Bukan hanya berisi buku, perpustakaan di Colorado ini punya jalur hiking, taman, laboratorium alam, hingga perlengkapan outdoor yang bisa dipinjam.
Bayangkan datang ke perpustakaan bukan hanya untuk membaca buku, tetapi juga untuk berjalan menyusuri jalur hiking, mengamati burung, berkebun, atau meminjam hammock untuk dibawa pulang.
Konsep tersebut kini benar-benar ada di Amerika Serikat melalui Anythink Nature Library di Thornton, Colorado, yang resmi dibuka pada 8 Agustus 2026 lalu sebagai perpustakaan alam publik pertama di negara tersebut.
Berada di lahan seluas 15 acre atau sekitar 6 hektare, perpustakaan ini berdiri berdampingan dengan Aylor Open Lands, kawasan ruang terbuka seluas 140 acre.
Bangunannya sendiri memiliki luas sekitar 33.000 kaki atau lebih dari 3.000 meter persegi dan dirancang untuk menggabungkan layanan perpustakaan tradisional dengan pengalaman langsung di alam.
Pengunjung tetap bisa menemukan hal-hal yang biasanya ada di perpustakaan, seperti buku, komputer, area belajar dan ruang untuk berkumpul.
Namun, Anythink Nature Library memperluas definisi tersebut dengan menghadirkan berbagai ruang interaktif.
Termasuk living plant wall, art and science lab, taman, serta dark room dengan langit penuh bintang yang dirancang untuk memberikan pengalaman seolah sedang berada di luar ruangan pada malam hari.
Pengalaman outdoor menjadi bagian penting dari konsep ini. Di sekitar perpustakaan terdapat jalur hiking sepanjang sekitar satu mil dengan storytelling circle, taman khusus, serta area mud exploration pit.
Pengunjung juga dapat mengeksplorasi lingkungan sekitar sambil belajar mengenai ekosistem dan alam melalui berbagai program yang tersedia.
Yang membuat konsepnya semakin menarik adalah koleksi TryIts, yaitu perlengkapan dan kit eksperimen yang dapat dipinjam pengunjung untuk melanjutkan rasa ingin tahu mereka di luar perpustakaan.
(BACA JUGA: Misteri di Balik Hancurnya Perpustakaan Alexandria)
Saat pembukaan, koleksinya mencakup sekitar 550 items dalam 65 kategori. Mulai dari perlengkapan bird-watching, wildlife camera, peralatan hiking, mikroskop, alat eksplorasi cuaca, perlengkapan berkebun, nature art kits, hingga berbagai sumber untuk kegiatan konservasi.
Dengan begitu, konsep “meminjam dari perpustakaan” tidak lagi terbatas pada buku. Seseorang bisa membaca tentang burung, kemudian meminjam perlengkapan untuk mengamatinya di luar.
Pengunjung lain dapat mempelajari cara berkebun lalu membawa pulang peralatan yang dibutuhkan untuk mencoba sendiri.
Konsep tersebut juga lahir dari proses yang melibatkan komunitas lokal. Anythink Libraries mengatakan bahwa Nature Library dikembangkan melalui masukan masyarakat serta kontribusi dari pemimpin Indigenous dan Native American yang tergabung dalam advisory council.
Modelnya menggunakan pendekatan Environmental Kinship yang menempatkan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari pengalaman belajar.
Bagi Anythink Libraries, keberadaan perpustakaan ini juga berkaitan dengan bagaimana ruang publik dapat membantu masyarakat mendapatkan akses ke alam.
Mark Fink, Executive Director Anythink Libraries, mengatakan bahwa proyek tersebut diharapkan dapat mempertemukan buku, alam, sains dan komunitas untuk mendorong rasa ingin tahu sekaligus koneksi dengan lingkungan sekitar.
Menariknya, bangunan ini sendiri dirancang agar terasa menyatu dengan lanskap Colorado. Struktur bangunannya menggunakan bentuk melengkung yang terinspirasi dari Colorado plains, sementara bagian dalamnya memiliki taman terbuka di tengah bangunan.
Perpustakaan ini juga dilengkapi dengan lebih dari 300 panel surya di atap, sistem pemanas dan pendingin geotermal, perlengkapan hemat air, serta kaca yang dirancang agar lebih aman bagi burung.
(Kirana Putri, foto: 9news.com)
