Alasannya kurang lebih sama, yaitu mereka semua merasa pihak Recording Academy tidak memiliki kejelasan dalam menentukan nominator.
Beberapa waktu lalu, ketujuh anggota grup K-Pop BTS mendadak membuat publik gempar. Yakni, karena keputusannya untuk memboikot Grammy Awards dengan tidak mengajukan karya mereka untuk ajang penghargaan tersebut pada tahun 2027 mendatang.
Keputusan ini dibuat oleh RM, Jin, Suga, Jimin, V, j-hope dan Jungkook sebagai aksi protes atas kategori baru “Best Asian Pop Music Performance” yang dinilai justru mengotak-kotakkan musik berdasarkan wilayah dan bahasa, alih-alih mengapresiasinya secara universal.
Namun, langkah BTS ini ternyata bukan yang pertama. Sepanjang sejarahnya, sejumlah musisi besar dunia juga pernah memilih menjauh, menolak mengajukan karya, hingga secara terang-terangan mengkritik Recording Academy.
Berikut adalah daftar musisi yang secara terbuka memboikot Grammy Awards!
THE WEEKND
Pada tahun 2021, The Weeknd memutuskan untuk memboikot Grammy setelah album ‘After Hours’ dan lagu “Blinding Lights” tidak mendapat satu pun nominasi di Grammy 2021, meski sukses besar secara komersial dan mendominasi tangga lagu sepanjang tahun tersebut.
Ia menegaskan bahwa proses seleksi Grammy tidak transparan, bahkan menyebutnya sebagai institusi yang korup. Namun, ketegangan di antara kedua pihak berakhir pada 2025, ketika ia kembali tampil di panggung Grammy membawakan “Cry For Me” dan “Timeless” secara medley.
FRANK OCEAN
Frank Ocean juga pernah dengan sengaja tidak mendaftarkan album ‘Blonde’ dan ‘Endless’ ke Grammy 2017, meski kedua album tersebut mendapat pujian luas dari kritikus dan penggemar.
Ia menyebut sistem penilaian Grammy sudah usang dan tidak lagi mewakili keberagaman musisi muda.
“Institusi ini memang memiliki sejarah, tetapi tidak mewakili orang-orang dari kalangan saya,” ujarnya dalam wawancara dengan The New York Times.
(BACA JUGA: ‘Grammy Awards’ Tambah Kategori Asian Pop Mulai 2027)
JAY-Z
Suami Beyoncé ini juga pernah melancarkan protes terhadap Recording Academy karena dinilai tidak memberikan penghormatan yang pantas kepada musisi hip-hop, genre yang menurutnya kerap dianggap sebelah mata dalam kategori-kategori utama Grammy.
KANYE WEST (YE)
Meski telah memenangkan puluhan trofi di sepanjang kariernya, Ye dikenal punya sejarah panjang perselisihan dengan Grammy.
Ia kerap mengkritik minimnya ruang yang adil bagi musisi kulit hitam di kategori utama General Field. Ia bahkan sempat melakukan aksi protes kontroversial dengan mengunggah video dirinya mengencingi trofi Grammy sebagai bentuk penghinaan terhadap institusi tersebut.
DRAKE
Drake berulang kali meremehkan nilai dari trofi Grammy, menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak menentukan kesuksesan seorang musisi di mata para penggemarnya.
Kritik ini tidak sekali dua kali ia lontarkan. Tetapi berulang kali di berbagai kesempatan di sepanjang kariernya.
(Rendy Aditya, foto: vogue.com)
