajuk “John Galliano: Horizons” pada Juli 2026 lalu awalnya dimaksudkan untuk merangkum perjalanan panjang karier Galliano.
Mulai dari masa mudanya di Central Saint Martins, kesuksesan besar di Givenchy dan Dior, kejatuhannya usai insiden rasis tersebut, hingga proses reinvensi dirinya di Maison Margiela.
Namun, rencana ini memicu penolakan keras dari berbagai pihak. Ketua Dewan Kota New York, Julie Menin, yang juga anak dari penyintas Holocaust, secara terbuka mengirim surat resmi mendesak museum membatalkan pameran tersebut.
Sejumlah donor museum bahkan dilaporkan mengancam akan menarik dukungan dana mereka apabila pameran tetap dilanjutkan sesuai rencana.
Menanggapi tekanan yang terus membesar, kurator Costume Institute, Andrew Bolton, menyampaikan bahwa dirinya percaya pada tanggung jawab museum untuk mengulas sejarah kelam secara jujur dan hati-hati, sembari mengakui rasa sakit dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh rencana pameran ini.
Sementara itu, Anna Wintour menyebut keputusan Galliano untuk mundur dari pameran sebagai langkah “yang sangat berani dan mencerminkan sosoknya,” sekaligus menegaskan dukungan penuhnya terhadap keputusan tersebut maupun terhadap museum.
Pihak museum menyatakan akan segera mengumumkan rencana pameran pengganti untuk musim semi mendatang, tanpa memberikan detail lebih lanjut soal tema barunya.
(Kirana Putri, foto: cnn.com)
