Destinasi Wisata Baru, Museum Bing Slamet Diresmikan!

Simak daya pikat museum legendaris di Jakarta Pusat yang menyajikan jejak nostalgia perjalanan sang maestro seni Indonesia.

Ungkapan “Jakarta tidak pernah diam” rasanya selalu relevan untuk menggambarkan dinamika ibu kota yang tidak pernah kehabisan ide dalam menyuguhkan tempat-tempat baru dan seru untuk dikunjungi.

Dari ruang terbuka hijau hingga galeri seni modern, selalu ada sudut baru yang mendadak viral di media sosial dan masuk dalam daftar tempat wajib untuk menghabiskan akhir pekan.

Anggapan tersebut semakin terbukti dengan hadirnya destinasi wisata sejarah dan budaya terbaru yang berlokasi di kawasan Jakarta Pusat, yakni Museum Bing Slamet.

Museum ini hadir sebagai pilihan tempat rekreasi edukatif yang menawarkan pengalaman nostalgia melintasi era keemasan seni hiburan Tanah Air.

MUSEUM BING SLAMET

Museum Bing Slamet diresmikan tepat pada 27 September 2026 yang juga bertepatan dengan Hari Komedi Nasional sekaligus hari lahir sang maestro.

Museum Bing Slamet bertempat di kediaman asli sang legenda di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Rumah legendaris yang dahulunya menjadi ruang kumpul dan tempat lahirnya ide-ide kreatif seniman lintas generasi ini kini disulap menjadi ruang pameran budaya modern.

Melansir dari beberapa media nasional, museum ini terbagi ke dalam delapan area pameran yang menampilkan barang-barang memorabilia otentik.

Mulai dari gitar kesayangan, koleksi piringan hitam (vinyl), pakaian panggung, piagam penghargaan, hingga sarana interaktif untuk mendengarkan karya musik dan rekaman audio sang seniman.

(BACA JUGA: Lama “Tinggal” di Belanda, Fosil Manusia Jawa Akhirnya Pindah ke Museum Nasional Jakarta)

MENGENAL SOSOK BING SLAMET

Bing Slamet lahir di Cilegon pada 27 September 1927 dengan nama asli Ahmad Syafei Kiemas. Nama Bing Slamet sendiri memiliki sejarah unik karena menggabungkan dua kata: Bing dan Slamet.

Menurut beberapa artikel sejarah hiburan, saat masih muda, Ahmad sangat mengidolakan musisi asal Amerika Serikat, Bing Crosby. Saking sukanya, Crosby bahkan sangat memengaruhi cara ia bernyanyi.

Sementara nama Slamet diambil dari nama panggilan masa kecilnya di lingkungan keluarga. Ketika ia mulai aktif bernyanyi dan bergabung dengan berbagai kelompok seni hiburan seperti Pantja Warna dan RRI pada awal kemerdekaan, ia memutuskan untuk memakai nama panggung.

Dan ia memilih untuk menggabungkan Bing dan Slamet. Dari situlah nama Bing Slamet muncul dan melekat secara abadi padanya.

Puncak kepopuleran Bing Slamet pun semakin mengangkasa ketika ia mendirikan grup komedi legendaris Kwartet Jaya bersama Ateng, Iskak dan Eddy Sud.

Lewat suara merdunya di panggung musik, candaan khas di panggung komedi, serta peran-peran ikoniknya di industri sinema, Bing Slamet mengukuhkan dirinya sebagai maestro budaya pop Indonesia yang tidak tergantikan hingga akhir hayatnya pada 1974.

CERITA DI BALIK MOMEN PERESMIAN MUSEUM BING SLAMET

Suasana haru dan hangat turut mewarnai prosesi peresmian museum ini. Momen bersejarah tersebut dihadiri langsung oleh banyak pihak, tidak terkecuali keluarga almarhum, seperti anak-anaknya, yakni Adi dan Iyut Bing Slamet, serta para cucu, salah satunya adalah aktris Adzana Bing Slamet.

(Rendy Aditya, foto: instagram.com/rizkyalatas)

Share